balitribune.co.id I Denpasar - Pedagang bendera musiman mulai menjamur di sejumlah jalan protokol wilayah Denpasar menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026). Pesta sepak bola terbesar dunia ini memicu euforia tinggi bagi para pencinta olahraga di Bali.
Piala Dunia edisi ke-23 mencetak sejarah baru karena digelar kolaboratif di tiga negara, yaitu Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Jumlah tim kontestan juga melonjak menjadi 48 negara.
Fenomena global ini dimanfaatkan oleh para pedagang musiman untuk meraup keuntungan dari fanatisme suporter lokal. Budiman, seorang pedagang asal Jawa Timur yang mangkal di Jalan Supratman, Denpasar, mengaku selalu memanfaatkan momen turnamen besar untuk menjajakan bendera.
"Semua bendera saya pasok dari Jawa untuk dijual kembali di Bali. Ukuran kecil dijual Rp100 ribu, sedangkan ukuran besar Rp120 ribu," kata Budiman.
Budiman bergerak bersama kelompoknya yang menyebar di beberapa titik strategis. Namun, ia memilih hanya menjual atribut negara yang memiliki basis suporter besar di Bali.
"Saya hanya menjual bendera negara yang banyak dicari suporter saja. Saat ini, bendera Inggris dan Belanda menjadi yang paling laris manis terjual," pungkasnya.