Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Unud, RSUP Prof. Ngoerah, dan RS Mata Bali Mandara Kolaborasi Kerjasama dengan Lions Eye Institute

Bali Tribune / MoU - Universitas Udayana (Unud), RSUP Prof. Ngoerah, RS Mata Bali Mandara, dan Lions Eye Institute, Australia menandatangani MoU bertempat di Aula Werkudara Gedung Poliklinik RSUP Prof. Ngoerah, Kamis (10/8).

balitribune.co.id | Denpasar - Universitas Udayana (Unud), RSUP Prof. Ngoerah, RS Mata Bali Mandara, dan Lions Eye Institute, Australia menandatangani MoU bertempat di Aula Werkudara Gedung Poliklinik RSUP Prof. Ngoerah, Kamis (10/8).

Dalam kesempatan ini Rektor Unud diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi. Sebelum penandatanganan MoU dilaksanakan Visiting Professor Lecture oleh Professor William Huxley Morgan dari Lions Eye Institute.

Wakil Rektor Prof. I Putu Gede Adiatmika dalam sambutannya menyampaikan bahwq Lions Eye Institute memiliki kontribusi yang sangat penting bagi Universitas Udayana untuk pengembangan proses pendidikan dan penelitian. Sebelumdilaksanakan kerjasama empat pihak ini, Universitas Udayana telah menjalin kerjasama dengan Lion Eye dan saat ini menyertakan RSUP Prof. Ngoerah dan RS Mata Bali Mandara untuk bergabung dalam kerjasama ini. 

Sebagai informasi Unud memiliki mitra kerjasama dengan universitas di Australia Barat yakni The University of Western Australia dimana salah satu Profesornya yakni Professor Kadambot Siddique menjadi salah satu anggota International Advisory Board Universitas Udayana. Hal ini dapat membuka peluang kerjasama antara Unud dan Lions Eye University dengan The University of Western Australia. Melalui kesempatan tersebut Wakil Rektor juga memberikan apresiasi atas dukungan dari Lions Eye Institute pada Universitas Udayana dan juga Departemen Optalmologi/Mata dalam mengembangkan perawatan klinis  serta kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Wakil Rektor berharap, MoU ini dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan yang lebih spesifik melalui penandatanganan MoA. Kerjasama ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi Program Studi Spesialis Ilmu Kesehatan Mata khususnya dan juga bagi Universitas Udayana.

Professor William Huxley Morgan dari Lion Eye Institute dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa ini untuk pertama kali pihaknya menandatangani MoU dengan beberapa institusi, dan dapat meningkatkan kerjasama yang telah dijalin  lebih dari 10 tahun dengan Universitas Udayana. Pihaknya sudah datang ke Bali lebih dari 25 tahun yang lalu dan sudah melihat perbedaan pertumbuhan dari 25 tahun yang lalu. Sebagai contoh pertumbuhan dari training program, ada 60 residen dari Australia Barat yang tertarik.

Tahun ini adalah tahun pertama residen dari Australia akan ditempatkan di Indonesia, lebih tepatnya di Bali dan Jakarta. Melalui project kerjasama yang dilakukan di Bali pihaknya ingin memastikan teknologi yang digunakan dapat diberikan kepada pasien. Professor William Huxley Morgan juga berterima kasih atas kesempatan kerjasama yang sudah dijalin ini.

 

https://www.unud.ac.id

wartawan
ARW
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.