Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Putu Leong Ditangkap KPK : Keluarga dan Demokrat Bali Kaget

musda
Rumah mewah Putu Leong di Banjar Tegal Kuning, Bongkasa Kecamatan Abiansemal, Badung.

Mangupura, Bali Tribune

Penangkapan anggota DPR RI Dapil Bali, I Putu "Leong" Sudiartana oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  melalui sebuah operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa malam (28/6), membuat kaget keluarga dan kerabatnya. Pihak keluarga mengaku tidak tahu menahu dengan kasus yang membelit Putu Leong  di Jakarta. Bahkan, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta juga kaget.

Saat ditemui di rumah kediaman Putu Leong di Banjar Tegal Kuning, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (29/6), keluarga mengaku baru tahu informasi penangkapan anggota keluarganya dari berita TV dan media sosial. “Saya tidak tahu apa masalahnya. Istrinya (istri Putu Leong, red) juga mungkin belum  tahu," kata Gede Pande Eka Prayika, kerabat Putu Leong.

Kemarin, rumah politisi Partai Demokrat itu nampak seperti biasa, tidak ada aktivitas berarti di rumah megah dengan cat biru itu. Hanya ada beberapa warga dan kerabat datang menanyakan kebenaran berita penangkatan tersebut. Namun karena pihak keluarga juga tidak tahu masalah, mereka pun tidak memberikan jawaban memuaskan.

"Pihak keluarga belum tahu kasus apa yang menimpa Pak Putu di Jakarta. Jadi belum bisa komentar apa," timpal tetangga Putu Leong yang juga mantan Kelian Dinas Banjar Tegal Kuning, Kadek Sita.

Namun di mata keluarga dan kerabatnya, Putu Leong dikenal royal dan "bares" (dermawan, red) kepada masyarakat sekitar. Putu Leong juga baik di mata masyarakat, baik sebelum maupun setelah duduk sebagai legislator Senayan. “Beliau sangat baik dan diterima oleh seluruh warga. Beliau juga senang berbaur," kata Sita.

Sebelum meniti karir di Jakarta dan terpilih sebagai anggota DPR RI, Sudiartana juga pernah hidup susah. Ia bahkan pernah bekerja sebagai tukang "sun bias" (tukang angkut pasir, red). Perjalanan hidup pria berkepala pelontos itu mulai berubah ketika tamat pendidikan di BPLP, lanjut menjadi seorang tur guide sekitar tahun 1989. Lalu berangkat ke Jakarta dan beberapa tahun kemudian setelah sukses baru balik dan terjun ke politik. "Sebelum jadi seperti sekarang ini (jadi anggota DPR RI, red) beliau benar-benar berasal dari bawah," tandasnya.

Hal senada disampaikan Pande Eka Prayika. Menurut kerabat Putu Leong yang juga Ketua LSM Jarrak Bali ini, Putu Leong sangat sosial. Meski sering ada di luar daerah, ia selalu menyempatkan diri hadir kalau ada hajatan di desanya.  

 

Enggan

 Sementara Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, dihubungi terpisah kemarin, tidak berkomentar banyak karena masih menunggu status dari Putu Leong oleh KPK. "Terus terang saya kaget, karena mendengar kabar ini dari kawan-kawan wartawan," ujarnya melalui sambungan telepon.

Saat ditanya sikap partai terkait kasus yang membelit Putu Leong, Mudarta memilih bungkam. "Ini kan masih ditangani KPK, jadi kami belum bisa berkomentar. Kami menunggu pernyataan resmi KPK tentang status Pak Sudiartana," tegas politisi asal Jembrana itu.

Terakhir Mudarta bertemu Sudiartana saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Bali tanggal 15-16 Mei lalu. Selanjutnya, keduanya lebih banyak berkomunikasi melalui saluran telepon.

Hal tak jauh berbeda dilontarkan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem, Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senopati. Gus Wawan, sapaan akrabnya, mengaku terakhir bertemu dengan Putu Sudiartana sekitar pekan lalu. "Kita hanya kopi bersama saja waktu itu," ucapnya.

Gus Wawan juga mengaku kaget dengan kabar penangkapan Sudiartana, yang juga Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat. "Kita hormati proses yang ada di KPK. Jadi untuk sementara kami belum bisa berkomentar," kata Gus Wawan, yang juga sahabat Sudiartana.

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Nengah Tamba, politisi Partai Demokrat asal Jembrana yang juga teman seperjuangan Sudiartana. "Terus terang saya kaget mendengar kabar ini. Tetapi kami belum bisa berkomentar banyak, karena kan masih diproses di KPK," tandas Tamba, yang juga Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Bali I Wayan Adnyana, juga kaget bukan kepalang mendegar kabar ini. Ia mengaku baru mengetahui melalui pemberitaan di media online, sehingga belum tahu detilnya seperti apa.

"Saya cukup dekat dengan dia. Terakhir bertemu saya dua Minggu yang lalu. Kan sempat dia datang ke rumah saya dua minggu lalu, saat dia pulang ke Bali," jelas politisi asal Tabanan itu.

Dalam pertemuan tersebut, Adnyana mengajak Sudiartana turun ke masyarakat di Kembang Mertha, Bedugul, Tabanan.  Anggota Komisi III DPRD Bali ini berharap kasus yang menimpa Sudiartana ini tidak serius.

wartawan
redaksi
Category

Geger! Potongan Tubuh Manusia Bertato Bunda Maria Ditemukan di Pantai Ketewel Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Menyusul temuan tubuh manusia yang sudah berupa kerangka tanpa kepala di pantai Ceningan, Nusa  Penida, kali initemuan potongan tubuh manusia kembali gegerkan Warga Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Entah ada kaitannya atau tidak, potongan tubuh berupa kepala dan bagian tubuh lainnya ditemukan terdampar di Muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Ketewel, Sukawati, Kamis (26/2/2026) pagi.

Baca Selengkapnya icon click

Sudah 5 Tahun Terkunci, Warga Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi Desak Pemerintah Buka Pemblokiran Aset

balitribune.co.id | Tabanan – Forum Perbekel Desa Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi menuntut kejelasan resmi dari pemerintah terkait status lahan warga menyusul berakhirnya masa berlaku penetapan lokasi (Penlok) atas rencana proyek tersebut. Para kepala desa mendesak agar pemblokiran aset segera dibuka secara formal agar masyarakat bisa kembali mengelola lahan mereka, baik untuk keperluan transaksi jual beli maupun agunan perbankan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beda Fakta dengan Pertamina, Peneliti Temukan Residu Minyak Terendap di Akar Mangrove Tahura

balitribune.co.id | Denpasar - Hasil uji laboratorium terhadap sampel sedimen dan air di kawasan hutan mangrove milik KSOP dan Pelindo mengungkap fakta baru. Tanah di sekitar perakaran (rhizosfer) mangrove dinyatakan positif tercemar senyawa hidrokarbon yang identik dengan bahan bakar minyak jenis diesel atau solar.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Gus Par Dukung Percepatan Government Technology dan Transformasi Digital Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan implementasi Government Technology (GovTech) sebagai langkah strategis menuju transformasi digital pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaga Harmoni di Hari Suci, Pemerintah Kabupaten Tabanan Sepakati Seruan Bersama Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyepakati “Seruan Bersama” dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah menyusul beriringannya pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dengan Malam Takbiran Idul Fitri.

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Optimis Penetapan Pimpinan Baru Memperkuat Perlindungan Pekerja

balitribune.co.id | Gianyar - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi menetapkan kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.