Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kasus Pungli, Lolak Minta Polisi Tak Dibenturkan dengan Desa Pakraman

I Kadek "Lolak" Arimbawa

 BALI TRIBUNE - Pungutan yang terjadi di Desa Pakraman (Desa Adat) di Bali, mendapat perhatian khusus dari Polda Bali. Bahkan di beberapa Desa, polisi melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku yang diduga melakukan tindak pidana pungutan liar (Pungli). Yang terbaru, 11 petugas retribusi di pintu masuk Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, ditangkap oleh Resmob Ditreskrimum Polda Bali, 1 November lalu. Mereka ditangkap karena dugaan melakukan tindak pidana Pungli. Pungutan misalnya berupa pungutan biaya tiket masuk kendaraan roda dua sebesar Rp2 ribu, kendaraan roda 4 sebesar Rp5 ribu, kendaraan untuk bus pariwisata sebesar Rp20 ribu, dan kendaraan Elf untuk pariwisata sebesar Rp10 ribu. Selain itu, kendaraan bawa barang jenis pick up sebesar Rp20 ribu, kendaraan truk engkel sebesar Rp40 ribu, kendaraan truk besar Rp50 ribu, dan kendaraan sepeda motor membawa barang dikenakan sebesar Rp5 ribu. Penangkapan ini memantik reaksi dari berbagai kalangan. Ada yang mendukung upaya kepolisian ini, namun ada pula yang menolak. Apalagi sebelumnya, beberapa Bendesa Pakraman (Kepala Desa Pakraman), juga dijerat dalam kasus dugaan pungli di wilayah desanya. Terkait hal tersebut, anggota DPD RI yang juga seniman Bali, I Kadek Arimbawa, turut bersuara. Ia meminta semua pihak, untuk secara arif menyikapi hal ini. "Terlepas dari adanya penangkapan beberapa pegawai Bumdes (yang sebelumnya dikabarkan Pecalang) di Matahari Terbit, saya berpendapat bahwa pihak kepolisian tentu memiliki dasar yang kuat untuk melakukan penangkapan," ungkapnya, kepada wartawan, di Denpasar, Minggu (11/11). Hanya saja, imbuhnya, isu yang berkembang saat ini seolah-olah digeneralisir bahwa Desa Adat dan Awig-awig yang dimilikinya kini mulai terancam. Bahkan ada penilaian lain, bahwa sedang terjadi pelemahan terhadap Desa Pakraman di Bali. Menurut Arimbawa, Desa Pakraman sesungguhnya dapat memungut di wilayah masing-masing, asalkan subjeknya jelas, objeknya tepat, pengelolaan dana transparan serta dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dana yang dipungut juga digunakan dalam pembinaan warga desa dan lingkungan. "Desa Pakraman dilindungi berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2003, dan Perda ini adalah satu di antara dasar hukum yang berada di bawah undang-undang. Jadi, sah-sah saja Desa Adat memperoleh pendapatan melalui retribusi maupun sumber lain yang berada di wilayahnya," tegas Arimbawa, yang populer dengan nama Lolak. Meskipun demikian, untuk menjalankan asas keadilan dan pemerataan, Arimbawa berharap, negara melalui pemerintah daerah juga turut andil dalam pengelolaan objek-objek wisata yang ada di Desa Adat. "Tidak semua Desa Adat memiliki objek wisata, sehingga adanya badan pengelola oleh pemda juga dapat memberikan semacam dana bagi hasil bagi desa adat di sekitarnya," ujar Senator asal Bali ini. Ia juga mengingatkan, agar jangan sampai ada upaya untuk membenturkan kepolisian dengan Desa Adat. Arimbawa berpandangan, kehadiran Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tertanggal 20 Oktober 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) sudah sangat baik. Aturan ini kemudian diturunkan ke dalam Instruksi Mendagri Nomor 180/ 3935/ SJ Tentang Pengawasan Pungutan Liar dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Intinya, menginstruksikan gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia untuk memberantas pungli dan sasarannya kepada aparatur sipil negara dan penyelenggara negara. Arimbawa pun meminta masyarakat melihat konteks permasalahan secara jelas dan tidak menjustifikasi bahwa ini adalah bentuk pelemahan desa adat. Arimbawa menegaskan, sudah saatnya pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), tokoh adat dan akademisi menyatukan pemikiran dan memberi batasan yang jelas, mana-mana saja yang masuk pungutan liar sehingga kasus ini tidak lagi terulang. Batasan ini penting, sehingga aparat kepolisian dapat menjalankan tugasnya secara baik. Di sisi lain, masyarakat tetap menghormati kepolisian sebagai aparat penegak hukum. "Jangan ada bahasa-bahasa yang menyudutkan kepolisian bahwa polisi melemahkan Desa Adat. Kita sudah sangat bersyukur atas kinerja Kapolda dan jajaran dalam pemberantasan narkoba, premanisme, stabilitas keamanan selama IMF Meeting, dan semua itu sudah kita rasakan bersama," pungkas Arimbawa.

wartawan
San Edison
Category

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Semester I 2026 Kunjungan Wisatawan di Kawasan Pariwisata Meningkat

balitribune.co.id | Mangupura - Pengelola kawasan pariwisata mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026 dengan membukukan 2.497.458 kunjungan wisatawan di tiga kawasan yang dikelolanya, yaitu Nusa Dua (Bali), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Golo Mori (Nusa Tenggara Timur). Jumlah ini meningkat 10,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.259.269 kunjungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.