Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sungsang : Jalan Menyempurna

Bali Tribune / Ketut Sumarta
balitribune.co.id | Ruas Pekan (wuku) ke-10 dalam sistem kalender Pawukon Bali - Nusantararaya dinamakan Sungsang. Artinya: berbalik. Kenapa pada hitungan ke-10 mesti berbalik, Sungsang? 
 
Dalam banyak peradaban kewaktuan dan keangkaan manusia-manusia di dunia, angka 10 kerap kali memang digunakan untuk memformulasikan Yang Sempurna atau Kesempurnaan itu sendiri. Angka 10 bila dijumlahkan (1+0) menghasilkan: 1, Yang Tunggal, Yang Esa. 
 
Sudah begitu lama para Guru membubuhkan angka 10 maupun kelipatan 10x10 itu sebagai simbolik makna ”Yang Sempurna”. Bali sudah sejak lebih lama lagi mengguratkan jalan menyempurna nan menyeluruh itu dengan pilihan niscaya: berbalik, berbalik, berbalik lewat keberanian langkah Sungsang nyungsang-wuku Sungsang kali ini dimulai pas Minggu (Redite Kliwon, Sungsang, 4 April 2021), dan berakhir Sabtu (Saniscara Umanis, Sungsang, 10 April 2021).
 
Perhitungan bulat universal peradaban-peradaban dunia memang mengakui, menyadari, dan menerima bentangan angka dari mula awal 0 (NOL) lalu 1, 2, dan seterusnya berurutan berpuncak akhir pada angka 9. 
 
Pada sistem kewaktuan Pawukon Bali-Nusantararaya, dari 30 ruas pekan yang ada, semua diberi nama dengan makna mendalam, dari Sinta hingga Watugunung. Dari 30 wuku itu, 10 pertama sebagai tahapan awal membentang dari Sinta hingga Sungsang, lalu 10 kedua dari Dunggulan hingga Medangkungan, dan 10 lagi terakhir dari Matal sampai Watugunung. 
 
Sungsang, Medangkungan, dan Watugunung sebagai titik-titik ke-10, 20, dan 30 senantiasa mengingatkan perihal jalan berbalik lewat akhir pekan Saniscara-Umanis (9+5) ke awal pekan berikutnya Redite-Paing (5+9). Tak ubahnya perhitungan, setelah 9 lantas berbalik lagi ke awal 1 lewat angka 10, lalu pada angka ke-19 kembali ke awal 1, lalu 20 sebagai 2, 21 sebagai 3, dan demikian seterusnya. 
 
SUNGSANG pada urutan ke-10, dengan demikian, mengajak para Sahabat Pejalan Kehidupan untuk kembali lagi pada tahapan Mula Awal. Kembali pada langkah awal, berarti sama dengan membentuk lingkaran bulat-utuh-penuh, sempurna: 0. Pada saat bersamaan sekaligus juga sang pejalan kesadaran jiwa rohani berhadapan dengan diri sendiri, layaknya angka 1: tak ada siapa-siapa, selain sang Diri sendiri. 
 
Pencapaian dengan nilai sempurna dalam sepanjang sejarah peradaban manusia hingga kini juga senantiasa diwujud rupakan dengan angka 10 atau 100 yang manakala dijumlahkan tetap saja menemukan angka tunggal, ESA: 1. Manakala 1 dirangkai satu-padu diikuti dengan sang NOL, saat itulah 1 menjadi Sempurna.
 
PERTANYAAN sederhananya: kenapa mesti menempuh jalan berbalik sungsang?
Jawaban paling sederhananya: supaya Sempurna. 
 
Kata sempurna (sama—purna) artinya semua penuh, bulat. Ibarat membuat lingkaran dari senoktah awal: menjadi penuh, bulat, sempurna 360 derajat setelah berbalik. Tanpa berbalik, pembuatan lingkaran dari senoktah awal itu tidak akan pernah menjadi bulat, penuh, utuh, sempurna 360 derajat. Bukan mustahil noktah bergerak hanya membentuk setengah lingkaran alias 180 derajat. Atau malah berhenti hanya sebagai seberkas garis. Bukan lingkaran utuh, penuh, bulat, sempurna 360 derajat. 
 
PARA penempuh jalan kasujatian hidup tahu pasti: proses menyempurna itu adalah proses untuk kembali atau mawali dengan berbalik arah. Pilihan-pilihan jalan kembali dengan berbalik langkah itu bisa banyak. Bila semula Sahabat menempuh jalan ke arah timur, maka manakala kembali tentu saja Anda akan berbalik ke arah barat. Yang semula berjalan ke arah utara, bila kembali berarti akan menempuh jalan ke selatan. 
 
Begitu pula untuk arah-arah sebaliknya. Yang naik punya pilihan kembali dengan berbalik ke arah bawah-dinamakan ”turun”. Yang berputar ke kiri punya jalan kembali dengan berputar ke arah kanan. Yang terus maju, punya jalan kembali mundur. Lalu, bila Anda semula terbiasa sibuk mengejar ke luar, manakala kembali, tak ada jalan lain kecuali ini: berbalik masuk, ke dalam.
 
Selamat menyempurna dalam tuntunan waktu wuku Sungsang, Sahabat, Sameton Sami. Rahayu selalu.
wartawan
Ketut Sumarta
Category

Astra Motor Bali Matangkan Persiapan Peserta Menuju Festival Vokasi Satu Hati 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Menjelang gelaran Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 tingkat nasional yang akan diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada Februari 2026, Astra Motor Bali mulai mempersiapkan peserta terbaiknya melalui rangkaian latihan dan pembekalan rutin.

Baca Selengkapnya icon click

Bos Mafia Solar Subsidi Ditahan Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali lantaran sakit, bos gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Jalan Pemelisan, Banjar Suwung Batan Kendal, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan (Densel) berinisial NN (54) akhirnya ditahan polisi. Itu setelah ia menghadiri panggilan penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali, Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PKK Sukawati Diberi Edukasi Postur Tubuh, Pencegahan Osteoporosis, dan Pelatihan Minuman Kesehatan Beras Kencur

balitribune.co.id | Gianyar – Upaya dalam peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kegiatan tersebut bertempat di Kantor Desa Sukawati, Gianyar, tim dosen dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu PKK Desa Sukawati.

Baca Selengkapnya icon click

Cegah Anemia Sejak Dini, Tim FKIK Universitas Warmadewa Edukasi Remaja di Desa Celuk

balitribune.co.id | Gianyar — Upaya pencegahan anemia pada remaja terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pura Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Desa Celuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belasan Tutup Gorong-gorong di Jalan Raya Sading Digondol Maling

balitribune.co.id | Mangupura - Belasan tutup gorong-gorong atau "manhole" di Jalan Raya Sading,  Kecamatan Mengwi, Badung tetiba hilang digondol maling. Hilangnya tutup gorong-gorong dari besi ini tentu saja sangat membahayakan pejalan kaki. Pasalnya, gorong-gorong bak jebakan tikus bagi pejalan kaki karena bolong-bolong. Belum diketahui pasti 'tangan panjang siapa yang menggondol tutup gorong-gorong berjumlah belasan itu.

Baca Selengkapnya icon click

Pendaki Asal Badung Mengalami Hipotermia di Gunung Agung Berhasil Diselamatkan

balitribune.co.id | Amlapura - Seorang pendaki asal Kerobokan, Badung, mengalami Hipotermia saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung, pada Selasa (13/1/2026). Menerima laporan tersebut tim sar gabungan dari Basarnas, Pemandu Lokal, TNI, Kepolisian dan BPBD Karangasem pukul 02.00 Wita dini hari, langsung bergerak cepat melakukan pendakian ke lokasi korban di ketinggian 2.300 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.