balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali.
Seperti yang dilakukan salah seorang pelaku usaha kuliner Bali, I Putu Bayu Ekayana menambah depot babi guling di tempat-tempat wisata yakni di Bedugul, Tabanan. Mengingat Bedugul merupakan salah satu tempat wisata atau destinasi utama bagi wisatawan saat berlibur di Bali.
Ia mengaku melihat peluang memperluas target pasar babi guling dengan bumbu khas Bali ini kepada wisatawan. "Tidak hanya ke masyarakat lokal tetapi juga wisatawan. Makanya memilih menambah buka depot babi guling di tempat wisata," katanya beberapa waktu lalu di Tabanan sembari menyebutkan kuliner babi guling di depot yang ia jalankan sudah dibuka sejak 2001 dimulai dari orangtuanya.
Bayu mengatakan, karena memilih membuka depot babi guling di jalur wisata yang menargetkan kunjungan dari wisatawan, maka pihaknya mengutamakan kebersihan makanan baik dari pengolahan di dapur, hingga penyajian kepada pembeli. "Saya masih menggunakan resep utama warisan keluarga, juga memperkuat aspek pelayanan, kebersihan, dan standar higienitas," ujar Bayu.
Ia menuturkan, kunci utamanya adalah konsistensi menjaga kualitas rasa, pelayanan, serta keterbukaan terhadap kritik pelanggan. “Kami sangat terbuka dengan komplain. Dari situ kami tahu apa yang harus diperbaiki,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, depot babi guling ini menghabiskan 5–6 ekor babi per hari dari seluruh outlet. Bahan baku diperoleh dari peternak lokal di kawasan Pancasari, Candikuning, hingga Baturiti. Ia pun sangat selektif dalam memilih jenis babi. "Saya lebih memilih jenis seperti saddleback, chester, dan yorkshire karena kandungan lemaknya menghasilkan tekstur kulit yang lebih renyah saat diproses menjadi babi guling. Lemak itu penting untuk hasil akhir. Kulit jadi lebih kriuk,” paparnya.