Bali Tribune, Sabtu 16 Desember 2017
Diposting : 11 September 2017 19:48
Redaksi - Bali Tribune
teror
Keterangan Gambar: 
Benyamin Seran (kanan) menjelaskan kepada polisi saat olah TKP, kemarin.

BALI TRIBUNE - Seorang pengacara muda, Yulius Benyamin Seran (33) menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat melintas di Tol Bali Mandara sekitar 300 meter dari pintu masuk tol Nusa Dua, Jumat (8/9) pukul 17.45 Wita. Belum diketahui motif penembakan mobil yang dikemudikan pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Namun diduga kuat terkait sejumlah perkara besar yang ditanganinya. Polisi masih melakukan pendalaman atas kasus ini.

Benyamin Seran yang ditemui Bali Tribune seusai melaporkan aksi penembakan itu k pihak kepolisian, kemarin menjelaskan, saat itu ia memgendarai mobil Toyota warna hitam DK 1892 MG sendirian dengan tujuan ke tempat tinggalnya di Denpasar.

Tiba-tiba ia mendengar suara yang keras dibarengi dengan kaca depan tepat di depan sopir retak. Kondisi jalan tol yang sepi membuatnya tidak berhenti ataupun turun untuk memerikas kendaraan. Ia pun memilih untuk melaju kencang dan meninggalkan lokasi.

"Bunyinya itu cukup keras. Kaca tiba-tiba retak dan itu terjadi di depan saya. Makanya saya tidak mau ambil risiko dan melaju dengan kecepatan tinggi," ungkapnya.

Setelah tiba di pintu keluar tol Benoa 15 menit kemudian, ia memeriksa seluruh bagian mobil dan menemukan bekas lubang dan retakan yang diduga karena peluru. Mendapati musibah yang mengancam keselamatannya, korban kemudian langsung pulang ke tempat tinggalnya. Keesokan harinya, Sabtu (9/9) siang, korban masih menenangkan diri pascainsiden itu dan berusaha menghubungi rekan-rekannya prihal langkah atau tindakan yang harus diambil akibat insiden itu.

Setelah itu, pada Minggu (10/9) ia melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Denpasar, nomor laporan; LP/STPL/1325/IX/2017/Bali/Res Denpasar. "Terus terang, akibat insiden ini saya merasa diteror. Makanya tindakan saya adalah melapor ke kepolisian untuk diusut tuntas," ujarnya.

Dikatakannya, laporannya itu langsung direspon anggota Reserse Kriminal (Reskrim). Setelah keterangan digali oleh sejumlah anggota polisi, petugas langsung turun ke TKP Jalan Tol Bali Mandara untuk melakukan olah TKP.

Sejumlah rekaman kamera pengawas di pintu masuk tol juga diperiksa. Ada pengendara motor yang diduga melakukan pembuntutan terhadap dirinya selama berada di Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua tepatnya dari arah Mumbul, Kuta Selatan. Dimana, pengendara sepeda motor jenis matik itu selalu berada di belakang mobilnya meski jalur motor dalam keadaan lengang.

"Saya sebenarnya menduga motor itu karena jalan santai saja atau mungkin mengalami kerusakan sehingga pelan-pelan di belakang mobil saya. Tapi, saat saya bergerak ke tol, mereka juga masuk di arah yang sama. Hanya saja di jalur motornya," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar membenarkan terkait laporan dari Benyamin Seran. Hanya saja, pihaknya tidak bisa buru-buru mengambil kesimpulan karena ditembak. Pasalnya, aku dia, anggotanya sudah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian termasuk memeriksa keterangan sejumlah saksi termasuk pelapor. "Kita masih dalami. Kalau ditembak, tentu melalui hasil pemeriksaan labfor dulu. Kan ini belum masuk. Kemungkinan besok (hari ini) mobil pelapor akan diperiksa," katanya.

Benyamin Seran sendiri menduga ada pihak ataupun oknum-oknum tertentu yang sengaja melakukan teror atas dirinya dengan melakukan penembakan. Bukan tidak beralasan, banyak kasus besar yang berkaitan dengan WNA yang sedang ditanganinya seperti kasus pemindahan bayi dari narapidana kasus pembunuhan Heater Mack dan kasus Baby J.