balitribune.co.id I Denpasar - Langit Pantai Mertasari, Denpasar, dipenuhi sekitar 1.200 layang-layang dalam pelaksanaan Sekaa Pelayang Badung (SPB) Fest #4 yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026. Ribuan layang-layang dari berbagai kategori diterbangkan sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Tingginya antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka pada 22 Juni 2026. Ratusan sekaa pelayang dari berbagai daerah turut ambil bagian, menjadikan festival tahunan ini sebagai salah satu ajang layang-layang terbesar di Bali. Selain menjadi arena kompetisi, festival juga menghadirkan ruang silaturahmi bagi komunitas pelayang untuk menampilkan kreativitas dan inovasi.
Ketua Panitia SPB Fest #4, I Gusti Agung Andra, mengatakan sebanyak 1.200 layang-layang dijadwalkan mengudara selama dua hari pelaksanaan. Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya semangat generasi muda dalam menjaga tradisi layang-layang sebagai warisan budaya Bali yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti di Pantai Mertasari, Sabtu (4/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, keduanya mengapresiasi konsistensi Sekaa Pelayang Badung yang terus menghadirkan festival sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.
Melalui tema "Bayu Cita Loka", SPB Fest #4 tidak hanya menghadirkan keindahan ribuan layang-layang di langit Bali, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Bali serta mendorong pariwisata budaya yang berkelanjutan.