Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terseret Arus 25 KM, Jenazah Petani Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Jembrana

terseret arus
Bali Tribune / DITEMUKAN - Jenasah korban terseret banjir di Banyuwangi ditemukan di perairan Pengambengan akhirnya dipulangkan, Senin (12/1)

balitribune.co.id | Negara - Misteri penemuan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Pengungkapan identitas ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan yang dialami keluarga korban di Banyuwangi.

Setelah melalui proses pengenalan keluarga dan identifikasi aparat, jenazah tersebut dipastikan bernama Alapi Hariyono (63), seorang petani asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Korban sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Gumapak yang meluap akibat hujan deras. Alapi dinyatakan hilang pada Kamis (8/1). Jenazah Alapi Hariyono pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan bernama Nur Holil (48) pada Minggu (11/1) sekitar pukul 18.30 Wita. 

Saat itu, Nur Holil hendak melaut di perairan Pengambengan. Ia melihat sesosok mayat laki-laki mengapung di belakang sebuah pabrik di kawasan pesisir tersebut. Karena kondisi jenazah yang sudah rusak di bagian wajah dan kekhawatiran untuk mengevakuasi sendiri, saksi memilih melaporkan melalui pesan WhatsApp ke anggota Polres Jembrana. Saksi tidak berani mengevakuasi jenasah tersebut. Temuan jenasah ini sempat menggegerkan kalangan nelayan dan masyarakat pesisir.

Saat ditemukan, di pinggang jenazah masih terikat sarung golok berbahan kayu. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSU Negara, Jembrana, untuk dilakukan pemeriksaan awal dan proses identifikasi. 

Pihak keluarga di Banyuwangi pun menerima informasi tersebut dari petugas SAR dan kepolisian. Mendapat kabar tersebut, Sori Suryanto (39), anak sulung korban langsung berangkat menuju Bali memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Sori tiba di RSU Negara pada Senin (12/1) sekitar pukul 02.00 Wita. Setelah melihat langsung jenazah ayahnya, keyakinan Sori pun tak tergoyahkan. “Dari baju dan sarung golok itu saya sudah yakin. Ditambah adanya tahi lalat di bagian pipi dan bentuk kepala bagian belakang. Sejak pertama kali melihat video penemuannya, saya sudah yakin itu bapak saya,” ungkap Sori. 

Menurut Sori, ciri-ciri fisik tersebut sangat khas dan ia memastikan tidak mungkin keliru mengenal ayahnya.

Menurut Sory, ayahnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sawah. Saat itu, hujan deras sejak siang hari, menyebabkan Sungai Gumapak meluap. Diduga kuat, korban Alapi terpeleset atau hanyut saat hendak menyeberangi sungai tersebut. Arus sungai yang deras akibat banjir diperkirakan menyeret tubuh korban hingga bermuara ke laut, lalu terbawa arus laut ke pesisir Jembrana, Bali. Dugaan itu diperkuat dengan temuan sejumlah alat bertani milik korban di sekitar sungai.

Pada hari pertama pencarian, warga dan keluarga menemukan mesin pemotong rumput di tepi Sungai Gumapak. Pada Minggu (11/1) kembali ditemukan pisau dan golok milik korban tidak jauh dari lokasi temuan awal. Selama beberapa hari, pencarian intensif dilakukan oleh warga di sepanjang aliran sungai hingga ke muara. 

“Jarak dari lokasi kejadian di sungai sampai ke pesisir pantai diperkirakan sekitar 25 kilometer, dan pencarian sempat menyisir sampai muara sungai,” jelas Sori.

 “Kami mengalami kendala dalam identifikasi sidik jari karena kondisi jenazah sudah mulai membusuk. Profesi korban sebagai pengrajin bambu yang sering bersentuhan dengan amplas membuat pola sidik jarinya sulit terbaca alat,” terang Kasatreskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana.

Sementara Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta yang mengakui meski identifikasi sidik jari belum maksimal, menyatakan keyakinan keluarga yang didukung oleh kecocokan ciri fisik menjadi dasar kuat dalam penetapan identitas korban. 

“Dari ciri-ciri yang digunakan korban ini diyakini oleh keluarga bahwa itu adalah anggota keluarganya. Kami masih menyelesaikan pemeriksaan, dan jika hasil sudah keluar, jenazah akan segera kami serahkan ke keluarga,” ungkapnya.

Berdasarkan keyakinan keluarga dan hasil identifikasi yang ada, pihak kepolisian akhirnya memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Alapi Hariyono. 

“Sudah diyakini oleh pihak keluarga korban. Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

370 Calon Paskibraka dan Paskibra Badung Ikuti Gelar Pasukan

balitribune.co.id I Mangupura - Sebanyak 370 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung dan Paskibra Kecamatan se-Kabupaten Badung mengikuti gelar pasukan di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengibaran bendera Merah Putih pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Burung Derkuku: Lestarikan Warisan Tradisi Leluhur

balitribune.co.id | Negara - Suara derkuku bersahutan dari gantangan di Taman Sangkur, Kelurahan Banjar Tengah, Negara, Minggu (9/8/2026). Puluhan sangkar berjajar, sementara para penghobi menunggu suara burung masing-masing mengalun. Bukan sekadar ramai oleh bunyi, setiap suara yang terdengar menjadi bagian dari penilaian untuk menentukan kualitas irama dan keindahan nada.

Baca Selengkapnya icon click

PAW KORPRI Denpasar Dikukuhkan, DPN Apresiasi "Sembagi Arutala" untuk Lindungi Pekerja Rentan

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) KORPRI, Prof. Dr. Zudan Arif Fahrulloh, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kota Denpasar dan KORPRI Kota Denpasar dalam mengimplementasikan program gotong royong kepedulian sosial bertajuk "Sembagi Arutala".

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PAD Tak Baik-Baik Saja, Pencairan Dana Hibah di Bangli Tersendat

balitribune.co.id | Bangli - Rapat gabungan antara DPRD Bangli dan jajaran eksekutif yang digelar secara tertutup pada Jumat (7/8/2026) berjalan memanas. Pasalnya, sebagian besar dana hibah yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokok-pokok pikiran/pokir) dewan hasil penjaringan aspirasi masyarakat saat reses tak kunjung cair.

Baca Selengkapnya icon click

Tokoh Adat Desa Subaya Tewas Terperosok ke Jurang Saat Cari Kayu Bakar

balitribune.co.id | Bangli - Nasib tragis menimpa Jro Bau Wayan Asung (75), seorang tokoh masyarakat asal Banjar/Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pria yang menjabat dalam struktur kepemimpinan adat Ulu Apad tersebut ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 75 meter saat mencari kayu bakar di kawasan hutan setempat, Sabtu (8/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.