Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Reklamasi 40 Ha Bandara Ngurah Rai, Dewan Perjuangkan Kompensasi

I Nengah Tamba
I Nengah Tamba

BALI TRIBUNE - PT Angkasa Pura (PAP) Ngurah Rai, berencana mereklamasi 40 hektar kawasan pemanfaatan untuk perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hasil reklamasi ini, nantinya akan digunakan untuk apron (parkir pesawat).

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika, juga telah merekomendasikan 40 hektar dari 50 hektar yang diusulkan PAP, untuk direklamasi. 40 hektar itu berada di kawasan pemanfaatan, sementara 10 hektar di kawasan konservasi tak boleh direklamasi.

Terkait hal ini, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Nengah Tamba, mengaku, pihaknya akan memanggil Direksi PAP. Dewan, kata dia, ingin mendapat penjelasan dari PAP terkait kajian dan penelitian dalam rencana reklamasi tersebut.

“Kami akan undang dalam waktu dekat. Kami ingin tahu, apa saja yang akan dibangun. Seperti apa mekanismenya dalam proses reklamasi laut itu untuk membuat daratan 40 hektar sesuai yang direkomendasi gubernur,” kata Tamba, di Denpasar, Rabu (25/4).

Ia menegaskan, pihaknya tak mempersoalkan rencana reklamasi itu. Yang paling penting, dampak negatifnya bisa diatasi. “Kami ingin tahu lebih detail, makanya kami perlu mengundang pihak Angkasa Pura,” ujar bakal calon anggota DPR RI dengan tagline TMS (Tamba Menuju Senayan) ini.

Politikus Demokrat asal Jembrana ini menambahkan, selain meminta penjelasan terkait teknis reklamasi, yang tak kalah penting adalah pihaknya juga akan membahas terkait kontribusi PAP bagi Bali. Menurut dia, selama ini Bali tidak mendapatkan kontribusi dari Bandara Ngurah Rai.

Rencana reklamasi perluasan bandara ini menjadi momentum untuk berjuang, agar Bali bisa mendapatkan keuntungan dari Bandara Ngurah Rai. “Hampir 17 ribu orang asing masuk Bali dari Bandara Ngurah Rai, namun Bali tidak mendapat kontribusi apapun,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, momentum ini harus dimanfaatkan agar ada pembagian keuntungan bagi Bali.

Balihidup dari Pariwisata, dan pariwisata hidup dari kebudayaan Bali. Bandara Ngurah Rai menjadi besar dan kunjugan sangat tinggi, karena pariwisata Bali berbasis budaya tersebut.

Namun peran dari Bandara Ngurah Rai untuk menjaga rutinitas budaya, adat dan agama yang ada di Bali, justru tidak ada. “Mestinya ada penyisihan keuntungan untuk budaya Bali. Budaya Bali kuat, pariwisata tetap akan berjalan, maka bandara menjadi ramai,” kata dia.

Bagi Tamba, kondisi ini yang harus disadari. Bahkan keberadaan Bandara Ngurah Rai hingga menjadi hebat seperti sekarang, tak lepas dari kebudayaan Bali yang menjadikan Bali salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia.

 “Ini yang harus dirawat. Ketika ada undang-undang bagi hasil, untuk daerah dengan hasil tambang, Bali tidak ada, karena Bali mengandalkan pariwisata. Mestinya bandara bisa memberikan kontribusi terhadap Bali,” tandas Tamba.

wartawan
San Edison
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.