Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan Petakan Wilayah Krisis Air

Krisis air
Bali Tribune / PEMERIKSAAN - Petugas Perumda TAB melakukan pemeriksaan jaringan distribusi air bersih pada tengah malam atau saat jam pemakaian kecil.

balitribune.co.id I Tabanan -  Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan mulai memetakan wilayah rawan krisis air guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga September 2026 mendatang sebagai dampak terjadinya El Nino.

Upaya antisipasi ini dilakukan untuk memastikan distribusi air minum kepada pelanggan tetap stabil dan normal meski debit air menyusut. Berdasarkan hasil prakiraan, musim kemarau tahun ini akan terjadi lebih panjang mulai April hingga September 2026.

Sebagai antisipasi, perusahaan milik daerah tersebut melakukan penguatan sistem distribusi hingga pemeliharaan rutin pada seluruh unit pompa di berbagai wilayah.

Kasubag Humas Perumda TAB Tabanan, I Putu Wahyu Untung Suardana, menjelaskan bahwa pihaknya kini fokus meminimalkan kebocoran fisik pada jaringan pipa agar air tidak terbuang sia-sia. Selain itu, teknik step test juga diterapkan untuk mendeteksi sekaligus memitigasi potensi kebocoran pipa sejak dini. "Kami juga tengah memetakan titik wilayah di Tabanan yang rawan terjadi penurunan debit air dan potensi kekeringan," ungkap Untung pada Kamis (16/4/2026).

Pemeliharaan pompa dilakukan secara intensif dengan membersihkan endapan lumpur yang dapat mengganggu kinerja operasional dan kualitas air. Perumda TAB juga telah menyiagakan unit pompa cadangan sebagai langkah darurat jika terjadi kerusakan mendadak pada mesin utama.

Saat ini, pasokan air masih mengandalkan 34 sumber mata air yang terdiri dari 24 sumber alami dan 10 sumber air baku. Seluruh sumber tersebut dikelola secara maksimal untuk memastikan kebutuhan harian pelanggan di tengah cuaca ekstrem tetap terpenuhi.

Guna memastikan kualitas air tetap terjaga, tim teknis diterjunkan untuk mengawasi jaringan distribusi selama 24 jam penuh secara bergantian. Pengawasan nonstop ini menjadi garda terdepan perusahaan dalam merespons cepat jika ditemukan gangguan teknis di lapangan. "Kami juga menyiagakan petugas yang akan melakukan pemantauan jaringan distribusi. Mereka petugas ini bekerja 24 jam secara bergantian. Dengan tujuan untuk menjaga kuantitas dan kualitas produksi air agar tetap stabil," pungkasnya. 

wartawan
JIN
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.