Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ancaman Penularan Rabies, Korban Gigitan Anjing Wajib Melapor

Bali Tribune/ LAPOR - Warga yang mengalami gigitan HPR diwajibkan melapor ke puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
balitribune.co.id | Negara - Hingga kini rabies masih mengkhawatirkan. Sejak awal tahun 2019 kasus gigitan anjing positif rabies telah terjadi di sejumlah wilayah. Kendati berbagai upaya penyadaran telah dilakukan hingga ke desa-desa, namun pemahaman masyarakat terhadap ancaman bahaya rabies masih rendah. Terbukti masih banyak warga yang menyepelekan gigitan anjing dan tidak melapor saat mengalami gigitan hingga harus dilakukan pelacakan.
 
Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Putu Suasta dikonfirmasi melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular IB Made Adnyana mengatakan, apabila gigitan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing disepelekan justru akan membahayakan nyawa, terlebih HPR yang menggigit terbukti positif rabies. Pihaknya menegaskan seluruh korban gigitan diwajibkan untuk melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat. “Baik itu terluka atau tidak ada goresan sekalipun, kalau mengalami gigitan wajib melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Selain untuk penanganan secara medis, kasus gigitannya juga akan termonitor,” ujarnya.
 
Apabila anjing menunjukkan gelaja rabies, menghilang atau mati setelah menggigit maupun hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit dinyatakan positif rabies, maka dipastikan korban gigitan akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Pihaknya memastikan stok VAR di Jembrana sampai saat ini masih aman. “Rabies ini unik. Apabila HPR hilang dan tidak bisa diobeservasi atau mati dan dinyatakan positif, masih ada waktu sampai 14 hari setelah tergigit harus dapat VAR. Yang dikhawatirkan warga tergigit justru tidak melaporkan gigitannya padahal VAR selalu tersedia,” ungkapnya.
 
Pada 2018 pihaknya melaksanakan pengadaan VAR sebanyak 4 ribu vial dan terdistribusi 1.100 vial.  hingga akhir 2018 masih tersisa 2.900 vial. Sedangkan stok VAR di Coldroom Gudang Farmasi Dinkes Jembrana hingga Selasa kemarin 1970. Pihaknya pun mengaku akan kembali melakukan pengadaan VAR tahun ini. “VAR didistribusikan ke masing-masing Rabies Center. 50 vial itu pasti ada disetiap di Puskesmas maupun RSU Negara. Korban gigitan positif rabies itu butuh sampai 4 kali suntikan VAR peorangnya. Sekarang stok aman hingga 10 bulan kedepan. Tapi expirednya hanya 1 tahun,” paparnya.
 
 Selain akan mengadakan kembali sebanyak 4 ribu vial VAR, pihaknya juga berencana mengadakan 30 vial serum anti rabies. Namun diakuinya SAR produksinya langka, “sejak 2 tahun lalu SAR memang tidakada karena produksinya kosong, tapi sekarang kami anggarkan 30 vial SAR khusus untuk gigitan positif rabies beresiko tinggi seperti dibagian kepala” jelasnya. Sedangkan jumlah korban gigitan positif rabies di Jembrana pada tahun 2018 sebanyak 30 orang dan hingga Mei 2019 sudah ada 14 korban gigitan. “Ditangani Puskesamas I Melaya 9 orang dan Puskesmas I Negara ada 5 orang,” tandasnya.
 
Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, drh I Wayan Widarsa mengatakan 6 anjing positif rabies selama 5 bulan terakhir ini selain anjing liar juga anjing peliharaan yang dilepasliarkan pemiliknya dan memang belum tersentuh vaksin rabies. “Seperti yang di Banjar Puseh, Desa Tuwed. Itu anjing peliharaan, tapi belum divaksin. Waktu vaksinasi massal tidak ada di rumah. Dia punya 3 anjing, dan  hanya 2 yang sudah divaksin. Sebelum ada kesadaran bersama, cita-cita membebaskan Bali dari rabies akan sulit tercapai. Anjing terus berkembang biak. Memang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Astra Motor Bali Kampanyekan Keselamatan Berkendara di SMAN 1 Kuta

balitribune.co.id | Mangupura – Astra Motor Bali terus menggiatkan edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda melalui kegiatan edukasi Safety Riding di SMAN 1 Kuta. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 murid ini menjadi bagian dari upaya Astra Motor Bali dalam membangun kesadaran pelajar untuk lebih siap dan bijak saat berkendara di jalan raya.

Baca Selengkapnya icon click

Korupsi Rp2,7 Miliar, Mantan Ketua LPD Kelungah Ditahan

balitribune.co.id | Amlapura -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem menetapkan mantan Ketua LPD Desa Adat Kelungah, IWD, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan lembaga tersebut. Penetapan ini tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor: B-2255/N.1.4/Fd.2/9/2026 tanggal 9 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dispar Denpasar Perkuat Wisata Berbasis Budaya

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 secara daring, Kamis (10/9/2026). Forum lintas sektor ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi kebijakan, serta menyempurnakan kualitas pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Desa Adat Sesetan Gelar Mapandes Massal

balitribune.co.id | Denpasar - Desa Adat Sesetan kembali menggelar Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan secara massal di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9/2026). Ratusan krama, baik dari dalam maupun luar wilayah Sesetan, tampak memadati areal bale peyadnyan untuk mengikuti rangkaian prosesi Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.