Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penguatan P3K bagi Guru Menuju Pendidik Humanis

Bali Tribune / I Komang Warsa - pendidik SMA N 1 Tembuku

balitribune.co.id | Pemerintah  selalu berinovasi dalam Pendidikan agar Pendidikan tidak kehilangan arah karakter ketika  teknologi Pendidikan semakin maju. Pendidikan maju tanpa kehilangan karakter untuk menjadikan Indonesia beradab. Guru memegang peranan strategis untuk membentuk watak bangsa.

Apalah artinya nilai akademis bagus jika nilai sikap karakternya rendah itu pertanda kegagalan dunia Pendidikan. Kurikulum Pendidikan harus menguatkan keseimbangan kecerdasan intelektual (IQ). Kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) sehingga Pendidikan tidak rapuh dalam kemajuan Iptek. Pentingnya nilai sikap dalam dunia Pendidikan terbukti bahwa nilai sikap di sekolah masih dipakai prasyarat untuk kenaikan kelas di samping nilai akademisnya.

Setiap pergantian kurikulum sampai saat ini nilai sikap tidak pernah diabaikan bahkan kurikulum merdekapun masih mengakomodir nilai-nilai nilai-nilai sikap ke dalam profil pelajar pancasilan lewat projek P5.

Program  penguatan Pendidikan karakter  (P3K) bagi guru yang menjadi ASN sangat perlu ada penguatan Pendidikan karakter agar melahirkan Pendidikan yang humanis. Pentingnya program P3K bagi kalangan pendidik untuk mengisi ulang nilai-nilai Pendidikan yang begitu penting bagi kemanusiaan.

Pendidikan karakter bangsa ini “seakan” sudah kehilangan roh alias merosot dengan dalih kebebasan berbicara tanpa dibingkai oleh kesantunan konstruktif berbahasa. Kata-kata yang tidak pantas keluar di forum publik yang terhormat justru keluar menjadi tontonan para generasi muda seperti kata bajingan, dungu, anjing, dan tolol. Seorang pendidik harus menghindari keluar kata-kata seperti tersebut. Kesantunan berbahasa harus tetap tejaga di kalangan pendidik dihadapan para siswa.  

Pendidikan karakter memang merupakan aspek yang krusial dan tidak bisa diabaikan dalam pembentukan generasi muda yang berkualitas dan berintegritas. Guru memegang peran penting dalam proses ini, karena mereka memiliki potensi untuk membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada para pelajar di rumah-rumag pendidikan. Oleh karena itu, program penguatan Pendidikan karakter bagi guru tidak boleh kendor. P3K bagi guru untuk membangun karakter guru sebagai mirat di kalangan siswa. Mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai dasar pendidikan karakter adalah langkah yang esensial untuk menjamin keberhasilan program  tersebut.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk mendidik generasi muda agar memiliki nilai-nilai Pancasila yang kuat sebagai dasar dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Namun, kesuksesan program ini sangat bergantung pada kualitas dan komitmen guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, membangun karakter guru menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Bagaimana untuk mewujudkan Langkah ini yaitu menguatkan P3K (Program Penguatan Pendidikan Karakter) bagi guru dalam mengemban tugas mendidik sebagai kemuliaan.

Pertama-tama, karakter guru yang kuat haruslah mencerminkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Guru harus menjadi contoh nyata dari nilai-nilai seperti gotong royong, persatuan, dan keadilan. Mereka perlu memahami dan menerapkan nilai-nilai ini dalam interaksi dengan rekan kerja, siswa, dan masyarakat sekitar. Dengan menjadi teladan yang baik, guru dapat membimbing siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Sekolah harus harus menguatkan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K) bagi guru-guru agar nilai-nilai karakter tidak tergilas oleh roda digitalisasi. Berakhlak, gotong royong, dan berpikir kritis bukan berpikir ekstrem dan radikal. 

Kedua, seorang guru yang memiliki karakter yang baik juga akan mampu mengembangkan hubungan yang positif dengan siswa. Komunikasi yang baik, empati, dan perhatian kepada kebutuhan siswa adalah ciri-ciri seorang guru yang memiliki karakter baik. Guru yang dapat mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan dukungan kepada siswa akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan karakter yang positif.

Selanjutnya, membangun karakter guru juga melibatkan peningkatan profesionalisme dan integritas. Guru harus menjunjung tinggi etika profesional dan bertindak dengan integritas tinggi dalam setiap tindakan mereka. Mereka harus mampu mengambil keputusan yang adil dan benar, serta menjaga kejujuran dalam segala hal. Guru yang memiliki integritas yang kuat akan memberikan contoh yang baik bagi siswa dalam menghadapi dilema moral dan etika.

Selain itu, karakter guru yang kuat juga tercermin dalam kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam dunia pendidikan. Dunia terus berkembang, dan guru perlu memiliki keterbukaan terhadap inovasi dan perubahan dalam metode pengajaran. Ketika guru menunjukkan sikap belajar yang sepanjang hayat, mereka akan memberikan contoh yang baik bagi siswa tentang pentingnya terus mengembangkan diri.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila harus disinergikan dengan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K) bagi guru. tidak hanya tentang pengajaran nilai-nilai, tetapi juga tentang pengintegrasian nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru perlu memahami bahwa pendidikan karakter bukan hanya sesi pelajaran khusus, tetapi juga bagian dari setiap aspek pembelajaran masing-masing mata pelajaran. Guru harus mampu mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan materi pelajaran yang ada, sehingga siswa dapat melihat relevansi dan pentingnya nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka.

Membangun karakter guru sebelum mereka mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah langkah yang krusial dalam mencapai tujuan pendidikan karakter. Guru yang memiliki karakter yang kuat akan mampu menjadi teladan, menciptakan lingkungan belajar yang positif, menjunjung tinggi etika profesional, beradaptasi dengan perubahan, dan mengintegrasikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini, projek tersebut memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan dalam membentuk generasi muda yang memiliki nilai-nilai Pancasila sebagai dasar karakter yang kokoh dalam kemajuan.

Program ini juga membantu mengatasi tantangan moral yang ada dalam masyarakat. Dengan mengedepankan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati, guru dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih sadar etika. Mereka akan mendidik siswa untuk menjadi individu yang menghargai norma-norma sosial dan mematuhi hukum dengan penuh kesadaran. Oleh karena itu, investasi dalam program pendidikan karakter bagi guru adalah langkah bijak menuju masa depan yang lebih baik.

Semua itu harus terakumulasi dengan program sekolah yang harus menguatkan program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K) bagi guru untuk menuju Pendidikan yang humanis sebagai mercu suar peradaban kemanusian pada rumah-rumah pendidikan.

wartawan
I Komang Warsa
Category

DPRD Bangli Terima RAPBD 2027 Senilai Rp1,32 Triliun, Fraksi-Fraksi Tekankan Keadilan dan Efektivitas Anggaran

balitribune.co.id | Bangli - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.