Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Penyaluran Hari Ketiga, Ribuan Paket Sembako Dibagikan GMT di Desa Adat Bugbug

Bali Tribune / Penyerahan bantuan sembako di Desa Bugbug

balitribune.co.id | Amlapura - Tokoh Partai Golkar yang juga mantan Wakil Bupati Karangasem, I Made Sukerana bersama Anggota DPRD Karangasem dari Fraksi Golkar, I Komang Mustika Jaya, dan sejumlah Relawan GMT kembali menyalurkan bantuan di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem. penyaluran sembako di desa ini memang dilakukan dalam tiga tahap, atau selama tiga hari dengan harapan seluruh warga di Desa Adat Bugbug bisa menerima bantuan sembako dari keluarga besar GMT.

Berbeda dengan penyaluran bantuan sebelumnya, untuk penyaluran tahap kali ini, ribuan paket bantuan sembako GMT ini menyasar warga di lima banjar adat dan tiga dadia di Desa Bugbug. Penyerahan bantuan dilaksanakan oleh I Made Sukerana dan I Komang Mustika Jaya, serta diterima oleh perwakilan dari masing-masing klian Banjar Adat penerima, untuk selanjutnya dibagikan kepada warga mereka masing-masing sesuai data yang diusulkan.

“Untuk di Desa Bugbug masih ada satu banjar yang belum tersaluri bantuan Sembako, sementara sisanya sudah tersaluri bantuan,” ungkap Penanggungjawab GMT, I Gusti Made Tusan, yang juga suami dari Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri ini, Rabu (19/8/2020).

Dikatakannya, memang masih ada sejumlah banjar dinas dan dadia di satu dua kecamatan di Kabupaten Karangasem yang belum tersaluri bantuan. Salah satunya di Desa Seraya Timur, dimana masih ada sebanyak 470 Kepala Keluarga belum mendapatkan bantuan sembako dari Semeton GMT.

“Kita sih berharap kalau bisa, semua masyarakat di Kabupaten Karangasem tersaluri bantuan sembako GMT,” harapnya. Sehingga seluruh masyarakat di Karangasem bisa terbantu dan teringankan bebannya ditengah himpitan ekonomi akibat dampak Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum diketahui kapan akan berakhir.

Sementara itu, banjar adat di Desa Bugbug yang digelontor bantuan sembako oleh GMT masing-masing, Banjar Adat Segha 271 paket, Banjar Adat Madya 332 paket, Banjar Adat Bukit Asah 103 paket, Dadia Tutuan Bugbug 14 paket, Dadia Tutuan Tinggi 24 paket, Dadia Tutuan Bugbug Tengah 21 paket, Banjar Adat Bencingah 178 paket dan Banjar Adat Dukuh Tengah sebanyak 485 paket, sehingga total bantuan yang disalurkan untuk tahap ini sebanyak 1.109 paket.

wartawan
Husaen SS.
Category

BLDF Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Tahura Pemogan

balitribune.co.id I Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali melaksanakan penanaman bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Pemogan, Bali, pada Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari upaya pelestarian yang telah dilakukan sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen BLDF dalam mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Kebakaran di Jalan Nakula, 85 KK Kehilangan Rumah

balitribune.co.id I Denpasar - Kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula Pemecutan Kelod Denpasar menyisakan kesedihan bagi puluhan warga yang tinggal di lokasi. Dari catatan Dinas Sosial Kota Denpasar, baru terdata ada 85 KK yang terdampak dari musibah kebakaran tersebut. Hingga kini Dinsos Denpasar terus melakukan pendataan kepada warga yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

10 Hari Hilang,  Dadong Geloh Ditemukan Meninggal di Jurang

balitribune.co.id I Gianyar -  Ni Wayan Geloh alias Dadong Geloh (78), warga Banjar Perean, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 10 hari dilaporkan hilang. Jasad korban ditemukan di dasar jurang sekitar 500 meter dari rumahnya, Selasa (1/9/2026) sore.

Penemuan korban mengakhiri pencarian yang dilakukan keluarga bersama aparat desa dan masyarakat sejak Geloh dilaporkan hilang pada 21 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Bangli Desak Evaluasi Total Penataan PNS di Setiap OPD

balitribune.co.id | Bangli - Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika, mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli untuk segera mengevaluasi dan menata ulang pendistribusian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dinilai mendesak agar penempatan pegawai benar-benar selaras dengan Analisis Beban Kerja (ABK) dan prioritas program pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.