Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wajah Pendidikan Terluka

bendesa
Bali Tribune / I Komang Warsa - Bendesa Adat Alasngandang, Rendang, Karangasem

balitribune.co.id | Media sosial terkadang menyulut  luka wajah pendidikan Indonesia dan cerita-cerita miris bahkan cepat meluas viral seakan menjadi pengadilan yang memutuskan benar-salah. Cerita pilu dunia pendidikan seakan tidak pernah berakhir, selesai satu tumbuh dan viral yang baru. Masih segar diingatan kita sulutan api rokok seorang siswa yang dibela sama orang tuanya menyeret sang kepala sekolah, seorang guru menjadi tersangka hanya gara-gara menertibkan rambut siswa, ada guru yang babak belur dihajar orang tua siswa hanya gara-gara siswa lari terjatuh sendiri saat olah raga dan masih banyak cerita pilu yang melukai wajah pendidikan Indonesia. Entah karena etika moralitas para siswa yang menurun atau karena anomali seorang pendidik, atau regulasi yang melemahkan dunia pendidikan sehingga masyarakat tidak percaya lagi dengan sekolah.  Kejadian demi kejadian yang melanda dunia pendidikan dan terkadang berlalu begitu saja sehingga dunia pendidikan bukan lagi dianggap sebagai taman pendidikan dan rumah peradaban karakter. Mestinya sekolah adalah rumah pendidikan bukan semata rumah pembelajaran. Sekolah merupakan penanaman nilai-nilai karakter yang terintegrasi dalam pemebalajaran agar melahirkan kecerdasan berimabng antara IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient).

Peristiwa yang masih hangat meramaikan dunia pendidikan, dikeroyoknya seorang guru oleh siswanya sendiri. Ini adalah tamparan dan sayatan pisau yang melukai wajah dunia pendidikan kita. Fenomena ini menyodorkan perdebatan yang  melanda dunia pendidikan antara yang membela siswa atau guru. Pendidikan selalu menjadi viral oleh rempahan-rempahan sampah kenakalan anak sekolahan tatkala ditertibkan oleh sang guru pengajian yang terkadang mendapat pembelaan. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa viralnya dunia pendidikan karena ada juga anomali beberapa pendidik yang tidak memenuhi keadaban seorang guru. Media sosial seakan menjadi hakim yang menjustifikasi peristiwa yang terjadi. Bijak bermedia sosial merupakan bagian dari turut serta menjaga pendidikan anak-anak Indonesia. 

Empat pilar penyangga pendidikan yang disebut catur pusat pendidikan harus betul-betul menjadi satu kesatuan utuh bukan terpisah. Catur pusat pendidikan antara lain: Keluarga, sekolah, masyarakat, dan media harus bersinergi dalam mendidik anak bangsa bukan masing-masing mencari panggung atau saling menyalahkan. Keempat komponen ini harus saling mendukung disiplin, jangan sampai saling mencari panggung apalagi saling menyalahkan. Disiplin sekolah bagian dari tugas dan beban dari kita yang merupakan bagian dari catur pusat pendidikan. Karakter siswa  pasti bermula dari disiplin keluarga sebagai pendidikan awal yang utama dan pertama sehingga jika siswa bermasalah yakin ada masalah di hulu, yaitu keluarga. Pendidikan yang pertama dan utama ada di keluarga sebagai hulu pembentukan karakter selanjutnya sekolah, masayarakat dan media juga sebagai pembentuk karakter. Koneksitas perilaku karakter anak-anak di keluarga dengan sekolah tidak bisa dilepas begitu saja. Sekolah adalah lembaga pendidikan bukan sekadar lembaga pengajaran sedangkan keluaraga tempat pemerolehan bahasa, etika, moralitas dari guru reka {rupaka} yang pertama sebagai pondasi karakter.

Dunia netizen menjadi guru mengajarkan kebijakan berkomunikasi agar dunia pendidikan tidak menjadi kambing hitam ketika terjadi permasalahan pendidikan. Keberhasilan pendidikan bukan hanya di tangan guru semata. Orang tua di rumah (guru reka), guru di sekolah (pengajian) dan pemerintah (guru wisesa) melalui regulasi pendidikan adalah faktor keberhasilan pendidikan. Guru adalah sebuah profesi yang bekerja sesuai profesi dan berpegang pada regulasi aturan yang berlaku. Guru bekerja sesuai dengan pakem pendidikan dan bukan bekerja di bawah tekanan. Pendidikan yang baik tidak boleh memanjakan siswa apalagi membela siswa demi panggung pencitraan. Disiplin sekolah adalah tempat membentuk karakter dan disiplin bukan bentuk dan barang kekerasan. sebuas-buas harimau tidak mungkin memangsa anaknya sendiri apalagi guru bukanlah harimau. Contoh penegakan disiplin sekolah yang bagus seperti sekolah ikatan dinas, sekolah polisi, Akmil, Akpol bentuk disiplin yang berimbas pada mentalitas karakter dan masa depan anak. Kenapa sekolah umum seperti SMP dan SMA penerapan disiplin dikebiri dan diintervensi berlebihan. Ketika para pendidik merasa tidak nyaman maka pilihannya menerapkan pola disiplin yakin para pendidik memilih bekerja di zona nyaman.  Seperti anak pejabat bawa mobil di tegur, siswa yang merokok ditampar seorang Kepala sekolah semua cerita itu berujung dari resiko tugas-tugas sebagai seorang guru maka guru akan memilih diam dan jika  ini terjadi pendidikan Indonesia menjadi rapuh dan karakter menjadi hilang. Urusan disiplin di sekolah menjadi urusan  guru dalam menunaikan tugas sebagai  pendidik dan bukan sebagai pengajar semata. Guru akan bekerja di zona nyaman dan urusan disiplin diabaikan ini adalah dosa dan kesalahan yang fatal. Ketika ini terjadi pendidikan akan menjadi rapuh dan wajah pendidikan akan menuai banyak luka. Menciptakan guru aman dan nyaman dalam mendidik dan siswapun merasa hal yang sama maka dunia pendidikan akan menjadi tempat memanusiakan manusia menjadi manusia yang manusiawi dan berubah ke arah yang lebih baik. Marif fungsikan catur pusat pendidikan  menjadi pengawal marwah pendidikan sesuai tujuannya yang mulia. Rahayu.

wartawan
RED
Category

Mangkir Dipanggil Satpol PP Badung, Izin Kondotel di Cemagi Bisa Dicabut?

balitribune.co.id I Mangupura - Pembangunan kondotel di dekat Pantai Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung terus menjadi sorotan. Pasalnya, proyek yang disebur-sebut milik warga negara asing (WNA) itu melakukan sejumlah pelanggaran berat sehingga disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Polemik Mangrove Benoa, Investigasi Internal Berlanjut, Aparat Didorong Usut Kelalaian Lingkungan

balitribune.co.id | Denpasar - Polemik matinya ratusan pohon mangrove di kawasan Benoa, Denpasar Selatan, memasuki babak baru. Dalam rapat koordinasi yang digelar Sabtu (21/2/2026) pukul 10.00 WITA di Kantor Pelindo, terungkap adanya rembesan pipa bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina pada September 2025 yang tidak dilakukan pembersihan secara menyeluruh.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wujudkan Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor Bali Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Profesional

balitribune.co.id | Denpasar – Keselamatan di jalan raya merupakan prioritas utama yang harus dimiliki oleh setiap pekerja. Menyadari hal tersebut, Astra Motor Bali melalui tim Safety Riding secara khusus menggelar edukasi keselamatan berkendara bagi 45 karyawan dari PT Maxima Inti Perkasa dan CV Mister Auto Indonesia, Sabtu (21/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Dua Motor Adu Jangkrik di Jalur Denpasar Gilimanuk, Satu Pemotor Tewas

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang pemotor bernama  I Made Kartikayasa (33), tewas setelah terlibat tabrakan adu jangkrik di jalur Denpasar-Gilimanuk, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg. Kecelakaan maut pada Sabtu (21/2/2026) malam tersebut dipicu oleh kendaraan korban yang melaju terlalu ke kanan hingga melewati as jalan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tergiur Tawaran Kerja di Australia, 5 WN Bangladesh Disekap di Desa Pemuteran

balitribune.co.id I Singaraja - Nasib nahas dialami lima warga negara Bangladesh yang awalnya tergiur tawaran bekerja di Australia. Bukannya diberangkatkan, mereka justru diduga menjadi korban penyekapan di sebuah villa di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Sampah Jadi Persoalan Serius, Yuli Utomo: Masyarakat Adat Harus Tindak Tegas Pembuang Sampah Sembarangan

balitribune.co.id I Semarapura - Permasalahan sampah harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak termasuk masyarakat adat. Masyarakat adat perlu membuat peraturan dan memberikan sanksi yang tegas bagi pembuang sampah sembarangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.