Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Abrasi Mengganas Ancam Permukiman Warga

Permukiman warga Gilimanuk kini ternacam abrasi yang semakin mengganas.

 BALI TRIBUNE - Dampak abrasi di pesisir Jembrana kini kian mengkhawatirkan. Bahkan ganasnya terjangan gelombang di perairan selat Bali, kini telah meluluhlantakkan daratan. Kawasan permukiman warga pesisir kini semakin terancam dampak abrasi. Banyak bangunan warga yang kini sudah hancur tergerus gelombang air laut. Salah satu wilayah pesisir yang mengalami kerusakan yang parah akibat abrasi adalah di Kelurahan Gilimanuk. Seperti kondisi daratan yang kini tampak luluhlantak digerus gelombang air laut di Lingkungan Asri dan Jineng Agung. Permukiman warga di wilayah ujung barat Pulau Dewata ini kini terancam ganasnya gelombang Selat Bali. Bibir pantai yang dulunya sangat jauh dari permukiman warga, kini sudah langsung berhadapan dengan rumah warga. Seperti yang terjadi pada rumah salah satu warga kurang mampu, Ni Ketut Sukradani (46) di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk. Rumah janda tidak mampu yang masuk daftar KK miskin ini terus dihantam gelombang air laut karena posisi bangunannya sudah berada di bibir pantai yang semakin tergerus. Akibatnya, rumah yang dihuni ibu satu anak ini retak. Bahkan plafon kamar dan dapur pada bangunan yang merupakan rumah bantuan ini sudah lama jebol lantaran dihantam ombak. Dari pengamatan di lokasi, plafon rumah yang terbuat dari bedeg itu sudah compang camping bahkan sudah jebol di sejumlah titik. Bahkan untuk bisa tidur di dalam kamarnya itu, plafon itu kini disangganya dengan bambu agar tidak ambruk. Begitupula pada bangunan dapurnya yang juga sudah hancur diterjang abrasi sehingga satu kamar dari dua kamar pada bangunan rumah ini kini dimanfaatkan untuk dapur. Bangunan ini berhadapan dengan bibir pantai yang sudah hancur tergerus abrasi. "Jika air laut pasang sampai ke dalam rumah. Kami khawatir. Jadi tiap air pasang kami mengungsi," kata ibu yang sehari-hari membuat canang untuk dijual dan menjadi tukang pijat ini. Ia mengaku berencana akan merobohkan plafon bedek yang setengahnya sudah disangga bambu tersebut. Ia khawatir jika dibiarkan plafon bedek itu sangat membahayakan keselamatan jiwanya. Kondisi pantai di belakang rumah Ketut Sukradani dan warga lain di Lingkungan Asri ini juga sudah porak poranda. Kendati sudah ada bantuan bongkahan beton dan buis didatangkan ke lokasi terdampak abrasi ini, namun hingga kini tidak ada penanganan lebih lanjut. "Infonya alat berat segera datang tapi sampai sekarang belum ada," jelas warga di lingkungan Jineng Agung Gilimanuk. Penanganan sementara sudah dilakukan namun  puluhan warga yang tinggal di tepi pantai tetap mengaku was-was. Sedangkan kelanjutan pemasangan beton buis untuk penghalang ombak hingga kini belum terealisasi. Selain mempertanyakan terkait janji pemasangan betob buis tersebut, warga juga mempertanyakan respon untuk pemasangan senderan yang bisa melindungi rumah mereka. Padahal di sekeliling  garis pantai yang terkena abrasi seperti di Lingkungan Jineng Agung justru sudah dipasang lebih dulu. Saat air laut pasang, gempuran ombak tidak dapat terbendung lagi dan pecahan air laut masuk sampai ke rumah yang sudah posisinya sangat dekat dengan bibir pantai.  Lurah Gilimanuk, Gede Wariana Prabawa  dikonfirmasi Minggu (9/12) mengatakan untuk pemasangan buis dan merapikan bongkahan beton yang sudah ada di lokasi tinggal menunggu alat berat. Pihaknya juga masih mengupayakan agar bisa segera ditangani. "Kami masih terus upayakan agar segera bisa ditangani. Untuk buis dan beton tinggal menunggu alat berat" ujarnya. Pihaknya mengakui saat ini memang dampak abrasi di sepanjang pantai yang padat penduduk itu memang sudah cukup parah. Bahkan akses jalan antar lingkungan dikatakannya juga sudah mulai putus tergerus gelombang air laut.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Tak Terkalahkan, Negaroa FA Jembrana Sabet Gelar Juara Internasional

balitribune.co.id I Negara - Anak muda Jembrana juga mampu menunjukan prestasi dan memiliki potensi serta talenta yang tidak kalah dengan generasi dari daerah lainnya. Teranyar prestasi kembali ditunjukan oleh tim sepak bola asal Jembrana. Kali ini tim sepak bola usia dini asal Jembrana berhasil meraih juara internasional.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Badung Soroti Biaya 'Normalisasi' Air Rp8,5 Juta dan Kejelasan Lahan Reservoir PDAM di Pecatu

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota DPRD Kabupaten Badung yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menyampaikan kritik keras terkait pelayanan PDAM Tirta Mangutama dalam rapat kerja yang berlangsung dengan jajaran direksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama, Senin (6/4/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pantauan Pasar Tradisional di Tabanan, Stok Aman, Harga Kebutuhan Pokok Terkendali

balitribune.co.id | Tabanan - Pantauan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tabanan  menunjukkan kondisi yang relatif stabil, meskipun terdapat dinamika kenaikan dan penurunan pada sejumlah komoditas. Data rata-rata harga ini diperoleh dari hasil survei di 9 pasar tradisional yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan per Senin (6/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Inilah Para Jawara Layanan Honda Bali yang Siap Berlaga di Tingkat Nasional Juli Mendatang

balitribune.co.id | Denpasar - Astra Motor Bali kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan terbaik bagi konsumen melalui penyelenggaraan Awarding Kontes Layanan Honda Regional (KLHR) 2026 yang dilaksanakan pada Selasa (7/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Targetkan 20.000 Peserta, Asita Bali Siapkan Fun Run "Road to 100 Tahun Pariwisata Bali"

balitribune.co.id | Denpasar - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali membahas rencana pengembangan wisata olahraga melalui ajang lari bertajuk "Road to 100 Tahun Pariwisata Bali” di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Senin (6/4/2026). Ketua DPD Asita Bali, I Putu Winastra menyampaikan, tengah menyiapkan kegiatan Fun Run dengan konsep lintasan 5 Kilometer dan 10 Kilometer, menargetkan partisipasi hingga 20.000 peserta.

Baca Selengkapnya icon click

Koperasi Ingin NIK Terbit? Pastikan Lakukan RAT Sebelum Batas Waktu Terbaru

balitribune.co.id | Mangupura - Sertifikat Nomor Induk Koperasi atau NIK hanya akan diterbitkan bagi koperasi yang tertib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi memperpanjang batas waktu pelaksanaan RAT Tahun Buku 2025 hingga 30 April 2026. Kebijakan ini tertuang dalam surat resmi Kementerian Koperasi tentang Perpanjangan Waktu RAT Koperasi Tahun Buku 2025. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.