Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tinjau Pelaksanaan Ritual Kinambulan di Wantilan Pura Jagatnatha, Bupati Suwirta Apresiasi Kepedulian MGPSSR Klungkung

Pasemetonan MGPSSR Kabupaten Klungkung menyelenggarakan ritual ngaben secara bersama. Tampak Bupati Suwirta serahkan sarin canang saat hadir pada prosesi Kinambulan yang merupakan rangkaian ritual ngaben bersama di Wantilan Pura Jagatnatha, Sabtu (4/8) akhir pekan kemarin.

BALI TRIBUNE - Bupati  I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri prosesi ritual Kinambulan di Wantilan Pura Jagatnatha Klungkung, Sabtu (4/8) akhir pekan kemarin. Ritual ini merupakan rangkaian ritual ngaben secara bersama yang dilaksanakan Pasemetonan Maha  Gotra Pasek Sapta Sanak Rsi (MGPSSR) Klungkung di Krematorium Punduk Dawa, Dawan beberapa hari sebelumnya. Ketua panitia ritual yang juga Ketua MGPSSR  Kabupaten Klungkung, Wayan Sudiarsa mengatakan, ritual Kinambulan merupakan kelanjutan dari prosesi ritual ngaben secara bersama yang dilaksanakan di Krematorium Punduk Dawa, Dawan Klungkung. Dia menyebutkan, peserta ritual itu bukan sebatas diikuti warga Pasek saja namun beberapa diantaranya berasal dari berbagi soroh (klan,red)’ “Peserta ngaben bukan saja warga Pasek namun ada yang merupakan warga Arya, Pande, Pulasari serta kelompok Pradewa,” sebutnya. Adapun peserta ritual ungkap Sudiarsa terdiri dari, ngaben sebanyak 30 sawa, ngelungah 29 peserta, ngerorasin  145 peserta dan ritual nuntun serta nilapati diikuti oleh 50 peserta. Lanjut dikatakan Sudiarsa, untuk ritual ngaben hingga nilapati kepada masing-masing peserta dikenakan biaya Rp 5,5juta per-sawa sedangkan ritual ngerorasin dikenakan biaya Rp 3,5juta tiap peserta. “ Kami selaku panitia berusaha melaksanakan yadnya (upakara,red) yang sadwika, tidak jor-joran tanpa mengenyampingkan hakekat yadnya yang sesungguhnya,” terang Sudiarsa. Ditambahkannya, pelaksanaan ritual ini merupakan program rutian Pasemetonan MGPSSR Klungkung setiap 2 tahun sekali.   “Untuk tahun ini, pesertanya tidak hanya berasal dari Klungkung  namun ada juga yang berasal dari Bangli, Gianyar dan Karangasem,” imbuhnya. Sementara Bupati Suwirta disela-sela kunjungannya mengapresiasi pelaksanaan yadnya yang diprakarsai Pasemetonan MGPSSR Klungkung itu. Menurutnya, apa yang dilaksanakan itu merupakan wujud kepedulian Pasemetonan MGPSSR dalam mewujudkan persatuan umat Hindu. Bupati Suwirta juga menyampaikan, Pemkab Klungkung sedang merancang program ngaben bersama secara gratis. Rencananya, program dimaksud akan mempergunakan dana BKK. “Saat ini sedang dilakukan kajian, semoga program inovasi yang menggunakan dana BKK ini bisa berjalan pada tahun 2020 nanti,” pungkasnya.

wartawan
Ketut Sugiana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.