Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

WNA dan Warga Luar Bali Cekcok di Nora Kitchen And Bar

polsek
Bali Tribune/ MEDIASI - Polsek Nusa Penida melakukan mediasi kepada WNA dan warga pendatang di Nusa Penida yang terlibat keributan



balitribune.co.id | Semarapura - Personel Polsek Nusa Penida bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya peristiwa keributan antara Warga Negara Asing (WNA) dan warga pendatang yang terjadi pada Sabtu malam (19/7) sekitar pukul 22.15 Wita di Nora Kitchen and Bar, Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida.

Peristiwa tersebut berawal ketika dua warga pendatang datang ke lokasi untuk bersantai dan bermain biliar. Tak berselang lama, tiga WNA yang diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol datang ke tempat tersebut dan turut menikmati hiburan musik.

Situasi mulai memanas ketika terjadi adu mulut antar WNA yang kemudian berkembang menjadi dorong-dorongan. Melihat situasi tidak kondusif, pihak manajemen Nora Kitchen and Bar meminta mereka meninggalkan tempat.

Namun, saat warga pendatang hendak meninggalkan lokasi, terjadi salah paham dengan ketiga WNA tersebut yang menolak pergi dan merasa tidak terima ditegur oleh staf. Situasi pun memuncak hingga terjadi perkelahian antara kedua belah pihak.

Adapun identitas WNA yang terlibat yakni, Carl Stephen asal Irlandia, Thomas Stig Allan, Andersson asal Swedia, dan Mitchell Gordon asal Australia. Sementara dua warga lokal yang terlibat adalah Adrianto asal Samarinda, Kalimantan Timur, dan Daniel Musa asal Maluku Tengah.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, seluruh pihak yang terlibat diamankan ke Polsek Nusa Penida untuk menghindari keributan lebih lanjut. Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma Jaya, SH., menyampaikan bahwa tindakan cepat ini dilakukan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif di wilayah Nusa Penida, terutama di area wisata.

"Kami langsung mengamankan kedua belah pihak dan memfasilitasi proses mediasi. Setelah melalui proses klarifikasi, semua pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa membuat laporan resmi," terang Kapolsek AKP Ketut Kesuma.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, situasi kembali kondusif. Polsek Nusa Penida mengimbau kepada seluruh warga, termasuk wisatawan mancanegara, untuk senantiasa menjaga ketertiban dan saling menghormati saat berada di wilayah hukum Nusa Penida.

wartawan
SUG
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.