balitribune.co.id I Denpasar - Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, secara resmi membuka penelitian Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri di Gedung Presisi Polda Bali, Senin (4/5/2026).
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kepolisian dalam pemberantasan korupsi serta dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. Ruddi Setiawan, Peneliti Utama BRIN Moch. Nurhasim, serta jajaran Pejabat Utama Polda Bali.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Made Astawa mengungkapkan bahwa selama periode 2023 hingga 2025, Polda Bali telah menangani 95 perkara tindak pidana korupsi. Berbagai modus ditemukan, mulai dari penyalahgunaan anggaran, mark-up pengadaan barang dan jasa, hingga suap perizinan.
"Penunjukan Polda Bali sebagai lokasi penelitian menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penguatan kinerja, terutama dalam memberantas korupsi dan menyukseskan program strategis nasional," ujar Made Astawa.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Polda Bali telah membangun 17 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, 13 unit di antaranya telah beroperasi dan menjangkau sekitar 36.000 penerima manfaat.
Sementara itu, Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. Ruddi Setiawan menjelaskan bahwa penelitian yang berlangsung hingga 7 Mei 2026 ini fokus pada optimalisasi SDM dan kelembagaan. "Kami meneliti aspek mindset personel dan penguatan peran Polri dalam mendukung MBG menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol sinergitas, dilanjutkan dengan pendalaman penelitian untuk menghasilkan rekomendasi strategis bagi peningkatan kinerja Polri ke depan.