Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Topeng Bondres Ditunggu Penonton PKB

bondres
PKB - Pementasan topeng bondres duta Tabanan di Kalangan Ayodya, Art Centre, Denpasar, dalam rangka PKB.

Denpasar, Bali Tribune

Topeng Bondres yang berkembang pesat sejak tahun era 90-an di Bali, merupakan seni pertunjukan yang menampilkan penokohan dengan karakter yang lucu melalui media topeng dengan keunikan tersendiri, walaupun mengunakan pakaian tradisional adat Bali, topeng bondres dalam lakonnya tidak terikat pada pakem tari maupun alur cerita.

Kesenian bondres lebih banyak menekankan pada sifat humor atau banyolan-banyolah dan sindiran yang di dalamnya terkandung makna memberi pesan etika moral, dan sarat informasi. Lakon cerita biasanya bersumber dari cerita sejarah atau yang biasanya di sebut Babad. Hal tersebutlah yang menyebabkan pementasan Bondres sangat digemari dan menjadi incaran oleh masyarakat Bali untuk ditonton.

 Begitu halnya dalam pelaksanaan PKB ke-38 ini, pertunjukan bondres menjadi agenda yang ditunggu-tunggu. Pengunjung pun memadati lokasi pementasan Topeng Bondres Duta Kabupaten Tabanan yang diwakili Sanggar Tari dan Tabuh Banjar Tengah Kangin Kerambitan Tabanan, di Kalangan Ayodya pojok timur Art Centre, Jumat (17/6).

Pelatih Topeng Bondres Duta Kabupaten Tabanan yang juga pelaku seni sebagai pemeran Dadong Rerod, I Wayan Juana Adi Saputra S.Sn, yang ditemui kala mendampingi pementasan tersebut menjelaskan Lakon cerita yang diambil yakni tentang perjalanan Dharma Yatra Dang Hyang Nirartha di Desa Beraban Tabanan, dengan judul Tanah Lot yang mengisahkan Dang Hyang Nirartha menyebar ajaran agama Hindu didaerah tersebut yang sangat bermanfaat sesuai dengan pekerjaan (swadharma), seperti cara bercocock tanam yang baik, pedagang, undagi dll. Hal tersebut menimbulkan kesalahpahaman dengan pemimpin desa tersebut, Ki Bendesa, karena banyak pengikutnya yang beralih menjadi pengikut Dang Hyang Nirarta.

Hingga sampailah puncak kesalahpahaman itu, saat pengikut Ki Bendesa merusak tempat dang Hyang Nirartha, dan untuk menyikapinya dengan membelah batu karang yang menjadi tempatnya melakukan tapa yoga, hingga terpisah dari daratan Beraban. Mulai saat itulah daratan tersebut dikenal dengan Tanah Lot. Lebih jauh, lakon tersebut dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Bali untuk mengingat kilas balik perjalanan Dang Hyang Nirartha di Bali, untuk selanjutnya menerapkan ajaran-ajaran yang telah ditebarkannya.

Pementasan yang berlangsung kira-kira selama dua jam, berhasil memancing gelak tawa para penonton melalui banyolan-banyolan segar yang diutarakan para penarinya. Disamping juga penyampaian pesan moral yang gampang dicerna oleh masyarakat dari berbagai kalangan tersebut.

Seperti diceritakan dalam sepenggal lakon itu, Dang Hyang Nirartha dengan kesaktiannya merubah ikat pinggang yang dipotong-potong dan dilemparkan ke laut menjadi ular poleng. Ular Poleng tersebut diartikan secara harfiah, yakni ular dalam bahasa Bali sama dengan Lipi (Lipia=tidak lupa), sedangkan poleng terdiri dari warna hitam-putih (baik-buruk), sehingga dimaknakan agar manusia ingat akan keseimbangan baik-buruk didalam hidup ini.

Salah seorang penonton, Putu Liong warga asal Dalung yang ditemui di sela-sela pementasan tersebut mengaku sangat terhibur. Ia menilai PKB merupakan ajang yang sangat bagus, sebagai media pelestarian seni budaya Bali dan tempat para seniman untuk menumpahkan jiwa seninya, serta regenerasi para pelaku seni.

Terlebih saat ini, menurutnya ajang pementasan sudah ditambah dua event besar oleh Pemprov Bali yakni Bali Mahalango dan Nawa Natya, tentunya memberikan kesempatan yang lebih besar untuk berkesenian sehingga seni budaya yang ada di Bali tetap ajeg. Ia pun berharap semakin banyak masyarakat Bali yang hadir menyaksikan berbagai pementasan di ajang tersebut, sebagai bentuk apresiasi kepada para seniman.

wartawan
rls
Category

Pemkot Bangun Rumah Singgah Konseling Kekerasan Anak dan Perempuan

balitribune.co.id I Denpasar - Tingginya angka kekerasan perempuan dan anak di Denpasar menjadi perhatian khusus Pemkot Denpasar. Untuk memberikan penanganan dan konseling, Pemkot Denpasar pun membangun Rumah Singgah Kula Abhi Praya di Jalan Gatot Subroto VI F yang dilaunching, Kamis, (4/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

DLHK Munculkan Program “Yadnya Sampah”, Hasil Bank Sampah Diarahkan Bantu Biaya Upacara Adat

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mengoptimalkan program bank sampah melalui inovasi “Yadnya Sampah”. Program ini memanfaatkan hasil penjualan sampah anorganik untuk mendukung pembiayaan kegiatan adat dan keagamaan di tingkat banjar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 2027, Bupati Badung Wajibkan Setiap Desa Miliki Sekolah Sepak Bola

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung akan mewajibkan setiap desa dan kelurahan memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai upaya mencetak atlet berbakat sejak usia dini. Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada tahun 2027 melalui surat edaran resmi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Menghadapi Kondisi Ekonomi yang Dinamis Masyarakat Diminta Cermat Mengelola Keuangan

balitribune.co.id | Denpasar - Kondisi ekonomi saat ini dirasakan masyarakat dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia, mulai dari keluarga atau kalangan rumahtangga, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga generasi muda yang baru mulai mandiri secara finansial.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kenaikan Harga Bahan Baku Menjadi Tantangan Utama Usaha Tenun Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tampaknya turut berperan membantu pelaku usaha kain tenun tradisional Bali tetap eksis ditengah gempuran produk global. Pasalnya, tidak sedikit perajin/pelaku usaha tenun tradisional Bali yang mendapat pesanan dari ibu-ibu PKK. Seperti yang diakui salah seorang pelaku usaha kain tenun tradisional Bali asal Klungkung, I Wayan Bagiarta. 

Baca Selengkapnya icon click

Ekonomi Bali Tumbuh 5,58 Persen, OJK Catat Kinerja Perbankan dan Pasar Modal Makin Kuat

balitribune.co.id | Denpasar - Stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali tetap terjaga hingga akhir Maret 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan berbagai tantangan domestik, sektor keuangan di Bali menunjukkan kinerja yang solid dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.