Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jalan Gajah Mada Ditata, Ratusan Pedagang Pasar Senggol Direlokasi Sementara

Relokasi
Bali Tribune / RELOKASI - Lokasi sementara para pedagang Pasar Senggol Sementara di sekitar Gedung Kesenian I Ketut Maria yang sudah ditandai.

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan telah menuntaskan persiapan tempat sementara bagi 181 pedagang Pasar Senggol di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Maria. Relokasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada 21 Mei 2026 mendatang sebagai langkah awal rencana penataan Jalan Gajah Mada. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (19/5/2026), tempat sementara bagi masing-masing pedagang sudah disiapkan.

Tiap blok tempat berdagang sementara ditandai dengan cat semprot di sisi selatan, timur, dan barat area Gedung Maria. Dengan adanya pembagian blok tersebut, para pedagang kini tinggal menempati area masing-masing untuk memulai aktivitas jual beli di lokasi baru. 

Kepala Dinas PUPR Tabanan I Gde Made Partana, menegaskan bahwa seluruh fasilitas penampungan sementara tersebut sudah siap digunakan sepenuhnya. Koordinasi teknis juga terus dilakukan bersama pihak Desa Adat Kota Tabanan dan UPTD Museum yang mengelola Gedung Maria untuk menjamin kelancaran operasional pedagang.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Pemkab Tabanan juga telah menyiapkan skema perparkiran khusus bagi pengunjung di kawasan Panggung GWS. Langkah ini diambil agar aktivitas ekonomi di lokasi baru tidak memicu kemacetan di ruas jalan seputaran Gedung Maria. 

Pemindahan pedagang ini merupakan bagian dari proyek strategis penataan Jalan Gajah Mada dan revitalisasi Terminal Pesiapan yang menelan total anggaran sebesar Rp 60 miliar. Dana tersebut dibagi rata, yakni Rp 30 miliar untuk mempercantik wajah kota dan Rp 30 miliar untuk pembenahan terminal.

Proyek di Jalan Gajah Mada sendiri akan mencakup pekerjaan pavingisasi, pembangunan trotoar, hingga penataan kawasan Catur Muka. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 setelah seluruh proses tender selesai, dengan tenggat waktu penyelesaian pada akhir Desember 2026.

Rencana pemindahan pedagang di Terminal Pesiapan saat ini masih dalam tahap pematangan dokumen dan koordinasi. Pemerintah daerah sedang mengkaji kelayakan Jalan Rajawali sebagai opsi lokasi tujuan relokasi bagi para pedagang terdampak di kawasan tersebut. 

wartawan
JIN
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.