Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

susu formula
Bali Tribune / SUSU - waspada sebelum membeli susu formula, para orangtua wajib perhatikan kandungan yang terdapat di dalam susu formula

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Untuk itu, orangtua wajib memahami bahwa kualitas susu formula tidak cukup dinilai dari janji pada kemasan seperti “dukung tumbuh kembang”, “tinggi kalsium”, atau “bantu imunitas”. Yang jauh lebih penting adalah melihat kandungan utama produk, apa saja bahan tambahannya, dan bagaimana produk itu diproses sebelum sampai ke tangan konsumen. Susu formula adalah asupan yang dikonsumsi rutin, sehingga keputusan ini bisa memberi dampak jangka panjang pada pola konsumsi dan kesehatan anak.

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), orangtua perlu mengubah cara membaca susu formula sejak awal. “Orangtua sebaiknya tidak berhenti pada klaim di kemasan. Yang wajib dipahami justru komposisi produknya secara utuh. Karena dari situlah kita bisa melihat kualitas sumber nutrisi yang benar-benar dikonsumsi anak setiap hari,” ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (16/4/2026).

Hal pertama yang wajib diketahui orangtua adalah kandungan utama susu formula. Secara umum, bahan yang berada di urutan awal pada daftar komposisi menunjukkan bahan yang paling banyak digunakan. Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, itu menandakan bahwa formula tersebut mengandung susu segar utuh tanpa melewati proses produksi panjang. Ini penting karena susu merupakan salah satu sumber energi, protein, kalsium, fosfor, dan mikronutrien lain yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Namun, orangtua tidak boleh berhenti hanya pada bahan utama. Hal kedua yang wajib dicek adalah bahan tambahan lain di dalam formula. Beberapa bahan yang penting untuk diperhatikan adalah sukrosa, maltodextrin, sirup jagung, dan vanilin. Ketiganya sering terdengar teknis, padahal cukup penting untuk dipahami karena dapat memengaruhi komposisi dan rasa susu formula.

Maltodextrin adalah karbohidrat olahan yang cepat dipecah tubuh menjadi gula. Karena itu, orangtua perlu lebih cermat bila bahan ini muncul di daftar komposisi, terutama bila berada di urutan awal. Sementara itu vanilin adalah bahan perisa yang digunakan untuk memperkuat rasa. Bahan lain seperti sirup jagung juga perlu diperhatikan karena merupakan sumber gula tambahan yang dapat meningkatkan asupan gula harian anak dan berpotensi memengaruhi kebiasaan makan. Dalam praktiknya, bahan-bahan ini kerap digunakan dalam susu formula untuk membantu menutupi aroma susu yang muncul dari proses produksi yang panjang sekaligus meningkatkan cita rasa produk.  Bahan-bahan ini bukan nutrisi utama, namun paparan rasa manis sejak dini dapat membentuk preferensi rasa anak.

Hal lain yang juga penting dicek adalah sukrosa atau gula tambahan. WHO menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula pada anak karena berkaitan dengan masalah kesehatan gigi dan risiko kesehatan jangka panjang. Di Indonesia, ketika angka karies gigi anak sudah sangat tinggi, perhatian terhadap tambahan gula dalam produk konsumsi anak menjadi semakin relevan.

Selain komposisi, orangtua juga perlu memahami proses produksi susu formula, penyimpanan, dan penanganan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu dan keamanan produk sampai dikonsumsi anak.

Proses produksi yang terlalu panjang dan pemanasan yang berulang juga perlu dicermati karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi susu. 

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa proses panas dapat mengubah struktur protein dan menurunkan kadar lysine, salah satu asam amino penting. Kajian lain juga menyoroti bahwa heat treatment memengaruhi struktur dan sifat fisikokimia susu. Ini penting karena protein, kalsium, fosfor, dan mikronutrien dari susu berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Semakin baik kualitas bahan baku dan semakin terjaga prosesnya, semakin besar peluang nilai gizinya tetap optimal.  

Dalam konteks ini, penting untuk diingat bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi sumber gizi utama bagi bayi, karena ASI mengandung komposisi nutrisi yang paling ideal, mudah diserap, serta mengandung antibodi yang berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit. Namun, dalam praktiknya, tidak semua orangtua dapat memberikan ASI secara penuh hingga usia tertentu. Pada kondisi tersebut, susu formula sering kali menjadi pilihan lanjutan yang perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat.

“Memilih susu formula bukan sekadar soal merek atau klaim yang terdengar meyakinkan. Ini tentang memahami apa yang benar-benar masuk ke tubuh anak setiap hari. Sudah saatnya orangtua menjadi lebih teliti membaca label dan lebih kritis dalam memilih, agar dapat membantu membentuk generasi yang lebih sehat kedepannya," tutup Reza.

wartawan
YUE
Category

Musim Kemarau Melanda, Warga Desa Sinabun Kesulitan Dapatkan Air Bersih

balitribune.co.id I Singaraja - Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Buleleng berdampak pada menurunnya debit sejumlah sumber mata air. Kondisi tersebut menyebabkan warga di beberapa desa mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Seperti yang dialami warga Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. 

Baca Selengkapnya icon click

Kunjungan Kapal Pesiar di Pelabuhan Celukan Bawang Tumbuh 25 Persen

balitribune.coo.id I Singaraja - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Cabang Celukan Bawang mencatat kinerja operasional yang positif hingga Juli 2026. Peningkatan terlihat dari arus kapal yang mencapai 1,48 juta Gross Tonnage (GT), atau tumbuh 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,32 juta GT.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Klarifikasi Perizinan, 4 Kafe di Desa Baha Dipanggil Satpol PP Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memanggil pengelola empat kafe di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, untuk diminta klarifikasi terkait kelengkapan perizinan usaha pada Kamis (6/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan menyusul hasil sidak yang digelar petugas pada Rabu (5/8/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Pusat Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Tabanan Genjot PAD

balitribune.co.id I Tabanan -  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan mendesak pemerintah daerah setempat untuk melakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2027.

Optimalisasi penerimaan dari sisi PAD itu dirasa perlu karena APBD Tabanan pada 2027 diproyeksi mengalami penurunan pendapatan, terutama akibat pemangkasan dana Transfer Ke Luar Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Ilegal, Satpol PP Hentikan Aktivitas Pengerukan Lahan di Temukus

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menghentikan aktivitas pengerukan lahan di Banjar Dinas Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, setelah ditemukan indikasi kegiatan pengambilan material yang tidak sesuai dengan peruntukan kawasan.

Baca Selengkapnya icon click

Belanja 2027 Tembus Rp14 Triliun, DPRD Badung Wanti-wanti Pemerintah Kelola Anggaran Secara Cermat

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Badung bersama Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Badung, Kamis (6/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.