balitribune.co.id | Amlapura - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Bebandem, pada Rabu hingga Kamis (29/12) dinihari, mengakibatkan terjadinya banjir di Sungai Tukad Bah Api yang berhulu di lereng Gunung Agung.
Luapan air sungai ini mengakibatkan akses jalan penghubung dua desa di dua kecamatan masing-masing, Desa Ababi, Kecamatan Abang dengan Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem, kembali terputus oleh terjangan banjir.
Sebelumnya pada awal bulan Desember, banjir besar juga menerjang Sungai Tukad Bah Api dan memutus akses jalan yang dilewati oleh aliran sungai tersebut. Dan beberapa hari setelah kejadian, Dinas PU dan BPBD langsung melakukan penanganan dengan mengurug dan memasang bronjong penahan terjangan banjir hingga akses jalan tersebut bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda empat. Namun kejadian banjir yang terjadi pada Malam hingga Kamis dinihari tersebut, kembali membuat akses jalan tersebut terputus. Kerasnya terjangan banjir tidak hanya menggerus badan jalan namun juga menghanyutkan sebagian besar badan jalan yang terlintasi sungai. Pun demikian pasangan batu bronjong yang dipasang untuk mengantisipasi terjangan banjir, tidak mampu menahan gerusan dan ikut rusak dihantam derasnya luapan air sungai.
“Saya gak tau jam berapa persisnya banjir itu terjadi, namun Pukul 17.00, pasa saya pulang kerja dan mau lewat di jalan ini, saya lihat banjir besar sudah terjadi. Dan semua kendaraan yang mau melintas akhirnya putar balik,” ungkap I Komang Kawi, warga asal Desa Ababi, Karangasem.
Pasca-kejadian tersebut, anggota dari BPBD Karangasem langsung turun untuk melakukan pengecekkan, sekaligus melakukan penanganan awal agar akses jalan tersebut bisa dilewati kendaraan roda dua. Selain menghanyutkan badan jalan, banjir tersebut juga membuat bebrapa bangunan dibantaran sungai rusak dan tertimbun material banjir berupa lumpur, pasir, dan bebatuan hingga setinggi lutut orang dewasa.