Diposting : 1 March 2018 08:17
I Made Darna - Bali Tribune
Kopi
Keterangan Gambar: 
Acara temu wirasa antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan kelompok Tani Sari Sedana, pemilik Kopi Bean Bali di Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Rabu (28/2) .

BALI TRIBUNE - Kopi dari Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, ternyata memiliki kualitas yang tak kalah dengan hasil produksi dari daerah lain. Terbukti hasil produksi petani setempat telah merambah pasar dunia.

Hal tersebut terungkap saat acara temu wirasa antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan kelompok Tani Sari Sedana, pemilik Kopi Bean Bali di Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Rabu (28/2) kemarin. Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Kadis PertanianTanaman Pangan Putu Oka Swadiana, Kabag Ekonomi AA. Sg. Rosyawati, Mantan Kadis Kadis PertanianTanaman Pangan IGAK Sudaratmaja, Pemerati Citarasa Kopi Hendaro Setyobudi, Ahli Kopi dari Jepang Zuzuki.

Dalam kesempatan tersebut, Swadiana mengatakan agar hasil pertanian kopi yang lebih baik dapat bersaing dengan penghasil kopi di belahan dunia tentu perlu kerja keras dan terobosan-terobosan baru untuk menghasilkan kopi yang baik dan berkualitas. Pihaknya merasa bangga, karena para petani di Badung telah melakukan hal itu.

Diakuinya, saat ini pengembangan kopi di Kabupaten Badung ada 2 jenis yaitu jenis kopi Arabica dan Kopi Robusta. “Dilihat dari segi kualitas kopi tersebut sudah sangat bagus, malah saat ini sudah dikirim ke mancanegara,” ungkapnya.

Dengan mendatangkan tenaga ahli dari Jepang Zuzuki yang memotivasi petani-petani kopi di Badung, diakui Swadiana, sangat luar biasa.

Agar pertanian dapat lebih berkembang, pemerintah pun kini terus memberikan pelatihan kepada para petani. “Kami tentu harapkan kedepan semakin berkembang lagi produksi kapi dari Badung Utara. Sehingga bisa dikenal sebagai sentral kopi,” harapnya.

Swadiana juga berharap, kedepan dengan semakin berkembangnya lahan pertanian di Badung Utara mampu menopang pariwisata Badung Selatan.

Sementara itu, Owner Bali Beans Coffe Ayu Riani memberikan apresiasi terhadap yang mendukung penuh kegiatan temu wirasa tersebut. “Kami merasa sangat senang dan tertantang untuk memberikan sesuatu yang baik terkait dengan kehidupan para petani kopi. Dengan diadakannya temu wirasa ini bagaimana nantinya petani kopi bisa berintraksi antara petani dan pembeli dengan tetap menjaga kualitasnya,” katanya.

“Mudah-mudahan petani kopi yang ada di kabupaten Badung bisa memajukan kopi dari segi kualitas, jadi antara petani dan marketing bisa berkoneksi dengan baik dan mengangkat nama kopi Bali di tingkat internasional,” harapnya.