Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 7 November 2017 20:36
Release - Bali Tribune
CSR
Keterangan Gambar: 
Gubernur Bali Made Mangku Pastika photo bareng dengan panitia Tri Hita Karana (THK) Awards 2017 di ruang kerja Gubernur , Senin (11/6)kemarin.

BALI TRIBUNE - Pasca berakhirnya Millenium Development Goals (MDGs), PBB membuat tujuan baru yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Ini menunjukkan pembangunan berkelanjutan menjadi tren atau kecenderungan dunia saat ini.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi panitia Tri Hita Karana (THK) Awards 2017 di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Senin (11/6).

Menurut Pastika, jika berbicara tentang pembangunan berkelanjutan maka sudah pasti arahnya pada Tri Hita Karana, filosofi masyarakat Bali yang mendasari kebahagiaan manusia.
“Untuk bisa sustainable, rohnya itu Tri Hita Karana,” kata Pastika.
Dia menambahkan, pembangunan berkelanjutan bisa tercapai apabila ada harmoni atau keselarasan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan dengan alam semesta.

Oleh sebab itu ia berharap kearifan lokal Tri Hita Karana bisa terus disebarluaskan bahkan ke manca negara. “Salah satunya untuk menularkan virus ini adalah dengan melibatkan dunia pariwisata seperti yang dilakukan Yayasan Tri Hita Karana melalui THK Awards,” imbuh Pastika.

Lebih jauh dikatakan Gubernur, orang luar sangat terbuka dengan konsep Tri Hita Karana karena memang sejalan dengan upaya menciptakan pembangunan berkelanjutan.

Sementara Ketua Yayasan Tri Hita Karana I Gusti Ngurah Wisnu Wardana menyampaikan secara kuantitas peserta THK Awards tahun 2017 meningkat mencapai 155 peserta yang menunjukkan kesadaran pelaku pariwisata di Bali terhadap inisiatif ini semakin baik.

Dia menyebutkan, THK Awards  tahun 2017 akan diselenggarakan tanggal 25 November 2017 mendatang. Pada kesempatan itu akan diserahkan berbagai kegiatan diantaranya kategori Public Relations, Corporate Social Responsibility dan Melapa Melapi. Ia menambahkan tahun ini sesuai dengan anjuran United Nations World Tourism Organisation (UNWTO) dan Kementerian Pariwisata, pihaknya juga akan melakukan penilaian implementasi global code ethic of tourism.

Perwakilan Tim Asesor THK Awards 2017, Gede Suarsa mengatakan untuk THK Awards 2017 secara kualitas meningkat dan jauh lebih bagus daripada sebelumnya. Menurutnya makin banyak hotel yang memiliki program CSR yang bagus dan berkualitas.

Turut hadir dalam audensi ini Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gde Yuniartha, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gede Suarjana, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali AA Gede Geriya dan Kepala Bidang Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Ayu Putri Masyeni.