Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Konsisten 29 Tahun Lestarikan Penyu, Kurma Asih Jembrana Raih Kalpataru

I Wayan Anom Astika Jaya saat menerima Kalpataru Lestari 2026.
Bali Tribune / KALPATARU - I Wayan Anom Astika Jaya saat menerima Kalpataru Lestari 2026.


balitribune.co.id I Negara - Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih yang berbasis di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, dianugerahi penghargaan lingkungan hidup paling bergengsi, Kalpataru Lestari 2026, kategori Penyelamat Lingkungan. 

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh Jumhur Hidayat, di Jakarta, Kamis (11/6/2026). 

Keberhasilan kelompok pecinta lingkungan di sebuah desa pesisir di ujung Barat Pulau Bali ini telah membuktikan bahwa ketekunan dan kecintaan terhadap alam mampu menghasilkan perubahan besar. Selama hampir tiga dekade menjaga kehidupan satwa purba yang terancam punah, mengawal telur-telur penyu dari ancaman perburuan, hingga mengedukasi masyarakat agar hidup berdampingan dengan alam. 

Bagi sebagian orang, penghargaan hanyalah simbol. Namun bagi Kurma Asih, penghargaan ini adalah pengakuan atas perjalanan panjang selama 29 tahun menjaga alam tanpa mengenal lelah. Lebih istimewa lagi, penghargaan Kalpataru Lestari itu diterima tepat pada tanggal berdirinya kelompok tersebut, 11 Juni. Tahun ini, Kurma Asih genap berusia 29 tahun sejak pertama kali dibentuk pada 11 Juni 1997.

Jauh sebelum Desa Perancak dikenal sebagai salah satu pusat konservasi penyu di Provinsi Bali, kondisi pesisirnya sangat berbeda. Pada akhir 1990-an, perburuan telur penyu dan perdagangan penyu masih menjadi fenomena yang lazim terjadi di masyarakat pesisir. Banyak warga menganggap telur penyu sebagai komoditas bernilai ekonomi, sementara penyu dewasa kerap diburu untuk berbagai kepentingan.

Di tengah kondisi itulah muncul sekelompok warga yang memiliki pandangan berbeda. Mereka merasa prihatin melihat populasi penyu yang terus menurun dari tahun ke tahun. Kesadaran tersebut kemudian melahirkan Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih. Dengan segala keterbatasan, mereka mulai melakukan aktifitas patroli pantai untuk menyelamatkan telur-telur penyu yang terancam diambil pemburu.

Bahkan mereka juga membangun tempat penetasan semi alami, hingga melakukan pelepasliaran tukik ke laut. Perjuangan mereka tidak selalu mudah. Pada masa awal merintis, konservasi penyu memang belum menjadi isu yang populer. Bahkan tidak sedikit yang saat itu justru menganggap kegiatan tersebut hanya membuang waktu karena tidak menghasilkan keuntungan ekonomi secara langsung.

Namun anggota Kelompok Kurma Asih memilih bertahan dan tetap konsisten melakukan aktivitas kerelawanannya. Mereka percaya bahwa menjaga penyu berarti menjaga keseimbangan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Salah satu capaian terbesar Kurma Asih bukan hanya menyelamatkan ribuan telur penyu setiap tahun, tetapi juga mengubah pola pikir warga. 

Melalui pendekatan yang persuasif dan berkelanjutan, kelompok ini berhasil mengajak warga untuk melihat penyu bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian penting dari ekosistem yang harus dilindungi. Perubahan tersebut mebuktikan bahwa konservasi tidak bisa dilakukan hanya dengan larangan atau penegakan hukum semata. Kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilannya. 

Kini, warga yang dulunya memburu telur penyu justru menjadi bagian dari upaya penyelamatan satwa dilindungi tersebut, mengawasi pantai, edukasi lingkungan, hingga pelepasliaran tukik yang menjadi daya tarik wisata edukatif di Perancak. Transformasi sosial inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama Kurma Asih dan menjadikan kelompok tersebut sebagai contoh sukses konservasi berbasis masyarakat.

Penghargaan Kalpataru Lestari bukanlah penghargaan yang diberikan kepada kelompok yang baru memulai gerakan lingkungan. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi negara kepada penerima Kalpataru yang mampu menjaga konsistensi dan keberlanjutan programnya dalam jangka panjang. 

Penghargaan ini menjadi hadiah ulang tahun yang sangat berharga bagi para pejuang konservasi. Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih sebelumnya telah menerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2017 yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Sembilan tahun berselang, kelompok ini kembali membuktikan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir perjalanan. Justru setelah menerima Kalpataru, berbagai aktivitas konservasi lingkungan terus diperluas dan diperkuat. 

Ketua Kelompok Kurma Asih I Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan penghargaan Kalpataru Lestari menjadi bukti bahwa perjuangan mereka selama ini berjalan pada jalur yang benar. 

“Setelah Kalpataru 2017 ada Kalpataru Lestari. Kami dinilai layak karena kami semakin eksis, berkomitmen, dan konsisten berjalan terus sampai hari ini dalam menyelamatkan penyu lekang yang dilindungi undang-undang,” ujarnya. 

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya milik pengurus kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat yang selama ini ikut menjaga kawasan pesisir dan habitat penyu. Pengakuan nasional yang diterima Kurma Asih hadir pada saat dunia menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Perubahan iklim, abrasi, kenaikan muka air laut, hingga pencemaran sampah plastik. 

Keberadaan kelompok konservasi berbasis masyarakat seperti Kurma Asih menjadi semakin penting. Mereka bukan hanya menyelamatkan satwa, tetapi juga menjaga keseimbangan rantai kehidupan yang bergantung pada kesehatan laut dan pesisir. 

Penyu memiliki peran ekologis yang sangat penting, mulai dari menjaga kesehatan padang lamun hingga mendukung keseimbangan ekosistem pesisir dan laut. Kehidupan reptil laut ini kini dihadapkan pada berbagai ancaman nyata yang mengancam ekosistem perairan dan kawasan pesisirnya. 

Hilangnya populasi penyu juga dapat menimbulkan dampak berantai yang memengaruhi banyak spesies lain di perairan.  Karena itu, perjuangan Kurma Asih sesungguhnya bukan hanya tentang menyelamatkan populasi penyu, tetapi juga menjaga masa depan lingkungan. Menjaga alam membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan konsistensi. 

“Ayo selamatkan yang masih tersisa dan yang masih ada mumpung belum terlambat. Ini bukan lagi tanggung jawab individu, tapi tanggung jawab bersama. Antara hulu dan pesisir tidak bisa dipisahkan dan satu kesatuan ekosistem. Kita harus sadar bahwa lingkungan yang baik pasti menjamin kehidupan kita menjadi lebih baik,” tandasnya. 

wartawan
PAM
Category

Klarifikasi Perizinan, 4 Kafe di Desa Baha Dipanggil Satpol PP Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memanggil pengelola empat kafe di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, untuk diminta klarifikasi terkait kelengkapan perizinan usaha pada Kamis (6/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil sidak yang digelar petugas pada Rabu (5/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Pusat Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Tabanan Genjot PAD

balitribune.co.id I Tabanan -  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan mendesak pemerintah daerah setempat untuk melakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027.

Optimalisasi penerimaan dari sisi PAD itu dirasa perlu karena APBD Tabanan pada 2027 diproyeksi mengalami penurunan pendapatan, terutama akibat pemangkasan dana Transfer Ke Luar Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Ilegal, Satpol PP Hentikan Aktivitas Pengerukan Lahan di Temukus

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menghentikan aktivitas pengerukan lahan di Banjar Dinas Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, setelah ditemukan indikasi kegiatan pengambilan material yang tidak sesuai dengan peruntukan kawasan.

Baca Selengkapnya icon click

Belanja 2027 Tembus Rp14 Triliun, DPRD Badung Wanti-wanti Pemerintah Kelola Anggaran Secara Cermat

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Badung bersama Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Badung, Kamis (6/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penyisiran Nelayan Hilang di Jembrana Masih Misterius: Jangkau Perairan Perancak

balitribune.co.id I Negara - Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh saat melaut di Perairan Pantai Medewi Pekutatan. Hari keenam operasi pencarian Kamis (6/8), penyisiran dilakukan secara terpadu melalui jalur laut maupun pesisir pantai dengan melibatkan berbagai unsur terkait dengan radius yang diperluas.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Ringkus Pengedar Sabu Lintas Kabupaten di Bali, 123 Gram Lebih Barang Bukti Disita

balitribune.co.id I Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali berhasil meringkus seorang pria berinisial MMT  (28) yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Penangkapan ini dilakukan di dua lokasi berbeda di wilayah Denpasar dan Badung pada Selasa (4/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.