balitribune.co.id I Tabanan - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menggelar razia dan tes urine terhadap 153 petugas dan warga binaannya pada Senin (6/4/2026). Kegiatan itu dilakukan untuk memperkuat deteksi dini jelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62. Lewat kegiatan itu, Lapas Tabanan hendak memastikan lingkungannya bersih dari peredaran gelap narkoba.
Dalam pelaksanaannya, razia dan tes urine itu melibatkan petugas dari Kodim 1619/Tabanan, Polres Tabanan, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Badung. Selain menggeledah kamar hunian untuk mencari barang terlarang, petugas juga mewajibkan puluhan pegawai dan seratus narapidana untuk menyerahkan sampel urine.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HBP dengan tema Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima. Menurutnya, kegiatan ini sebagai upaya nyata untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan jeruji besi. "Sekaligus mendukung program pemerintah serta upaya deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas," ujar Prawira.
Di kesempatan yang sama, pihaknya berterima kasih dengan unsur TNI, Polri, dan BNK yang ikut bersinergi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, kolaborasi ini ini bisa membantu pihaknya untuk memastikan bahwa stabilitas keamanan di Lapas Tabanan selalu terjaga dengan kondusif. "Kami juga sangat mengapresiasi rekan-rekan APH yang turut terlibat dalam pelaksanaan razia dan tes urine ini sebagai wujud sinergi dan kolaborasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban lapas selalu kondusif, "imbuhnya.
Sementara itu, dokter lapas, dr. Luh Putu Tresnadewi, mengungkapkan bahwa seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil yang negatif. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada 53 orang petugas serta 100 orang warga binaan yang mengikuti tes urine hasilnya negatif semua, ungkapnya.