Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

Setop Kresek
Bali Tribune / SETOP KRESEK - Para pedagang mulai memberikan pengumuman tak lagi menyediakan kresek dan mengingatkan pembeli agar membawa tas belanjaan ke pasar.

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Pantauan di lapangan menunjukkan banyak pedagang mulai memasang papan pengumuman yang menyatakan tidak lagi melayani pemberian kantong plastik gratis. Saat ini, harga plastik kresek di pasaran terpantau melonjak, mulai dari Rp500 untuk ukuran kecil hingga Rp4.000 untuk ukuran besar per lembarnya.

Kenaikan ini memaksa pedagang mengambil langkah tegas. Jika sebelumnya kantong plastik diberikan secara cuma-cuma, kini pedagang terpaksa membebankan biaya plastik kepada konsumen. Namun, untuk menghindari beban biaya tambahan bagi pembeli, pedagang sangat menyarankan warga membawa tas belanja sendiri dari rumah.

"Semua kemasan plastik harganya naik. Saya sempat terpikir menaikkan harga sayuran yang butuh pembungkus, tapi karena harga kebutuhan pokok lainnya juga sedang naik, rasanya sulit kalau harus membebani pembeli lagi. Solusi terbaiknya adalah meminta pembeli membawa tas belanja sendiri," ujar Bu Ngah, salah seorang pedagang sayur di Pasar Tapian, Kesiman, Denpasar Timur.

Fenomena ini secara tidak langsung mendukung program pemerintah daerah dalam pengurangan sampah plastik di Bali. Selain membantu menekan pengeluaran pedagang, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan saat berbelanja.

wartawan
JRO
Category

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG, Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Merespons situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok pangan di wilayah Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.