Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Aktivitas Vulkanik Gunung Agung Meningkat, KPU Siapkan Langkah jika Erupsi saat Pencoblosan

Bali Tribune/SURAT SUARA – Pelipatan surat suara pemilu di GOR Gunung Agung Amlapura.

Bali Tribune, Amlapura - Aktivitas vulkanik Gunung Agung terus meningkat dimana gempa-gempa vulkanik terus terekam Seismogram di Pos Pantau Gunung Agung. Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agug ini mengundang kekhawatiran KPU Bali utamanya KPU Karangasem, dimana berbagai kemungkinan terburuk telah dibahas KPU bersama BPBD Bali, BPBD Karangasem dan Relawan Pasebaya dalam rencana mitigasi jika terjadi erupsi saat Pilpres dan Pileg. Kepada koran ini, kemarin, Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Winata menyebutkan, untuk mitigasi bencana erupsi saat pelaksanaan Pemilu mendatang sudah dibahas dan sudah disiapkan beberapa skenario. “Dari hasil rapat dengan 28 perbekel di lingkar Gunung Agung kita sudah siapkan beberapa skenario jika saat Pemilu nanti terjadi bencana,” ucapnya dan memperkirakan akan terjadi eksodus warga di radius 6 kilometer ke pengungsian. Diharapkan mereka yang mengungsi tidak dilakukan keluar Karangasem. Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, tercatat ada sebanyak 478 TPS tersebar di 28 desa tersebut, dengan total pemilih sebanyak 105.830 orang. “Jadi nantinya masing-masing perbekel sudah punya ancer-ancer sendiri kemana mengarahkan warganya mengungsi agar tetap bisa mencoblos,“ imbuhnya.  Dia mencontohkan, semisal warga Banjar Uma Anyar, Desa Ababi, Kecamatan Abang dengan jumlah pemilih 292 orang yang memilih di TPS 4 tepatnya di halaman Pura Pemaksan, jika terjadi erupsi maka warga diarahkan atau dipindahkan ke Dusun Besang, masih di wilayah Desa Ababi. Contoh kedua, di Kecamatan Selat di TPS 01 Desa Amerta Buana dengan jumlah pemilih 229 orang, jika terjadi erupsi akan dipindahkan ke Dusun Muntig yang masih di wilayah desa tersebut. Begitu juga di Kecamatan Rendang, warga di TPS 25 di SD Nengeri 4 Besakih, Dusun Kesimpar, Besakih, jika terjadi erupsi akan dipindah ke Dusun Singerata, Desa Rendang. Mitigasi yang dilakukan KPU yakni jika terjadi erupsi pada H-1 Pemilu, maka keputusan yang diambil adalah menunda pelaksanaan Pemilu. Ini berdasarkan Keputusan KPU-RI. Jika erupsi terjadi saat hari H, maka yang berwenang meenghentikan proses pencoblosan adalah KPPS, dimana saat itu yang boleh masuk ke TPS hanya petugas KPPS, seluruh saksi dan Pengawas TPS. Dia memperkirakan jika erupsi terjadi saat pencoblosan, akan terjadi chaos dan kepanikan warga yang luar biasa. Petugas KPPS, saksi-saksi dan Pengawas TPS pasti akan kabur meninggalkan TPS untuk menyelamatkan diri. “Dalam rapat yang melibatkan instansi terkait nanti, semua itu akan kami bahas lebih lanjut karena kepolisian sendiri tidak berani memindahkan dan mengamankan surat suara dan seluruh logistik pemilu dari TPS karena bukan menjadi kewenangannya. Jika tidak ada yang mengamankan logistik di TPS saat erupsi terjadi, dikhawatirkan akan terjadi kecurangan,” ujarnya.

wartawan
Redaksi
Category

Populasi Anjing Capai 95 Ribu Ekor, Badung Siapkan 115 Ribu Dosis Vaksin Rabies

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus mempercepat program vaksinasi rabies pada hewan penular rabies (HPR), terutama anjing. Dari total 115 ribu dosis vaksin yang disiapkan, hingga kini baru sekitar 10 ribu dosis yang telah terealisasi di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

balitribune.co.id | Tabanan - Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai resmi mengemban tugas sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026–2029. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026), yang dipadati ratusan siswa dan guru.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gumi Keris "Sesak", Penduduk 500 Ribu, Kendaraan Tembus 1 Juta

balitribune.co.id | Mangupura - Kepadatan lalu lintas di Kabupaten Badung kian sulit diurai. Salah satu penyebab utamanya adalah ketimpangan antara jumlah kendaraan bermotor dan jumlah penduduk. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris telah melampaui 1 juta unit. Sementara itu, jumlah penduduk hanya berkisar 500 ribu jiwa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.