Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kopi Robusta Petik Merah Pupuan Antar I Nyoman Mika Raih Swacitta Nugraha 2026

perkebunan
Bali Tribune / suasana aktivitas perkebunan kopi di Pupuan

balitribune.co.id } Tabanan - Di tengah dinginnya udara pegunungan Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, aroma harum kopi yang sedang diproses membuai siapapun yang melintas. Dari hamparan kebun hijau di sudut Kabupaten Tabanan inilah lahir sebuah gagasan besar yang menggerakkan perekonomian desa dan memberdayakan generasi muda.

Adalah I Nyoman Mika Adiputra, wiraswasta asal Banjar Dinas Tanah Sari, Desa Pajahan, yang berhasil membuktikan bahwa komoditas lokal sanggup menembus batas jika disentuh dengan inovasi dan ketulusan. 

Berkat karyanya bertajuk "Pengembangan Kopi Robusta Petik Merah Proses Honey dan Ekowisata Pertanian", ia dianugerahi penghargaan bergengsi Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 untuk Kategori Inovasi Teknologi Bidang IKM, UMKM, dan Koperasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali pada Jumat (14/8/2026) di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. 

Pupuan sejak lama dikenal sebagai lumbung kopi Robusta di Bali. Namun, bagi Mika Adiputra, potensi besar tersebut belum tergarap optimal selama metode pascapanen masih dilakukan secara tradisional. Panen asal petik (termasuk buah hijau) kerap membuat nilai jual kopi petani berada di titik terendah.

"Kopi Robusta Pupuan itu punya cita rasa yang khas, bernilai tinggi jika diproses dengan benar. Kegelisahan saya berawal dari melihat hasil jerih payah petani yang dihargai kurang sepadan karena proses panen yang belum standar," ujar I Nyoman Mika Adiputra. 

Berangkat dari niat tersebut, Mika menginisiasi gerakan panen Petik Merah yang dipadukan dengan Honey Process (pengolahan pascapanen yang mempertahankan sebagian lapisan mucilage atau lendir manis buah kopi saat penjemuran). Pengolahan dengan standar operasional prosedur (SOP) ketat ini menghasilkan cita rasa Robusta yang lebih lembut, kaya aroma, dan berdaya saing tinggi di pasaran.

Inovasi yang diusung Mika bukan sekadar teknik olah kopi, melainkan sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai elemen desa. Melalui kemitraan dengan Koperasi Produsen Dharma Asasta Pertiwi Desa Pajahan, hasil panen petani yang memenuhi SOP dipastikan terserap dengan harga jual yang jauh lebih tinggi dan stabil.

Tak hanya itu, Mika memanfaatkan limbah pascapanen dan produksi kopi menjadi kompos organik. Langkah ini mendorong petani beralih ke budidaya organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Satu hal yang paling membanggakan adalah keterlibatan anak-anak muda lokal. Mika merangkul generasi muda Desa Pajahan untuk menjadi bagian dari rantai bisnis ini, mulai dari proses pengolahan teknis hingga pengembangan Ekowisata Pertanian Kopi Robusta yang membuka peluang wisata edukasi dan rekreasi di desa mereka.

"Kami ingin generasi muda bangga menjadi bagian dari pertanian. Desa Pajahan bukan hanya tempat menanam kopi, tapi tempat di mana ilmu, inovasi, dan pariwisata berbasis pertanian menyatu," ungkap Mika.

Langkah nyata Mika Adiputra mendapatkan apresiasi tinggi dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan. Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha secara resmi merekomendasikan Mika sebagai calon penerima Anugerah Swacitta Nugraha 2026.

I Gusti Made Darma Ariantha menyampaikan bahwa keberhasilan Mika terletak pada dampaknya yang nyata bagi masyarakat luas.

"Inovasi yang dibawakan oleh saudara I Nyoman Mika Adiputra tidak hanya sekadar gagasan di atas kertas, tetapi memberi kemanfaatan konkrit. Kerjasama antara koperasi dan petani terbukti meningkatkan kualitas panen, menaikkan harga jual kopi Robusta Pupuan, serta membuka peluang ekowisata. Yang tidak kalah penting, inovasi ini merangkul generasi muda untuk menjaga potensi pertanian daerah secara berkelanjutan," ujar I Gusti Made Darma Ariantha.

Penerimaan Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 ini bukan titik akhir bagi Mika Adiputra. Justru, penghargaan ini menjadi pemantik semangat untuk terus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dengan pihak pemerintah maupun swasta. 

Di bawah rindangnya pepohonan kopi Desa Pajahan, sebuah mimpi besar kini bertumbuh, menjadikan Kopi Robusta Petik Merah khas Pupuan tidak hanya tuan rumah di negerinya sendiri, tetapi juga dikenal hingga mancanegara. Membawa keharuman nama Tabanan dan Bali ke panggung dunia. 

wartawan
KSM
Category

PMI Asal Perancak Meninggal di Guyana, Repatriasi Jenazah Tunggu Penerbangan Langsung

balitribune.co.id I Negara - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana masih terus memantau perkembangan pemulangan jenazah I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Perancak yang menjadi korban kecelakaan maut di Guyana, Amerika Selatan. 

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Disemayamkan di RSU Negara, Jenazah WNA Polandia Akhirnya Diserahkan ke Keluarga

balitribune.co.id I Negara - Setelah sepekan disemayamkan di RSU Negara, jenazah warga negara asing (WNA) asal Polandia, Marcin Dawid Ryzycki (44), akhirnya diserahkan oleh Polres Jembrana kepada perwakilan kuasa keluarga, Senin (7/9/2026) pagi. Pihak keluarga menolak proses autopsi dan memutuskan untuk langsung mengkremasi jenazah korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

43 Saksi Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Anggaran BBM-Mamin di Dinkes Tabanan

balitribune.co.id I Tabanan – Sebanyak 43 saksi telah diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan terkait kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan makanan-minuman (mamin) dan bahan bakar minyak (BBM) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Tandatangani Prasasti Karya di Bualu, Bupati Adi Arnawa: Budaya Adalah Garda Pariwisata Bali

balitribune.co.id I Mangupura - Kebudayaan dan spiritualitas Bali bukan sekadar warisan leluhur, melainkan modal sosial yang menopang keberlanjutan pariwisata. Atas dasar itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga eksistensi adat, tradisi, dan tempat ibadah sebagai fondasi identitas daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Wisatawan Domestik Terganggu

balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.