Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Abrasi Pantai di Sukawati Tergolong Parah

ABRASI - Kondisi salah satu pura di pesisir Gianyar yang diterjang ombak lantaran mengalami abrasi.

BALI TRIBUNE -  Pesisir Gianyar yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, terus terkikis abrasi dan kondisinya semakin parah. Sementara penanganan dari Pemerintah Pusat dengan pembangunan revetment, baru sekitara  7,24 km  dari 14,2 km kilometer panjang pantai di Gianyar. Dari delapan desa, kondisi terparah  terjadi di wilayah Desa Ketewel dan Desa Sukawati. Bahkan sudah tercatat Tiga Pura  sudah tergerus dalam setahun terakhir. Dari pantauan Bali tribune, Jumat (13/7), dari sembilan desa di pesisir, pantai terpanjang terdapat di Desa Ketewel dan Sukawati. Di kedua desa ini pula  dampak amukan ombak pasang paling  tragis. Dari data yang dihimpun, sedikitnya tiga pura kondisinya sudah rusak parah. Masing-masing Pura Hyang Aya di Pantai Pabean, Ketewel,  Pura Segara, Pantai Rangkan, Ketewel dan Pura Kubu Mas, Pantai Purnama, Sukawati. Ketiga pua ini sudah tidak utuh lagi, karena hanya masih menyisakan sejumlah palinggih dan kondisinya pun sudah rusak.  “Dulu ada proyek pembangunan tanggul dengan batu besar. Entah kenapa, tidak ada kelanjutannya. Justru pantai-pantai yang abrasinya rendah diutamakan, ”keluh salah seorang warga Banjar Gelumpang Sukawati, I Made Mangku Sumir. Sementara dari data Dinas PU Gianyar,  pantai di Gianyar membentang dari Pantai Siyut, Desa Tulikup di sisi paling timur, dan berbatasan langsung dengan Pantai Tegalbesar, Klungkung. Selanjutnya ada Pantai Lebih, Cucukan, Penataran Topeng, Masceti, Keramas, Komune Beach, Pering, Segara Wilis, Saba, Purnama, Gumicik, Lembeng, Kubur, Manyar, Pabean, Rangkan, dan Pantai Gumicik di Desa Batubulan yang berada di ujung barat. Dari 18 pantai yang tersebar di sembilan desa itu, deretan pantai terpanjang ada di wilayah Desa Ketewel yakni 3,3 km. Disusul dengan deretan pantai di wilayah Desa Medahan yang membentang sepanjang 2,5 km. Sedangkan desa dengan bentang pantai terpendek adalah Desa Batubulan yang hanya 0,8 km. Kemudian dari sembilan desa yang memiliki pantai tersebut, pantai di dua desa yakni Pering dan Saba sama sekali belum tertangani, alias belum mendapatkan penanganan revetment. Sedangkan tujuh desa lainnya yang juga memiliki pantai rata-rata sudah mendapatkan penanganan revetment.  Hanya saja, belum keseluruhan bentang pantai mereka yang tertangani. Seperti misalnya di Ketewel dan Sukawati yang arus abrasinya sagat tinggi, baru sebagian tertangani.   Kondisi inilah yang membuat dari 10,4 km panjang pantai yang mengalami abrasi, yang tertangani baru 7,2 km. Karena itupula, beberapa pantai yang belum mendapatkan penanganan tingkat abrasinya cukup parah. Meski sesuai data Dinas PU Gianyar tingkat abrasi di sepanjang pantai Gianyar antara 2-4 meter lebih per tahun. Terkait kondisi itu, Kepala Dinas PU Gianyar Nyoman Nuadi tak menampik abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Gianyar. Tapi seperti yang dia katakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak, dalam arti melakukan penanganan langsung dengan proyek di lapangan. Hal itu karena penanganan abrasi ada di Balai Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida di bawah Kementerian PUPR. “Dari tahun ke tahun kami sudah mengetahui masalah ini (abrasi). Tapi terus terang itu ada dalam wewenang balai (Balai Wilayah Sungai Bali-Nusa Penida) di bawah pusat,” ucapnya. Selain berkoordinasi, sebagai dinas yang membawahi pekerjaan umum, pihaknya tiap waktu secara rutin juga selalu menyampaikan laporan mengenai kondisi abrasi yang menerjang pantai di Gianyar. Dan dari data yang pihaknya miliki, upaya penanganan itu terakhir dilakukan tahun 2017 lalu untuk salah satu bentang pantai di Gianyar. Tahun 2017, sebutnya, penanganan abrasi Gianyar digabung dengan Klungkung. Sementara untuk tahun ini, pihaknya belum mendapatkan info pasti, apakah akan dapat lagi atau tidak. Harapannya tentu supaya dapat. “ Kami sudah berusaha berkoordinasi dengan balai dan memohon penanganan terkait abrasi itu melalui surat. Namun keputusan itu tetap ada di balai,” pungkasnya.

wartawan
redaksi
Category

Lantik Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS Periode 2026–2031, Bupati Badung: Perumda MGS Harus Jadi Penopang Produksi dan Kesejahteraan Petani

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) mengambil sumpah jabatan dan melantik Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung periode 2026-2031, bertempat di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Selasa (27/1).

Baca Selengkapnya icon click

Ketua Komisi III DPRD Badung Hadiri Pelantikan Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua Komisi III DPRD Badung, Ir. I Made Ponda Wirawan, ST., menghadiri acara Pelantikan Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana untuk masa jabatan 2026-2031. Kompiang Gede Pasek Wedha dipercaya sebagai Direktur Utama, sedangkan I Made Anjol Wiguna ditetapkan menjabat Direktur Umum Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel One, Solusi Terpadu Untuk Gaya Hidup Digital Masa Kini

balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan melalui Telkomsel One, layanan konvergensi yang mengintegrasikan konektivitas unggulan jaringan internet rumah IndiHome dan layanan mobile Telkomsel dalam satu layanan terpadu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dampak Perencanaan Tak Matang, Proyek Tol Bali Barat Jalan di Tempat, Hak Ekonomi Warga Terhambat

balitribune.co.id | Negara - Keluhan masyarakat mengenai dampak belum matangnya perencanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi (Tol Jagat Kerthi) di wilayah Bali Barat segera menemui titik terang. 

Ribuan bidang tanah warga yang selama hampir tiga tahun terkunci dalam Penetapan Lokasi (Penlok) berpotensi dibuka blokirnya pada bulan depan.

Baca Selengkapnya icon click

TNI AL Tangkap Anggota Komcad Penjual Senpi dan Amunisi

balitribune.co.id | Denpasar - Untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dari ancaman peredaran senjata api (senpi) ilegal, Tim Gabungan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral)- V dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Bali berhasil meringkus sekaligus mengamankan ASR, pria kelahiran Bandar Lampung, 6 Mei 1992, yang mengaku anggota Komponen Cadangan (Komcad).saat hendak menjual senpi yang ditawarkan seharga Rp35 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.