Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Refleksi HGN dan HUT PGRI ke-74

Bali Tribune/ IB Putu Sudiarta

Oleh: IB Putu Sudiarta  Balitribune.co.id - TANGGAL 25 November 2019 ini guru-guru di seluruh Indonesia merayakan ulang tahun organisasinya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang ke-74. Ulang tahun ini menjadi lebih istimewa, sebab terjadi pergantian pimpinan dalam hal ini Mendiknas dari Prof Muhadjir Effendi kepada menteri baru Nadiem Makarim. Padahal masih banyak hal yang belum tuntas dilakukan pemerintahan periode Kabinet Kerja jilid I. Memang waktu lima tahun belum bisa menuntaskan seluruh program yang dirancang, bahkan beberapa target yang diharapkan tuntas ternyata belum bisa dirampungkan. Kini menteri baru dengan ide dan karakter yang baru diharapkan bisa menuntaskan program menteri sebelumnya dan mewujudkan program cerdas baru dalam Kebinet Kerja jilid II (Indonesia Maju) ini. Ke depan, Menteri Pendidikan yang baru dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo, menempatkan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi targetnya. Tidak salah kalau tema peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 dan Hari Ulang Tahun ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memasang tema, “Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”. Hal itu, berarti guru masih dipercaya untuk menjadi pilar dan tombak pertama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia maju dan sejahtera. Bahkan slogan lain yang disiapkan dengan SDM unggul ini adalah menyiapkan Generasi Emas Tahun 2045 mendatang. Hal paling serius yang harus dilakukan pemerintahan kabinet kerja I dan II ini adalah tetap pada kerja yang tulus, jujur dan  lurus. Bagaimana mengapresiasi kerja kita yang semakin jujur, tulus dan lurus. Ini membutuhkan kesiapan mental spiritual yang kuat, sebab terkait reformasi kultural: mengubah mindset dari yang sebelumnya pekerja yang tidak jujur, tidak tulus dan tidak lurus. Karakteristik pada guru yang penuh dedikasi dan pendidik yang terbangun dalam membina, mendampingi, membimbing dan melatih anak-anak didik yang diharapkan menjadi generasi lebih baik dari kita semuanya. Tentu anak didik yang makin dewasa, berkepribadian sehat jasmani berbudi luhur, sopan santun dan berjiwa mandiri. Namun kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI (2019-2024) baru Nadiem Makarin dengan program lompatan “out off the box” akan menerapkan jurus baru dalam mengelola pendidikan di negeri ini mulai TK PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Namun, sepertinya Pak Menteri dengan berbekal skill yang lebih dikenal sebagai juragan GOjEK ini menjadi lebih agresif dan mengapresiasi para guru yang diharapkan menjadi lebih awal digarapnya. Kemampuan guru akan menjadi lebih dikedepankan dalam hal ini, skill bagaimana melakukan pembimbingan kepada sisiwa yang mampu menghasilkan siswa yang mempunyai skill dan bisa dihandalkan menjadi generasi mandiri dan mampu menyesuaikan dengan peluang kerja atau menciptakan lapangan kerja yang bernuansa Teknologi Informasi (TI). Guru menjadi sangat penting, bahkan karena guru menjadi kendali utama harus mampu memahami kondisi, karakter, kompetensi dan potensi siswa yang sebenarnya berbasis teknologi informasi. Kemudian ketika isu itu menjadi ikon dalam kepemimpinan Menteri Nadim Makarim ini, sebagian guru yang masih aktif dengan berbagai status baik pegawai negeri sipil (PNS), kontrak pemda kab/kota, kontrak provinsi, kontrak yayasan, dll lainnya memang membutuhkan kesiapan menyusul hal tersebut sudah menjadi wacana ke depan pada era kabinet kerja jilid II ini. Guru masih banyak yang gagap teknologi menjadi kendala dalam program menteri baru nantinya. Kalau memang dipaksakan agar secepatnya terwujud sesuai harapan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi sebenarnya ada hal yang paling mendasar yang memerlukan kajian bahwa guru sebagai kendali memang perlu direorientasi lagi bahwa skill guru menjadi lebih penting. Sebab, ketika guru yang berasal dari sekolah pendidikan guru (SPG) setingkat SMA sudah mendapatkan materi lebih banyak tentang paedagogis, didaktik metodik, psyikologi pendidikan, psykologi perkembangan anak, dan psykologi sosial, akan lebih kuat, tahan dan kuat dalam mengelola kelas. bahkan, kini lembaga pencetak tenaga kependidikan saja yang belajarnya selama 4 tahun (8 semester) dirasa belum mapan menjadi guru. Bahkan sebelumnya ada wacana akan muncul program Pendidikan Profesional Guru (PPG), baik dana pemerintah maupun dana mandiri. Itu artinya kepercayaan terhadap lembaga pencetak tenaga kependidikan (LPTK) oleh perguruan tinggi belum mampu memberikan kepuasan pemerintah dan masyarakat. Sebagai pemerhati dan praktisi pendidikan penulis berharap adanya reorientasi pendidikan keguruan di tingkat sekolah menengah. Artinya seperti menyiapkan tenaga kepariwisataan mulai dari tingkat sekolah menengah (SMK) dan untuk menyiapkan tenaga kependidikan lebih awal pada tingkat sekolah menengah seperti Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang pernah ada di negeri ini. Semoga menjadi salah satu solusi menyiapkan tenaga guru untuk tingkat dasar di negeri ini. Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yess. *** Penulis adalah praktisi pendidikan, pernah menerima Anugerah Jurnalistik Harkitnas PWI Pusat 1995 di Jakarta.

wartawan
Redaksi
Category

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click

Dilantik di Kebun Kakao, Pejabat Diminta Pikirkan Isi Perut Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Mengawali tahun 2026, sejumlah pejabat di Jembrana mengalami pergeseran. Puluhan pejabat telah dilantik dan diambil sumpahnya. Bahkan pelantikan pejabat di awal tahun ini dilakukan dengan cara yang tak biasa. Seluruh birokrat di Jembrana pun kini kembali diingatkan untuk memikirkan isi perut rakyat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.