balitribune.co.id | Denpasar - Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia 2026, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali menyelenggarakan webinar bertajuk "Mewujudkan Generasi Berwawasan Kependudukan Menuju Indonesia Emas 2045" pada Selasa (8/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, hingga penyuluh KB se-Bali. Webinar ini bertujuan memperkuat peran pendidikan kependudukan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang unggul dan berkualitas.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., dalam sambutannya menekankan bahwa penduduk bukan sekadar angka, melainkan subjek sekaligus modal utama pembangunan bangsa.
Ia menyoroti bahwa bonus demografi yang saat ini dinikmati Indonesia merupakan peluang emas yang harus dikelola dengan peningkatan kualitas SDM. "Kita menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari struktur penduduk yang menuju masyarakat menua, urbanisasi, hingga perkembangan teknologi. Generasi muda harus dibekali wawasan kependudukan agar mampu mengambil keputusan bijak untuk masa depan mereka dan bangsa," ujar dr. Sukardiasih.
Sinergi antara instansi pendidikan dan BKKBN menjadi sorotan utama dalam webinar tersebut. I Gusti Ngurah Dwi Suwariantha, SSTP., M.AP., Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, menegaskan peran sekolah sebagai agen perubahan sosial. Sekolah diharapkan menjadi pusat pembentukan karakter yang mampu menyiapkan generasi muda untuk memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas Ahli Madya Disdikpora Provinsi Bali, Putu Rusmila Dewi Kesiman, S.Pd., M.Pd., memaparkan implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program ini mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam:
- Kegiatan belajar mengajar (kurikuler).
- Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
- Penciptaan budaya sekolah yang sadar akan isu kependudukan.
Melalui program SSK, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami teori secara akademis, tetapi mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-har seperti merencanakan masa depan, menjaga kesehatan reproduksi, serta memiliki kepedulian sosial terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat.
Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali berharap webinar ini menjadi langkah nyata dalam menyatukan langkah antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Sinergi ini diyakini sebagai kunci utama dalam mencetak generasi Indonesia yang berdaya saing, kompetitif, dan memiliki wawasan kependudukan yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.