Bali Tribune, Rabu 13 Desember 2017
Diposting : 19 May 2016 10:55
redaksi - Bali Tribune
Ida Pedanda Gde Made Gunung
Keterangan Gambar: 
WAFAT – Tokoh dan rohaniawan karismatik Ida Pedanda Gde Made Gunung, Rabu kemarin wafat. Umat Muslim di Gianyar khususnya merasa sangat kehilangan karena saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ubud, ceramahnya soal pluralisme begitu menyejukkan.

Gianyar, Bali Tribune

Umat Muslim khususnya di Gianyar  merasa kehilangan atas wafatnya tokoh rohaniawan Hindu dari Gianyar Purnawati, Blahbatuh, Ida Pedanda Gde Made Gunung.  Rohaniawan  karismatik ini dikenal pluralis  hingga kerap diminta  memberikan  dharma wacana untuk umat Muslim di Gianyar.

Ketua MUI Gianyar Haji Munajat, Rabu (18/5) mengatakan, Ida Pedanda Gde Made Gunung  tidak hanya tokoh milik umat Hindu, namun semua umat. Bahkan, lanjut dia, pada saat Perayaaan Mulid Nabi Muhammad SAW,  Ida Pedanda dihadirkan  untuk berceramah mengenai nilai-nilai keindahan dalam  keragaman etnis dan  agama  untuk umat Muslim.

Senada itu, Ketua Forum Kerukunan  Umat Beragama (FKUB) Gianyar, Cokorda Gde Parta Sunia menyebutkan jika  sosok Pedanda Gunung adalah penyejuk antarumat beragama. Karena itu,  Ida Pedanda Gde Made Gunung  mendapat kehormatan untuk memberikan wejangan tentang nilai-nilai keindahan dan keragaman dalam kegiatan umat lainnya.

“Di hadapan umat Muslim, wejangan Ida Pedanda  sangat universal dan selalu menekankan  konsepsi menyama braya.  Bagi Ida Pedanda, di balik keragaman agama, sejatinya   ada sebuah talian persaudaraan yang   langgeng menyatu.  Khususnya persaudaraan umat Hindu dan Muslim di Bali yang sudah terjalin harmonis sejak zaman kerajaan,” kenang Cok Parta.

Sementara itu, kedatangan jenazah/layon Ida Pedanda di Griya Purnawati, Blahbatuh, sekitar pukul 09.00 Wita disambut  tokoh-tokoh, pejabat, serta umat  dengan tetesan air mata. “Ida Pedanda  sudah sering batuk sejak sebulan terakhir. Hingga   minggu lalu, Ida Pedanda check up di RSUP Sanglah dan langsung opname,” terang  putra almarhum Ida Bagus  Made Purwita.

Di RSUP Sanglah, Ida Pedanda sempat dirawat di Wing Amerta. Namun  terakhir  pindah ke ICU Jantung. Ida Pedanda saat berada di ICU, menderita stroke nonhemmorhagik luas. Ida Pedanda mengalami gagal napas dan akhirnya meninggal dunia, pukul 04.45 Wita, Rabu kemarin.