Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

800 Hektar Lahan Jagung di Karangasem Terserang Ulat Grayat Terparah di Desa Seraya Timur

Bali Tribune/ TUNJUKKAN - Petani jagung di Banjar Pejongan, Desa Seraya Tengah, menunjukan lahan jagung yang terserang hama ulat grayat.
balitribune.co.id | Amlapura - Cuaca yang tidak menentu dengan curah hujan yang minim, membuat serangan hama ulat grayat makin mengganas di Karangasem. Serangan ulat grayat ini menyebar di sejumlah kecamatan. Salah satunya menyerang 800 hektar lahan jagung di tiga desa di Seraya, yakni Seraya Timur, Seraya Tengah dan Seraya Barat. 
 
Akibat serangan hama ulat grayat itu, lahan jagung warga yang baru berumur dua bulan atau baru keluar tongkol buah, rusak digerogoti ulat. Dari informasi yang dihimpun bali tribune di sejumlah lahan pertanian di Seraya Timur dan Seraya Tengah, Jumat (14/2), serangan hama terparah terjadi Desa Seraya Timur, hama ulat grayat ini tidak hanya menggerogoti daun jagung, tetapi juga batang hingga kebuah. Tidak berapa lama setelah itu pohon jagung yang dimakan batangnya oleh ulat grayat itu akan mati dan mengering.
 
“Yang terparah itu di Seraya Timur, Pak. Kalau yang di sini astungkara karena kemarin sempat hujan dua kali mudah-mudahan ulatnya berkurang dan jagungnya bisa tetap tumbuh dan buahnya aman,” ungkap I Nyoman Joko, petani asal Banjar Pejongan, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem. 
 
Untuk yang di Seraya Tengah kata dia hama ulat ini baru menyerang daun jagungnya saja, belum sampai kebuah. “Sepanjang musim tanam, ini pertama kali tanaman jagung di Seraya terserang hama ulat. Kalau dulu-dulunya gak pernah ada serangan hama seperti ini,” ucapnya. 
 
Diakuinya memang setelah petani menanam benih jagung dan ketika tanaman jagung berumur satu bulan, tidak ada turun hujan kendati saat itu adalah musim hujan. Diperkirakan itulah yang mengakibatkan hama ulat gerayat menyerang.
 
Untuk diketahui, para petani lahan tadah hujan di tiga desa paling tandus ini hanya menanam jagung sekali setahun, yakni menunggu hingga musim hujan tiba. Hasil panennya bisanya akan disimpan untuk stok pangan selama musim kemarau atau musim paceklik. Saat ini sebanyak total 800 hektar lahan jagung di tiga desa ini terancam gagal panen karena banyak yang rusak terserang hama ulat grayat.
 
Saat ini sejumlah petani mengaku kesulitan untuk mengendalikan serangan hama ulat gerayat ini, sementara itu dari Balai Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, masih menyelidiki serangan hama tersebut guna menentukan teknik dan jenis obat pembasmi hama yang tepat untuk pengandalian serangan hama tersebut.
 
 “Dari informasi yang kami terma dari petugas penyuluh pertanian, itu diserang oleh hama ulat gerayat. Bukan di Seraya saja, tapi serangan hama ulat gerayat ini juga terjadi di hampir semua kecamatan,” beber I Nyoman Sudiarsa, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Karangasem, kepada wartawan kemarin. 
 
Ada yang sudah dilakukan pengendalian hingga lahan jajgungnya bisa dipanen, dan untuk yang di Seraya pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan petugas penyuluh untuk menentukan cara pengendaliannya. 
wartawan
Redaksi
Category

Bukan Perang, Tradisi Siat Tipat Desa Kapal Simbol Kehidupan dan Kesejahteraan

balitribune.co.id I Mangupura - Ribuan tipat dan bantal kembali “berterbangan” dalam tradisi Siat Tipat Bantal di Desa Adat Kapal, Mengwi, Badung, Sabtu (26/9/2026). Sekilas terlihat seperti aksi saling lempar, namun di balik kemeriahannya tersimpan filosofi kehidupan yang diwariskan leluhur.

Baca Selengkapnya icon click

Pengelola Tanah Lot Berbenah Sambut Libur Akhir Tahun

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mulai melakukan persiapan untuk menyambut libur panjang akhir tahun 2026 yang tinggal hitungan tiga bulan lagi.

Sejumlah persiapan secara umum sudah mulai dilakukan seperti peningkatan kebersihan, kenyamanan, hingga sistem keamanan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Urai Macet Gilimanuk, Berbagai Skenario Diterapkan

balitribune.co.id I Negara - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, mengalami kemacetan parah hingga mengular sejauh 3,5 kilometer. Kondisi ini merupakan dampak domino dari aksi mogok massal dan blokade pintu keluar yang digelar puluhan sopir truk logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026) sore. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.