Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Persahabatan Indonesia-Jerman dan Partisipasi Masyarakat

Bali Tribune / Putu Suasta - Alumnus UGM dan Cornell University
balitribune.co.id | Partisipasi dan peran serta masyarakat sungguh mutlak dan strategis bagi terciptanya hubungan harmonis antar bangsa. Upaya kerjasama antar pemerintah yang dikenal dengan G to G, menjadi lebih optimal apabila masyarakat antar bangsa, mengambil bagian secara aktif sesuai bidang profesi dan peminatannya. Demikian sari pendapat berbagai tokoh yang mengemuka selama penyelenggaraan kegiatan bersama Wisma Jerman dengan Kantor Pos dan Filateli Surabaya, akhir Pebruari lalu.
 
Mike Neuber, direktur Wisma Jerman di Surabaya menuturkan bahwa kerjasama antar bangsa akan memberi hasil optimal apabila masyarakat mampu mengisi ruang dan peluang yang tersedia. Pemerintah biasanya membangun kerangka besar kerjasama, baik bilateral maupun multilateral, yang perlu diisi  oleh masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya, lanjut Mike.
 
Selanjutnya, Dino Aryadi, Kepala Kantor Pos Surabaya menyampaikan bahwa gairah partisipasi masyarakat untuk ikut  ambil bagian dalam kerjasama antar bangsa, akan melahirkan kreativitas-kreativitas baru, diantaranya dalam memperkenalkan kekayaan dan keanekaragaman alam dan budaya suatu masyarakat. Dalam konteks Indonesia, lanjut  Dino, masyarakat dapat mewujudkan tersedianya informasi yang utuh berupa buku dan katalog destinasi wisata yang menarik dalam berbagai bahasa.
 
Sependapat dengan Dino,  Valentino Barus menegaskan bahwa pola dan hubungan antar bangsa yang berubah cepat dan dinamis, harus disikapi dengan pendekatan kreatif yang kaya dengan terobosan baru. "...Media komunikasi lama yang masih relevan, seperti perangko misalnya, perlu disandingkan dengan sarana dan pola baru komunikasi" lanjut Valentino.
 
Seiring dengan redupnya peran dan fungsi perangko sebagai alat bayar porto, semestinya diimbangi dengan peningkatan peran dan fungsinya sebagai alat untuk melestarikan dan mensosialisasikan kekayaan alam dan keanekaragaman  budaya bangsa. Untuk itu dibutuhkan keberanian dan kemampuan para pemimpin untuk bekerjasama dengan para blogger dan  memanfaatkan tokoh idola baru, seperti halnya diva baru yang lahir di tengah masyarakat, khususnya kaum milenial.
 
Selain itu, kegiatan masyarakat berupa pameran bersama perangko Indonesia dan perangko Jerman, sebagaimana dilakukan oleh Christian Tyrris, Lidya dan Dennis perlu dilaksanakan secara lebih menarik sesuai selera milenial.  Menghadirkan tokoh idola milenial di ruang pameran dan foto bersama idola dalam perangko merupakan beberapa diantaranya.
 
Sementara itu, upaya untuk terus saling berbagi informasi tentang berbagai aspek akan menambah saling pengertian antar bangsa. Bukankah pepatah mengatakan "tak kenal, maka tak sayang". Karena itu, niat dan tekad Mike Neuber dari Wisma Jerman dan Valentino untuk menghadirkan buku "Indonesia Through Stamps" dalam versi Jerman segera terealisasi dalam rangka memperkaya khasanah Indonesia di tengah masyarakat Jerman.
wartawan
Putu Suasta
Category

BKSAP DPR RI Kunjungi Pemkot Denpasar, Bahas Waste Management dan Quality Tourism

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan bahwa Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar, memerlukan perhatian lebih besar dari pemerintah pusat untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan kualitas pariwisata. 

Baca Selengkapnya icon click

OJK, PPATK dan BSSN Sepakat Jaga Integritas Sektor Jasa Keuangan

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) menyepakati perjanjian kerja sama terpisah dalam memperkuat sinergi untuk menjaga integritas dan keamanan sektor jasa keuangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.