Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI Dorong UMKM Hijau Lewat Ekonomi Sirkular dan Pengolahan Limbah

lingkungan
Bali Tribune / "Sustainable Talk" bertema “Waste Management: Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan dan Bernilai Tambah” sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta, Minggu (23/8/2026)

balitribune.co.id | Jakarta -  Limbah produksi tidak lagi sekadar dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Melalui konsep ekonomi sirkular, limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Indonesia Provinsi Bali mendorong pengembangan UMKM hijau melalui berbagai program yang sejalan dengan visi pembangunan Bali, "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarmawi mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, antara lain melalui "Program Inovasi UMKM Hijau" dan "Program Desainer Muda Bali".

“Komitmen ini diwujudkan dengan sinergi antara Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui beberapa program strategis yang mendukung UMKM hijau,” ujar Achris di Denpasar, Jumat (28/8/2026).

Program Inovasi UMKM Hijau mengusung konsep "zero waste management" dengan mendorong UMKM fesyen dan kriya mengolah limbah produksi menjadi produk baru yang memiliki nilai komersial.

Sementara Program Desainer Muda Bali diarahkan untuk meningkatkan kapasitas desainer berusia 18 hingga 40 tahun agar mampu menghasilkan wastra Bali berkualitas premium. Program ini mengedepankan konsep "sustainable fashion", termasuk penggunaan pewarna alam dalam produksi kain.

Upaya mengubah limbah menjadi sumber ekonomi juga menjadi perhatian Bank Indonesia secara nasional. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional mencatat timbulan sampah pada 2025 mencapai 24,8 juta ton per tahun dari 244 kabupaten/kota. Sekitar 65 persen di antaranya belum terkelola secara layak.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi sirkular, termasuk bagi UMKM untuk mengolah limbah, menghasilkan produk ramah lingkungan, sekaligus masuk dalam rantai pasok industri.

Hal itu dibahas dalam "Sustainable Talk" bertema “Waste Management: Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan dan Bernilai Tambah” sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta, Minggu (23/8/).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali mengatakan pengelolaan limbah perlu bergeser dari pola “ambil–olah–buang” menuju ekonomi sirkular.

“Kita perlu bergerak dari persoalan limbah menuju pengelolaan limbah, hingga menjadikan limbah yang bernilai tambah,” ujar Ricky.

Menurut dia, penerapan prinsip keberlanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi UMKM melalui peningkatan efisiensi, penciptaan produk dan peluang usaha baru, serta penguatan daya saing.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bank Indonesia telah menyusun "Pedoman Model Bisnis UMKM Berkelanjutan" dan memfasilitasi pengembangan model pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah.

BI juga menggelar Kompetisi Perintis Wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan (PERWIRA INTAN). Pada 2026, kompetisi tersebut diikuti 1.950 peserta dari pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum. Sebanyak 200 proposal terbaik akan mendapatkan pembekalan dan pendampingan, sementara lima inovasi terbaik berkesempatan memperoleh fasilitasi "business matching" dan studi banding ke negara dengan sektor pertanian maju.

Penerapan ekonomi sirkular juga dilakukan BI dalam pengelolaan Uang Rupiah. Limbah racik uang kertas hasil pemusnahan uang tidak layak edar diolah bersama UMKM menjadi suvenir dan bahan baku "biochar" untuk pembenah tanah.

Di tingkat daerah, Pemprov DKI Jakarta turut mendorong pemilahan sampah dari sumbernya. Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci memperkuat pengelolaan sampah.

Melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, sampah didorong untuk dipilah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, bahan beracun dan berbahaya (B3), serta residu.

Sustainable Talk yang diikuti UMKM, asosiasi, kementerian/lembaga, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum tersebut membahas praktik ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan sampah hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat KKI 2026, “Beudaya MeusareSare” atau "Berdaya Bersama-sama", ekonomi sirkular diharapkan mampu mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia.

wartawan
ARW
Category

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Program JKN Jamin 29,7 Juta Kasus Penyakit Jantung dengan Pembiayaan Rp17,35 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.