balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Perumahan dan Kawasan Perumahan (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait meninjau bedah rumah dan simulasi tender rakyat di Kota Denpasar Kecamatan Denpasar Utara Kelurahan Tonja, pada Senin (10/8/2026).
Pada kesempatan itu, Menteri Maruarar Sirait mengunjungi rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah milik Ni Wayan Pageh.
Menteri Maruarar Sirait mengecek dan memastikan proses pembangunan bedah rumah program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ini dari rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Calon penerima bedah rumah tahun 2026, Ni Wayan Pageh bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan Rp2.500.000/bulan dan dengan luas rumah 24 meter persegi.
BSPS program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman ini memberikan dana stimulan dan pendampingan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi rumah yang aman, sehat, dan nyaman dengan jumlah bantuan BSPS senilai Rp20 juta per unit rumah.
"Alokasi tahun anggaran 2026 dibandingkan 2025 untuk program bedah rumah ini di Provinsi Bali mengalami kenaikan 13.496 persen dari 31 unit tahun 2025 naik menjadi 4.184 unit di tahun 2026. Naiknya sangat tinggi ini," ujarnya.
Sebaran alokasi bedah rumah tahun 2026 di Bali yakni alokasi wilayah pedesaan sebanyak 1.113 unit di 4 kabupaten diantaranya Kabupaten Badung, Bangli, Tabanan dan Gianyar, alokasi wilayah pesisir 2.812 unit dan alokasi wilayah perkotaan 259 unit. Tahun 2026 bedah rumah di Badung 281 unit, Bangli 301 unit, Gianyar 250 unit, Tabanan 281 unit (lokasi wilayah pedesaan).
Sedangkan alokasi untuk wilayah pesisir menyasar 4 kabupaten dengan total 2.812 unit diantaranya Jembrana 212 unit, Bulelelng 950 unit, Klungkung 710 unit, Karangasem 940 unit. Untuk alokasi wilayah perkotaan (1 kota) Denpasar sebanyak 259 unit.