Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Roadshow Pak Koster Pascabanjir

Umar Ibnu Alkhatab
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Sebagai publik, kita mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Pak Koster sebagai Gubernur Bali pascabanjir pertengahan September lalu, di samping beliau turun langsung memantau dan mengomandoi penanganan dampak banjir, beliau juga menggalang bantuan dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk menggalang donasi dari aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan Provinsi Bali, tak pelak beliau mendapatkan kritikan dari sebagian orang karena menggalang donasi tersebut, bagi mereka, Pak Koster berpotensi melakukan pungutan liar jika penggalangan donasi tesebut dilakukan dengan cara memaksa dan berada di luar aturan, tetapi Pak Koster tak surut, beliau berpatokan pada sisi kemanusiaan, bahwa setiap orang harus punya rasa peduli pada sesama, harus punya sense of crisis, terutama bagi para pegawai negeri, bahwa mereka harus punya tanggungjawab moril untuk membantu rakyat yang tengah susah, oleh karena itu Pak Koster tak nempersoalkan kritikan dari sebagian masyarakat atas langkah yang ditempuhnya itu, toh ia sendiri tidak hanya menghimbau orang lain untuk berdonasi, tetapi juga merogoh koceknya sendiri untuk berkontribusi.

Dalam kacamata kaum humanis, langkah sigap dan cepat ini memperlihatkan betapa Pak Koster memiliki rasa simpati dan empati yang kuat terhadap masa depan manusia, dalam konteks ini, beliau tidak hanya hadir sebagai pemimpin Bali, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki rasa simpati, empati, dan solider terhadap sesamanya yang sedang diliputi kedukaan akibat bencana, beliau tampil sebagai pemimpin dan pribadi sekaligus, sebagai pemimpin ia mengerahkan dan menggerakkan semua instrumen pemerintah dan negara untuk terlibat dalam penanganan banjir, ia menyusun rencana penanganan secara detail lalu mengeksekusi, mengontrol, dan mengevaluasinya secara rutin bersama elemen pemerintah dan negara, kemudian sebagai pribadi ia pun tak segan mengeluarkan sebagian hartanya untuk mereka yang terdampak, tidak heran jika penanganan banjir berjalan dengan cepat dan terukur, publik merasa kehadiran negara begitu intim, dan sekarang Pak Koster memfokuskan dirinya pada upaya mitigasi bencana, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan menaikkan rasa percaya diri masyarakat yang terdampak, itulah sebabnya beliau masih terus bergerak ke sana ke mari untuk mendapatkan sejumlah perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, khususnya dari pemerintah pusat guna memulihkan keadaan.

Kita mencatat bahwa segera setelah bencana banjir itu, Pak Koster terbang ke Jakarta untuk menemui sejumlah menteri, ia membawa proposal dan roadmap pemulihan Bali, para menteri yang ditemuinya pun merespon dengan positif, para menteri itu menganggap proposal dan raodmap itu bersifat visioner, dan karena itu mereka menilai bahwa Pak Koster memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki Bali, ketika menemui Menteri Kesehatan RI, Pak Koster membawa proposal bantuan alat kesehatan (Alkes) untuk RSUD Wangaya pasca dihantam banjir bandang, dan Menteri Kesehatan pun meresponnya dengan baik dan berjanji akan turun langsung ke Bali untuk melihat kondisi RSUD Wangaya, demikian pula saat Pak Koster menyodorkan proposal pemindahan Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Badung ke wilayah Bangli kepada Menteri Hukum pun direspon sangat positif oleh Menteri Hukum, dan Menteri Hukum menegaskan dukungannya terhadap proposal tersebut, setelah bertemu kedua menteri itu, Pak Koster bertemu dengan Ketua Komisi V DPR RI dan Kepala BPKP RI, kepada Ketua Komisi V, Pak Koster mengajukan proposal pembangunan infrastruktur prioritas tahun 2026 dan normalisasi Tukad Badung, Tukad Unda, dan tukad lainnya pasca banjir, sementara saat bertemu Kepala BPKP RI, Pak Koster meminta dukungan terkait optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing (PWA).

Tidak cukup dengan beberapa pejabat tinggi negara di atas, Pak Koster menemui Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI guna menjalin kerjasama sekaligus meminta bantuan untuk optimalisasi PWA dan penertiban turis nakal di Bali, guna memperkuat komitmen para menteri yang ditemui sebelumnya, Pak Koster menemui Menko Hukum, Ham, dan Imigrasi Pemasyarakatan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, kepada kedua menko ini, Pak Koster meminta perhatian serius mereka untuk mendukung proposal yang disampaikan oleh beliau, dalam kunjungan berikutnya, pak Koster menemui Menteri Kelautan dan Perikanan RI guna mempercepat pembangunan Pelabuhan Perikanan di Pengambengan Jembrana, dan setelah itu Pak Koster bertemu Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI guna membahas percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), kawasan kumuh, dan desain permukiman Bali sebagai etalase Indonesia, kita memahami bahwa pertemuan dengan sejumlah pejabat pusat adalah bentuk roadshow yang sangat strategis bagi Bali, apalagi roadshow itu dilakukan Pak Koster pasca banjir, tentu saja proposal yang dibawanya akan mendapatkan respon yang sangat positif, itulah sebabnya kita bisa mengatakan bahwa pengambilan keputusan untuk roadshow ini sangat cermat karena diambil dalam momentum yang sangat tepat.

Tentu saja, kita dapat menilai bahwa Pak Koster mampu melihat adanya peluang dari peristiwa banjir ini, beliau tidak hanya cukup dengan meminta bantuan perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga mendorong perhatian yang lebih luas terhadap Bali dari pemerintah pusat, artinya banjir yang menimpa Bali ini telah membawa Pak Koster ke alam pikiran yang optimistis, bahwa kita bisa belajar dari alam, bahwa alam memiliki cara untuk menegur kita dan memiliki metode untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan Pak Koster tampaknya melihat peristiwa "September Floods" di Bali ini sebagai peristiwa yang bisa mempertegas kembali komitmennya untuk membangun Bali dengan cara yang lebih terencana, sekaligus mempertebal konsistensinya untuk memajukan Bali dengan metode yang lebih mempertimbangkan kemaslahatan Bali di masa depan, bagi Pak Koster, banjir adalah sebuah pelajaran penting, bahwa alam harus dikelola dengan baik, alam perlu diperlakukan dengan cara lebih mulia.

Akhirnya, kita memiliki harapan yang kuat bahwa pemulihan Bali pasca banjir akan berjalan cepat, secara psikologis, mereka yang terdampak banjir telah mendapatkan perhatian yang serius dari Pak Koster sebagai Gubernur Bali dan sebagai pribadi, secara sosial, pemerintah di bawah Pak Koster terus berjuang memulihkan keadaan, dan secara keseluruhan, Pak Koster telah melakukan pendekatan strategis kepada pemerintahan pusat untuk memulihkan Bali secara komprehensif, semua sisi akan diperbaiki dan diperkuat, dan semua harapan kita tidak akan bertepuk sebelah tangan, tetapi telah disambut dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab oleh Pak Koster, itu berarti bahwa harapan kita bisa diwujudkan, dan kita akan melihat semua perubahan itu dalam waktu dekat, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 5 Oktober 2025

wartawan
Umar Ibnu Alkhatab
Category

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.