Balitribune.co.id | Amlapura - Pemungutan suara Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024), di Kabupaten Karangasem secara umum berlangsung aman dan lancar. Berbagai cara dilakukan masyarakat di sejumlah desa di Karangasem untuk menarik warganya agar datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya.
Di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, warga di bersama KPPS di desa ini membuat TPS Perempuan, dimana seluruh petugas KPPS dan Linmasnya adalah perempuan. TPS Perempuan ini berlokasi di SD Negeri 6 Bugbug yang berada di Banjar Dinas Samuh, dimana dari 7 TPS yang ada di sekolah ini, satu diantaranya adalah TPS 33 yang merupakan TPS perempuan. Keberadaan TPS ini cukup menarik, kendati tidak ada riasan istimewa, namun demikian di TPS ini pemilih dilayani dengan penuh keramahan. Di TPS perempuan ini sendiri terdapat sebanyak 260 orang pemilih yang terdaftar dalam DPT.
“Ini pertama kali ada TPS perempuan di desa kami. Kemungkinan karena Ketua KPPS nya adalah wanita dan kebetulan Kawil Samuh saya sendiri adalah wanita sehingga digagas adanya TPS perempuan,” ungkap Kawil Banjar Dinas Samuh, Ni Nyoman Citera Darma Wijayanti, kepada awak media di lokasi TPS.
Sementara itu, ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Karangasem, menyalurkan hak pilih mereka di TPS khusus yang berada di dalam Lapas Karangasem. Kalapas Kelas II B Karangasem, Renharet Ginting, kepada awak media menyampaikan, untuk pemungutan suara di Lapas Kelas II B Karangasem, seluruh KPPS nya adalah petugas Lapas. Pertanggal 14 Februari 2024 jumlah warga binaan yang menghuni Lapas Karangasem disebutkannya berjumlah 325 orang. “Per Tanggal 14 Februari ini jumlah warga binaan diu Lapas Karangasem berjumlah 325 orang warga binaan, nah dari jumlah itu sebanyak 19 orang diantaranya tidak bisa memberikan hak pilihnya karena nama mereka tidak terdaftar di DPT manapun,” sebutnya.
Secara rinci jumlah warga binaan yang mencoblos untuk Calon Anggota DPRD Kabupaten Karangasem berjumlah 28 orang warga binaan, yang mencoblos Anggota DPRD Provinsi Bali 85 orang, DPR-RI sebanyak 194 orang dan yang mencoblos untuk Pilpres sebanyak 300 orang warga binaan. Proses pemungutan suara di Lapas Karangasem sendiri mendapatkan pengamanan ekstra ketat baik dari petugas Lapas maupun dari anggota Polres Karangasem.