balitribune.co.id | Denpasar - Setelah menyandang status tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan, Kepala Kanwil Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, MH melakukan perlawanan dengan mempraperadilkan Kapolda Bali atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Kepastian ini disampaikan kuasa hukumnya, Gede Pasek Suardika kepada wartawan di Denpasar, Selasa (13/1).
"Akan kita uji di pengadilan karena pasal yang dipakai sudah tidak berlaku lagi. Ya, kita uji saja. Silahkan masyarakat melihat dan menilai," ungkap Pasek Suardika.
Made Daging ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan kekuasaan kewenangan jabatan Pasal 421 KUHP dan/atau Pasal 83 Undang - Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan. Penerapan Pasal ini oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali, menurut Pasek Suardika adalah ngawur.
"Ini penertapan tersangka yang ngawur karena kedua pasal sudah tidak berlaku lagi. Dan Pasal 83 sudah kadaluwarsa. Ini yang akan kita uji," katanya.
Sementara Humas Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Wayan Suarta yang dikonfirmasi Bali Tribune membenarkan praperadilan yang dilakukan oleh Made Daging.
"I Made Daging mengajukan praperadilan, terdaftar dalam perkara nomor; 1/pid.Pra/2026/pn. Dps. Hakim tunggal I Ketut Somanasa, S.H.,M.H yang akan memimpin sidang. Sidang pertama ditetapkan hari Jumat, 23 Januari 2026," terangnya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy yang di konfirmasi Bali Tribune mengatakan, akan mengecek. "Mohon bersabar ya, saya cek dulu baru kasi keterangan," jawabnya.