balitribune.co.id | Bangl - Pemerintah Kabupaten Bangli secara resmi meluncurkan langkah akselerasi penataan tata kelola dan transformasi digital terpadu lintas sektor di Gedung Bhukti Mukti Bhakti, lingkungan Setda Kabupaten Bangli, Kamis (17/9/2026). Langkah strategis ini menandai pergeseran paradigma dari pembentukan aplikasi sektoral yang terfragmentasi menuju era tata kelola digital terintegrasi, transparan, dan berfokus pada dampak langsung bagi masyarakat serta efisiensi fiskal daerah.
Meskipun Indeks Pemerintahan Digital (PEMDI) Kabupaten Bangli mengalami kenaikan dari 2,48 pada 2023, menjadi 2,71 pada 2024, dan menyentuh 2,79 pada 2025 (mencapai 93 persen dari target RPJMD 3,00), Pemkab Bangli mencatat adanya kesenjangan tata kelola (governance gap). Pertumbuhan aplikasi belum diimbangi kapabilitas pengendalian memadai, di mana nilai Manajemen SPBE baru mencapai 1,09 dan Audit TIK di angka 1,00.
"Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak kita membuat aplikasi, melainkan seberapa baik kita mampu mengendalikan, mengintegrasikan, dan mengamankan transformasi digital tersebut untuk kesejahteraan rakyat," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Bangli meluncurkan enam inovasi strategis lintas sektor:
- CITA GOV (Collaborative for Integrated Digital Transformation Government): Dirancang oleh Diskominfo Bangli sebagai arsitektur tata kelola (governance & control layer) tingkat atas. Sistem ini terdiri dari Layer Operasional (usulan layanan OPD), Layer Control/Digital Orchestrator (verifikasi arsitektur dan keamanan siber), serta Layer Executive View (dashboard kepemimpinan). CITA GOV diproyeksikan menghemat efisiensi belanja TIK hingga Rp1,175 miliar per tahun melalui eliminasi duplikasi aplikasi.
- PENGLIPURAN BANGLI: Inovasi Sekretariat DPRD Bangli untuk mendorong transparansi dan efisiensi parlemen menuju Paperless Meeting. Fitur utamanya mencakup e-Aspirasi yang terintegrasi dengan SIPD, e-Sidang untuk digitalisasi dokumen, dan e-Risalah AI berbasis kecerdasan buatan untuk notulensi otomatis.
- SINTESIS DTW BANGLI: Terobosan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mencegah kebocoran retribusi pariwisata. Sistem ini menggabungkan regulasi bagi hasil Pemkab dan Desa Adat, Single-Gateway IoT/QRIS (modul online-offline), serta kemitraan dengan BPD Bali. Sistem ini diproyeksikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata sebesar 13 persen.
- INTEGRA-III: Diterapkan di lingkungan Sekretariat Daerah memanfaatkan platform SI-BULAN untuk menyatukan fasilitasi logistik, penganggaran, pelacakan sarana prasarana, dan e-Katalog Lokal. Inovasi ini ditargetkan memangkas biaya operasional birokrasi minimal 20 persen pada 2028.
- SI TAMPAN JAS BERDASI: Inovasi Satpol PP Bangli yang mengubah pendekatan penegakan ketertiban dari reaktif menjadi preventif berbasis data dan informasi. Sistem ini turut melibatkan Bendesa Adat dan Pacalang dalam sistem pelaporan ketertiban umum secara real-time.
- GENCAR BANGLI: Ditujukan untuk optimalisasi pajak daerah oleh BKPAD Bangli melalui penerbitan NPWPD secara jabatan berdasarkan analisis data perizinan usaha. Inovasi ini menyasar potensi PBJT makanan/minuman sebesar Rp15,92 miliar serta perhotelan sebesar Rp5,54 miliar guna memperluas basis wajib pajak dan kemandirian fiskal.