balitribune.co.id I Denpasar - Masalah penanganan sampah di beberapa titik membuat oknum tak bertanggung jawab nekat membuang sampah di lahan kosong. Salah satu korbannya adalah SMP Wisata Sanur. Tumpukan sampah tak terpilah ditemukan menggunung di kebun belakang sekolah tersebut pada Selasa (14/4/2026).
Sebanyak 10 kantong plastik besar berisi campuran sampah organik dan anorganik ditemukan di area kebun yang berbatasan langsung dengan Jalan Bypass Ngurah Rai. Saat ini, sampah-sampah tersebut telah dikeluarkan dari halaman sekolah dan diletakkan di pinggir jalan untuk menunggu pengangkutan.
Kepala SMP Wisata Sanur, Ida Ayu Krisna Ari, menjelaskan bahwa temuan tersebut pertama kali diketahui pada Senin (13/4) pagi. Ia menduga aksi pembuangan liar ini dilakukan pada malam atau dini hari saat kondisi sepi. "Saat tukang kebun menyiram tanaman sampai sore, belum ada sampah itu. Kemungkinan dibuang malam atau subuh. Kondisi di sana memang rindang, jadi mungkin dikira lahan kosong," papar Dayu Krisna.
Ia mengaku geram dengan tindakan tersebut karena pihak sekolah selama ini sangat berkomitmen dalam pengelolaan sampah mandiri. Dengan total 739 siswa dan 50 guru, sekolah telah membangun empat unit teba modern dan tempat penampungan sementara. "Kami sudah melakukan pemilahan hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos. Di kelas pun selalu dikontrol oleh siswa yang piket. Tapi tiba-tiba ada kiriman sampah luar yang tidak terpilah seperti ini," keluhnya.
Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Yayasan Pembangunan Sanur untuk melaporkan kejadian ini ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah mengaku belum mendapat respon terkait pengangkutan sampah-sampah liar tersebut.