Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terpapar Abu Vulkanik, Petani Jeruk Siam di Besakih Was-was

Bali Tribune/Salah seorang petani menunjukkan kebun jeruknya yang terpapar abu vulkanik.

Balitribune.co.id | Amlapura - Paparan abu vulkanik yang cukup tebal pasca terjadinya erupsi pada Kamis (11/4) malam lalu, mulai mengkhawatirkan bagi sebagian besar petani di wilayah Banjar Temukus, Banjar Angsoka, Banjar Batang dan banjar lainnya di Desa Besakih, Karangasem. Mereka was-was tanaman jeruk siam dan bunga gumitir yang menjadi andalan petani gagal panen.

Dari pantauan Bali Tribune di lokasi lahan pertanian warga di desa ini, Jumat (12/4) pagi, sejumlah petani nampak disibukkan mengurus lahan dan tanaman pertanian mereka yang rata-rata sudah siap panen yang terpapar abu vulkanik cukup tebal. Dimana pohon bunga Gumitir yang menjadi andalan di desa ini warna kuningnya berubah menjadi abu-abu saking tebalnya paparan abu. Pun demikian dengan tanaman cabe dan jeruk siam yang sudah berbuah ranum juga terpapar abu vulkanik tebal.

Untuk mengantisipasi kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh paparan abu tebal tersebut, para petani memilih menyemprot lahan pertanian mereka dengan air, ada pula yang menyemprot lahan pertanian mereka dengan obat agar tanaman mereka tidak mati.

“Disini kena dampak cukup parah Pak! Bahkan lebih parah dari sebelumnya. Kalau tidak segera ditanggulangi tanaman bunga gumitir kami ini bisa mati dengan cepat,” ungkap Mangku Wirya salah satu petani asal Banjar Temukus, Desa Besakih.

Saat ini saja dirinya mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah. Artinya jika tidak segera ditangani bisa saja hektaran tanaman gumitir miliknya tersebut bisa mati termasuk yang baru ditanam. “Kalau satu hektarnya rusak maka kami akan mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta,” sebutnya. Untung saja dia dan keluarganya bergerak cepat dengan memanen bunga gumitir yang sudah siap panen itu, kendati terpapar abu vulkanik. Sedangkan untuk menghilangkan abu pada bunga tersebut dia mencucinya dengan air.

Kekhawatiran senada juga dialami oleh Wayan Muliarta, salah satu petani asal Banjar Batang, Desa Besakih. Paparan abu vulkanik ini diakuinya sangat cepat membuat tanaman pertanian mati. Apalagi terhadap cabe, bunga gumitir dan jeruk siam. “Abu vulkanik ini kan sifatnya panas Pak, kalau dulu jeruk siam saya yang sudah berbuah mati karena rantingnya mengering. Sekarang ini pun saya khawatir kejadian serupa terjadi lagi,” ungkapnya.

Biasanya kerusakan tanaman akan terjadi jika selesai terjadi hujan abu, tidak turun hujan. Karena itu dirinya berharap hujan segera turun sehingga paparan abu bisa hanyut dan lahan pertanian jeruk siam dan gumitir miliknya bisa bersih dari paparan abu vulkanik. Diakuinya memang erupsi yang terjadi Kamis malam cukup besar, dengan suara gemuruh yang menakutkan. “Tapi warga kami di sini tetap tenang dan tidak ada yang mengungsi,” pungkasnya.

wartawan
Andy Husaen

Telkomsel Area Jawa Bali Siap Sambut Pemudik untuk Berlebaran dan Berliburan

balitribune.co.id | Denpasar - Memasuki periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, Telkomsel Area Jawa Bali menegaskan komitmen “Melayani Sepenuh Hati” bagi pelanggan untuk bisa jalani Ramadan sepenuh hati. Terlebih lagi, wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi tujuan utama bagi para pemudik untuk berlebaran.

Baca Selengkapnya icon click

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi ke Pengurus Masjid dan Musholla se-Karangasem, Bahas Program Jaminan Sosial

balitribune.co.id | Amlapura - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karangasem menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Karangasem dalam pelaksanaan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Takmir Masjid serta Mushola se-Kabupaten Karangasem (10/03/2026).  Kegiatan ini adalah bentuk tindak lanjut penandatanganan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wakil Ketua I DPRD Badung Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Ketua I DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 yang dilaksanakan dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Jumat (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemprov Bali dan Pusat Matangkan Pembangunan PSEL

balitribune.co.id I Denpasar - Pemprov Bali dan pemerintah pusat mulai mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk solusi jangka panjang penanganan sampah. “Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, wali kota, dan para bupati, lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Kamis (12/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Gandeng TNI-Polri Percepat Olah Sampah

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat komitmen dalam optimalisasi penanganan sampah berbasis sumber. Setelah melibatkan desa, kelurahan, banjar, hingga lingkup keluarga, kini Pemkot Denpasar resmi menggandeng jajaran TNI dan Polri melalui peran Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.