Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Proses Ngadegang Bendesa Adat Dilanjutkan, Diyakini Tak Pengaruhi Kondusifitas Pilkada

Bali Tribune / I Nengah Subagia

balitribune.co.id | Negara - Setelah sempat ditunda pelaksanaanya, kini tahapan ngadegang (pengangkatan) bendesa dan prajuru adat dipastikan dapat dilanjutkan. Diyakini proses ngadegang bendesa dan prajuru adat yang tidak lagi melalui pemilihan langsung tidak akan mengganggu kondusifitas tahapan Pilkada serentak 2020.

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, I Nengah Subagi dikonfirmas Kamis (13/2) malam mengakui sebelumnya tahapan ngadegang bendesa dan prajuru adat di belasan desa adat di Jembrana  sempat ditunda. Namun setelah adanya petunjuk dari MDA Provinsi Bali kini tahapan ngadegang bendesa dan prajuru adat kin bisa dilanjutkan kembali. “Sempat kemarin ditunda, tapi setelah diberlakukan tatanan kehidupan Bali era baru, penundaan sudah dicabut sehingga bisa dilaksanakan lagi” ujar Bendesa Baler Bale Agung, Negara ini.

Menurutnya, berdasarkan petunjuk dari MDA Provinsi Bali ada sejumlah opsi yang diberikan untuk dilaksanakan di masing-masing desa adat yang masa ayahan bendesa dan prajurunya telah berakhir maupun akan berakhir. Bagi desa adat yang bendesa dan prajurunya habis dan akan habis masa ayahannya namun telah berproses untuk ngadegang bendesa tetapi bendesa dan prajurunya belum dikukuhkan, setelah sempat ditunda maka sekarang prosesnya dilanjutkan kembali sampai bendesa dan prajuru desa adatnya dikukuhkan.

“Yang belum dikukuhkan sekarang dilanjutkan mohon penetapan dan pengukuhan, dikasi waktu dua bulan setelah penundaan dicabut per 20 Juli 2020” ungkapnya. Opsi kedua, bagi desa adat yang bendesa dan prajurunya habis dan akan habis masa ayahannya namun telah berjalan prosesnya tetapi belum ada bendesa terpilih setelah dicabutnya penundaan, sekarang dilanjutkan prosesnya sampai terpilih dan dikukuhkannya bendesa dan prajuru. “Opsi yang ketiga ini dikasi waktu tiga bulan sejak dicabutnya edaran penundaan” jelasnya.

Opsi ketiga bagi bendesa dan prajuru desa adat yang masa ayahannya berakhir setelah cicabutnya penundaan, diintruksi untuk melakukan ngadegang bendesa dengan persyaratan yang baru. “Persyaratan baru ini tentunya harus membuat prerarem” jelasnya. Ia menyebut saat ini di Jembrana ada 15 desa adat yang masa jabatan bendesa dan prajurunya habis masa ayahannya. Ia pun menyakin proses ngadengang bendesa dan prajuru adat yang tidak lagi melalui pemilihan langsung tidak akan mempengaruhi kondusifitas di masa Pilkada.

“Kalau ngedegang bedesa dan Pilkada saya rasa bisa berjalan beriringan karena kalau desa adat itu ada kearifan lokalnya dan sekrang tidak ada lagi pemilihan secara langsung seperti dulu lagi yang dapat berpotensi mengganggu kondusifitas masyarakat, sekrang sudah musyarawah mufakat” paparnya Ia menekankan dan menegaskan kreteria bendesa dan prajuru yang harus diperhatikan. Seorang bendesa dan prajuru menurutnya harus berstatus sebagai krama adat dan benar-benar aktif dalam kegiatan krama adat mulai dari tingkat tempek.

“Jangan sampai orang-orang yang tidak pernah kita ajak mekrama apalagi tidak metempek dan mebanjar yang terpilih, bukan krama tamiu. Kalo distressing, harus dari bawah. Saya tidak setuju bukan krama adat jadi prajuru, kengken unduk to? Adat rohnya paras paros sagilik saguluk sabayantaka” tegasnya. Begitupula terkait adanya sampradaya yang makin mencuat belakangan ini, menurutnya MDA Kabupaten bersifat hirarki dengan MDA Provinsi Bali, “dari provinsi apa yang menjadi pedoman untuk desa datangnya melalui MDA Kabupaten” ujarnya.

alam pengangkatan prajuru disetiap tingkatan mulai dari tempak hingga desa adat ia menegaskan haruslah krama hindu Bali yang tidak meninggalkan dan menggantikan akar tradisi, budaya, adat istiadat Bali dan agama Hindu di Bali,  “adat sebagai ujung tombak dan benteng terakhir pelestarinya, jangan sampai memberikan ruang merusak tatanan kehidupan adat dan agama Hindu di Bali. Bali ini mengahasilkan devisa Rp 234 triliun dari tradisi dan budayanya, coba kalau tidak dilestarikan. Disinilah peran Desa Adat”tandasnya. 

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Kebut Pemulihan Pascabencana di Banjar dan Seririt, Bupati Buleleng Prioritaskan Kebutuhan Dasar Jelang Nyepi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mengebut proses pemulihan pascabencana alam yang melanda Kecamatan Banjar dan Kecamatan Seririt pekan lalu. Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Bupati Buleleng menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan pembersihan lokasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Baca Selengkapnya icon click

Tujuh Hari Pencarian Nihil, Basarnas Tutup Operasi SAR di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Memasuki hari ketujuh, operasi pencarian terhadap satu korban tersisa akibat bencana alam di Kabupaten Buleleng resmi ditutup. Keputusan ini diambil sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) setelah upaya maksimal yang dikerahkan oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Buka Rapat Posyandu 6 SPM, Bunda Rai Soroti Pentingnya Bidang Kesehatan dalam Pencegahan Stunting

balitribune.co.id | Tabanan – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka pertemuan Advokasi dan Koordinasi Pengelolaan Posyandu (Rapat Tim Pembina Posyandu 6 SPM Bidang Kesehatan) Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Warung CS Bedha, Wanasara, Bongan, Tabanan, Kamis (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Kesehatan Ajak Peserta Rutin Cek Status Kepesertaan JKN

balitribune.co.id I Semarapura - Sebagai salah satu bentuk implementasi perlindungan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga mendapat kepastian jaminan kesehatan maka BPJS Kesehatan mengajak seluruh peserta JKN untuk rutin mengecek status kepesertaannya. Seruan ini tidak terlepas dari beberapa kejadian peserta yang kepesertaannya nonaktif saat mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Bupati Satria Tekankan Kesiapan Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” yang berlangsung di lapangan Markas Komando (Mako) Polres Klungkung, Kamis (12/3/2026). Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapan akhir personel maupun sarana prasarana dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Dorong Pelestarian Tradisi Budaya Lewat Dana Bantuan Ngaben Massal

balitribune.co.id I Semarapura - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung dalam menjaga kelestarian adat dan budaya terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Sosialisasi Bantuan Pitra Yadnya (Ngaben Massal) Berbasis Desa Adat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Kabupaten Klungkung, Kamis (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.