Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Air Laut Tercemar Limbah Minyak, Wisatawan Mandi di Laut Badannya Terlumuri Limbah Minyak

Bali Tribune/BERBINCANG - Anggota Sat Polairud Polres Karangasem berbincang-bincang dengan warga di pesisir Pantai Mendira, Desa Sengkidu, Manggis.


balitribune.co.id | Amlapura - Seringnya air laut di perairan Pantati Sengkidu tercemar limbah minyak mulai dikeluhkan oleh masyarakat setempat, utamanya para wisatawan asing yang menginap di hotel yang ada di sekitar Pantau Mendira, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, Karangasem. 
 
Bahkan beberapa wisatawan asing langsung mengajukan kompline ke pihak hotel terkait kondisi air laut yang tercemar limbah minyak tersebut. Pasalnya ketika wisatawan mandi di pantai, keluar dari air laut tubuh mereka berlumuran limbah cemaran minyak.
 
Keluhan tersebut disampaikan masyarakat setempat ketika melihat ada sejumlah anggota dari Sat Polairud Polres Karangasem datang untuk melaksanakan Patroli di sekitar perairan Pantai Mendira.
 
Kasat Polairud Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Bagus Suteja, kepada media ini Selasa (20/9/2022) membenarkan terkait adanya informasi dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut. Dimana saat itu anggotanya tengah melaksanakan kegiatan patroli untuk menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat pesisir sekaligus memantau situasi kamtibmas kawasan pesisir.
 
Pesisir mendira yang disambangi tim patroli merupakan kawasan wisata yang cukup banyak menyediakan Hotel, Bungalow dan fila di sepanjang pesisir. Dengan mulai menggeliatnya aktivitas wisatawan kegiatan patroli ke pesisir kawasan wisata memang terus di tingkatakan.
 
Nah saat itu kebetulan masyarakat di pesisir menyampaikan permasalahan limbah minyak yang mencemari air laut di pantai itu. Dan saat itu memang komplin dari wisatawan yang menyampaikan merasa terganggu saat berenang di pantai akibat pencemaran dari limbah minyak  yang terjadi pada tanggal 15 September 2022, ungkap Kasat Polair Bagus Suteja.
 
Memang saat ini belum diketahui dari mana asal limbah minyak yang mencemari air paut di Pantai Mendira tersebut, namun masyarakat sekitar menduga jika cemaran limbah minyak tersebut berasal dari kapal-kapal yang lego jangkar di sekitar perairan Manggis. Nah karena ada keluhan seperti itu dari masyarakat, kami kemudian menindaklanjutinya dengan menghubungi  KSOP Padangbai dan diarahkan ke Depo Pertamina Manggis dengan Bagian Mrine atas nama Bapak Nano untuk berkoordinasi, sebutnya.
 
Kata Bagus Suteja, dari penjelasan Pak Nano pihaknya akan mendalami lagi kejadian tersebut untuk memastikan asal limbah yang mencemari pantai dan berkoordinasi dengan Sat Polairud palres karangasem untuk perkembangan selanjutnya. Kami tadi turun lagi untuk melakukan pengecekkan, dan saat ini kondisi air laut di Pantai Mendira sudah bersih dari pencemaran, tutupnya. 
wartawan
AGS
Category

Fenomena Rojali dan Rohana Akibat Transformasi Online

balitribune.co.id | Mangupura - Rombongan jarang beli atau Rojali dan rombongan hanya-hanya atau Rohana menjadi istilah yang tren untuk pengunjung mal/pusat perbelanjaan ditengah mencuatnya isu pelemahan daya beli. Menurut Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, fenomena Rojali dan Rohana di mal tersebut merupakan cerminan gaya belanja era online. 

Baca Selengkapnya icon click

Raih Gelar Doktor Hukum, Purnamawati Minta Tanah Adat Disertifikatkan

balitribune.co.id | Denpasar - Universitas Warmadewa melahirkan Doktornya yang ke 20. Adalah Ni Luh Gede Purnamawati setelah ujian sidang terbuka disertasinya dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan pada Jumat, 1 Agustus 2025. Dalam disertasinyanya, sang Notaris ini memilih judul "Penyelesaian Sengketa Tanah Adat yang Dimanfaatkan Untuk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Provinsi Bali".

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jejak Hijau Mahasiswa PNB di Desa Jagapati: Ketika Ilmu, Inovasi, dan Cinta Lingkungan Menyatu dalam KKN-PPM 2025

balitribune.co.id | Mangupura - Di sebuah pagi yang tenang di Desa Jagapati, aroma tanah basah menyambut mentari yang perlahan muncul di balik pepohonan. Di antara alunan suara burung dan deru angin persawahan, tampak sekelompok anak muda berseragam almamater berwarna krem mulai beraktivitas. Bukan untuk berlibur, bukan pula untuk sekadar menyepi dari hiruk pikuk perkuliahan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.