Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Visi Lokal untuk Kemaslahatan Global

pengamat
Bali Tribune / Umar Ibnu Alkhatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali rupanya tidak hanya diapresiasi di tanah air, tetapi juga di tingkat Global. Visi yang digagas oleh Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), telah diakui oleh kalangan global sebagai produk intelektual yang mampu menghadirkan perubahan mendasar di dalam pembangunan Bali. Setidak-tidaknya kita bisa melihat dari respon kalangan global dalam beberapa tahun terakhir tehadap visi yang mengedepankan pendekatan kearifan lokal di dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh Bali, baik untuk situasi dewasa ini maupun yang akan datang itu. Tampaknya, visi tersebut dianggap lebih menjangkau kepentingan global ketimbang hanya digunakan secara terbatas untuk kepentingan pembangunan Bali. Tentu saja apresiasi global ini harus dipandang sebagai pengakuan atas hadirnya pemimpin lokal yang visioner yang mencoba memanfaatkan keunggulan dan kekayaan lokal untuk membawa Bali lebih maju dan siap menghadapi perubahan-perubahan di masa depan. Bagaimanapun, visi  Nangun Sat Kerthi Loka Bali dimaksudkan untuk membawa Bali ke era baru dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar pada kearifan lokal, yakni alam, krama, dan kebudayaan Bali secara konsekwen.

Hemat kita, visi yang mengandung hubungan yang harmonis antara alam, manusia, dan budaya itu telah menjadi kekayaan intelektual yang sangat berharga, tidak saja menjadi guidance di dalam membangun Bali selama periode kepemimpinan Pak Koster, tetapi juga memberikan inspirasi bagi dunia global bahwa pembangunan yang holistik harus bisa memadukan alam, manusia, dan budaya karena hal itu dianggap mampu menjamin masa depan dunia secara lebih baik. Itu sebabnya, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali itu tidak saja populer di Bali, tetapi juga menjadi bahan kajian yang menarik di kalangan internasional. Enam pokok pikiran dalam visi itu dianggap sebagai pokok pikiran yang sangat dibutuhkan dunia internasional di tengah perkembangan dunia yang semakin sekuler, yakni memisahkan kemajuan pembangunan dari alam, manusia, dan budayanya. Pokok pikiran tersebut adalah (1) Atma Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan jiwa; (2) Segara Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan laut dan oantai; (3) Danu Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan sumber air; (4) Wana Kerthi, berarti oenyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan; (5) Jana Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan manusia; dan (6) Jagat Kerthi, berarti penyucian dan pemuliaan alam semesta.

Kekuatan visi Pak Koster tersebut mendorong kalangan internasional mengundangnya untuk memaparkan visinya di hadapan mereka secara langsung, misalnya pada perhelatan UN-Water On Groundwater Summit 2022, tanggal 6-8 Desember 2022, yang berlangsung di Markas Besar Unesco, Paris. Pak Koster diundang secara khusus di samping karena Bali terpilih menjadi tempat penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024, juga karena pemaparannya tentang visi pembangunan Bali  “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sangat meyakinkan pihak Unesco, apalagi tema yang diangkat dalam Groundwater Summit 2022 sesuai dengan visi yang dibawa Pak Koster, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya. Pak Koster juga diundang sebagai pembicara oleh World Bank Group pada acara Transforming Transportation 2023 di Washington DC pada tanggal 15 Maret 2023. Pak Koster dinilai sebagai pemimpin yang memiliki pengalaman professional, akademis, dan pelayanan publik yang mumpuni yang menjadikannya sebagai salah satu gubernur progresif di Indonesia yang memiliki upaya mengatasi resiko iklim di tingkat regional. Bahkan World Bank Group mencatat bahwa Pak Koster adalah Gubernur pertama di Indonesia yang menetapkan kebijakan sistem pertanian organik, Bali mandiri energi bersih, pembatasan timbulan sampah plastik sekali lakai, dan pengelolaan dampah berbasis sumber. Saat tampil di acara tersebut, Pak Koster memaparkan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk ketahanan Bali, Indonesia, dan Dunia.

Tentu saja kita mengapresiasi pemikiran besar Pak Koster untuk dunia internasional. Artinya Pak Koster tidak sedang memikirkan dan berbicara soal Bali semata, tetapi pemikirannya menjangkau lintas batas geografis, dan karena itulah Pak Koster diundang untuk mengikuti London Climate Action Week pada tanggal 20-24 Juni 2026. Pak Koster diundang untuk menghadiri dan berbicara dalam forum bergengsi tersebut, yang dianggap sebagai salah satu forum aksi iklim terbesar di dunia yang mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pembuat kebijakan, investor, hingga eksekutif perusahaan global. Para pegiat Group Climate Action Week London menilai Pak Koster telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam agenda transisi hijau di Indonesia dan menjadi salah satu daerah percontohan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan. Dalam forum itu, Pak Koster memaparkan berbagai kebijakan yang telah diambilnya, mulai dari Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih hingga Pergub Nomor 48 Tahun 2019 mengenai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Seluruh kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang berakar pada nilai-nilai Sat Kerthi.

Akhirnya, sebuah pemikiran besar seringkali muncul dari sosok-sosok yang sederhana yang jauh dari perbincangan kalangan elit. Kita melihat bahwa visi yang dibawa Pak Koster berisikan wawasan yang penting bagi dunia moderen, yakni harmoni antar alam, manusia, dan budaya. Kita berharap agar visi Pak Koster menjadi semacam pedoman bagi siapapun, khususnya bagi generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Visi ini juga memiliki tempat yang istimewa di tengah upaya kita meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing Bali dalam menghadapi dinamika global. Wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 26 Juli 2026.

wartawan
RED
Category

Jaga Harga dan Pasokan, 1.150 Ton Beras Digelontor ke Ritel Modern

balitribune.co.id I Denpasar - Masyarakat Bali tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dalam beberapa bulan ke depan. Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan.

Baca Selengkapnya icon click

QRIS Bali Summer Run 2026, Bank BPD Bali Kenalkan QRIS TAP dan Cross-Border

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 2.000 pelari memadati Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, dalam ajang QRIS Bali Summer Run 2026, Sabtu (8/8/2026). Tidak sekadar menjadi arena olahraga dengan kategori 5K dan 10K, kegiatan yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali itu juga menjadi ruang edukasi dan penguatan ekosistem transaksi digital.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Blusukan di Gerokgak, Sutjidra Temukan Jalan Desa Rusak

balitribune.co.id I Singaraja - Blusukan Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna ke empat desa di Kecamatan Gerokgak, Sabtu (8/8/2026), membuka sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Dari jalan desa yang rusak hingga potensi pertanian yang belum optimal, semuanya menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Terjadi Perseteruan Terkait Pembangunan Pura Kawitan, Pasemetonan Tangkas Koriagung Akhirnya Tempuh Upaya Damai

balitribune.co.id I Semarapura - Meski sempat terjadi perseteruan terkait pembangunan di Pura Kawitan, Pasemetonan Pangeran Tangkas Koriagung akhirnya menempuh upaya damai, pada Minggu (9/8/2026). 

Upaya damai ditempuh setelah mediasi yang alot sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.45 Wita di wantilan utama Pura Pasemetonan Tangkas Koriagung,yang dilakukan para sesepuh kedua belah pihak yang berseberangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PAD Badung Tembus Rp4,1 Triliun hingga Juli 2026, Bupati: Hasil Pariwisata Dikembalikan untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Mangupura - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan daerah telah mencapai Rp4,1 triliun atau rata-rata sekitar Rp730 miliar per bulan, meningkat signifikan dibandingkan rata-rata penerimaan sebelumnya yang berkisar Rp350 miliar hingga Rp400 miliar per bulan.

Baca Selengkapnya icon click

Suspek Rabies, Bocah 7 Tahun Takut Terhadap Air dan Terus Keluarkan Air Liur

balitribune.co.id I Singaraja - Kasus suspek rabies kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun asal Banjar Kajanan, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, dilaporkan mengalami gejala khas rabies setelah sebelumnya digigit anjing pada awal Juni 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.