balitribune.co.id | Negara - Gangguan bongkar muat kembali terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Kali ini sebuah truk terjungkit (jumping) saat akan keluar dari kapal. Kejadian ini diduga karena kondisi air laut yang surut serta diperparah truk kelebihan muatan.
Kondisi perairan Selat Bali memang kerap surut. Kondisi tersebut seringkali mengganggu proses bongkar muat dan pelayaran kapal. Seperti yang terjadi Kamis (15/2) pagi. Sebuah truk terjungkit saat proses bongkar muatan kapal. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian ini terjadi pada dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk.
Sedangkan truk yang jumping tersebut merupakan muatan dari Kapal Agung Samudra IX yang sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.15 Wita. Truk yang jumping tersebut bernopol DK 8359 WQ yang dikemudikan oleh Ahmad Nasomudin (25), asal Jembrana. Saat truk sarat muatan besi cor tersebut keluar kapal, kondisi air laut tengah surut. Kondisi tersebut diperparah truk kelebihan muatan sehingga tidak kuat menanjak.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Dewa Putu Werdhiana mengatakan saat berupaya turun dari kapal, truk tersebut sempat oleng.
"Truk dari Surabaya dengan tujuan Tabanan ini oleng ke kiri dan kanan saat hendak turun dari kapal. Mungkin karena muatannya terlalu berat dan air lautnya sedang surut, sehingga truk mengalami jumping," ujarnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun menurutnya kondisi truk yang jumping mengalami kerusakan. Bagian bak dan ban truk mengalami kerusakan.
"Sopirnya tidak apa-apa. Hanya truknya saja yang rusak,” tegasnya.
Kendati ada kejadian truk jumping, ia memastikan aktifitas bongkar muat kendaraan lainnya di Darmaga LCM Gilimanuk tidak terganggu.
“Upaya yang dilakukan adalah penarikan truk dengan kendaraan lain," paparnya.
Pengusaha dan pengemudi truk diminta selalu memperhatikan batas muatan kendaraan. "Ini untuk menghindari kecelakaan dan untuk kelancaran arus lalu lintas," tandasnya.