Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Usut Pengeroyokan Maut di Tabanan, Polisi Periksa 30 Saksi dan Minta Keterangan Ahli

pengeroyokan
Bali Tribune / Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat memberikan keterangan pers terkait insiden pengeroyokan terduga maling ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti beberapa waktu lalu

balitribune.co.id | Tabanan - Penyidik Polres Tabanan terus mendalami kasus pengeroyokan maut terhadap terduga maling ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam perkembangannya, penyidik kepolisian sudah memeriksa 30 orang saksi. Tidak hanya itu, penyidik juga melibatkan ahli pidana untuk memperkuat konstruksi hukum terhadap lima orang tersangka yang saat ini ditahan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan bahwa penambahan jumlah saksi dilakukan untuk memastikan akurasi data dalam berkas perkara. Hingga saat ini, jumlah warga yang ditetapkan sebagai tersangka masih tetap lima orang. “Masih lima orang, tapi saksi yang bertambah,” ujar Bayu Pati pada Rabu (5/8).

Pemeriksaan saksi yang kini mencapai 30 orang tersebut bertujuan untuk menyelaraskan berbagai fakta yang ditemukan di lapangan. Penyidik berupaya memastikan kesesuaian antara pernyataan para pihak dengan temuan fisik di lokasi kejadian. “Kami harus mencocokkan keterangan pelaku, saksi, dan barang bukti yang sudah kami sita,” tegasnya.

Tak hanya mengandalkan keterangan saksi mata, polisi juga menggandeng akademisi untuk memberikan keterangan sebagai ahli pidana. Keterangan akademisi untuk memperkuat pembuktian terhadap pasal-pasal yang disangkakan kepada para tersangka. “Untuk memperkuat perbuatan yang dilakukan para pelaku tersebut,” imbuhnya.

Penyidik saat ini tengah berupaya mempercepat proses pelimpahan berkas perkara ke pihak Kejaksaan. Kendati demikian, penyidik kepolisian masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk melengkapi alat bukti saintifik. “Kami juga inginnya cepat dilimpahkan. Tetapi, kami harus menunggu hasil toksikologi dan ekshumasi dari kedokteran forensik,” bebernya.

Sembari menunggu hasil medis, polisi juga melanjutkan program pendampingan psikologi bagi keluarga korban di Buleleng maupun keluarga tersangka di Juwuk Legi. “Selain pendampingan, kami berikan juga tali asih. Keduanya kami sambangi,” tuturnya.

Terkait rincian peran masing-masing dari lima tersangka dalam aksi pengeroyokan tersebut, ia enggan membeberkannya secara detail kepada publik untuk saat ini. Ia beralasan, pihaknya saat ini masih fokus meminta keterangan saksi sehingga publikasi peran itu dikhawatirkan membuyarkan jalannya pemeriksaan. “Penyidik lagi minta keterangan saksi-saksi,” pungkasnya.

wartawan
JIN
Category

Mesin Phyrolisis TOSS Karangdadi Hasilkan 2.000 Liter Minyak

balitribune.co.id I Semarapura - Mesin Phyrolisis di tempat pengolahan sampah terpadu (TOSS) Karangdadi Kusamba telah menjalani uji coba sejak tanggal 1 Juli 2026 lalu. Hasilnya, mesin Phyrolisis tersebut berhasil menyuling destilasi sampah menjadi minyak sebanyak 2.000 liter. Minyak ini juga telah diuji coba untuk digunakan pada mesin sepeda motor milik karyawan TOSS Karangdadi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bawaslu Gianyar Motivasi Hak Pilih Penyandang Disabilitas

balitribune.co.id I Gianyar - Penyandang disabilitas yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih didorong untuk aktif menggunakan hak politiknya dalam setiap agenda demokrasi. Bawaslu Kabupaten Gianyar menegaskan, kondisi disabilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi warga negara untuk menggunakan hak pilih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tekan Biaya Produksi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Latih Warga Desa Bedulu Fermentasi Azolla untuk Pakan Nila

balitribune.co.id | Gianyar - Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menyimpan potensi sumber daya lokal yang besar untuk mendukung kegiatan budidaya ikan nila.

Baca Selengkapnya icon click

Modus Tarik Motor Nunggak, Dua Debt Collector Gadungan Diciduk Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Dua pemuda asal NTT masing - masing berinisial LAN (23) dan FC (22) dibekuk anggota Polda Bali karena merampas sepeda motor orang. Dalam beraksi, kedua pelaku mengaku sebagai debt collector digunakan dua pria untuk merampas sepeda motor milik warga. Bermodal data yang ditunjukkan melalui telepon seluler, kedua pelaku mendatangi korban dan meminta motor dengan dalih menunggak angsuran.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.