Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Selatan Jembrana, Nelayan Takut Melaut

Bali Tribune / GELOMBANG - Tangkapan layar video amatir kondisi wilayah pesisir Gilimanuk yang terdampak gelombang tinggi dan air laut pasang.

balitribune.co.id | Negara - Kecepatan angin di pesisir Selatan Jembrana, Bali yang belakangan ini cukup kencang menimbulkan gelombang air laut yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan nelayan di pesisir Jembrana takut melaut.

Begitu pula warga yang tinggal di wilayah pesisir juga waspada lantaran air laut naik hingga pemukiman warga. Seperti yang terjadi di wilayah pesisir Keluarahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya beberapa hari belakangan ini. Banjir rob terjadi di permukiman warga yang berhadapan dengan pantai.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Toni Wirahadikusuma mengakui akibat gelombang tinggi air laut naik hingga ke permukiman warga. "Karena purnama atau tilem pas air pasang terjadi banjir rob. Tapi tidak sampai meluas hanya di pesisir aja," jelasnya. Menurutnya kondisi ini terjadi antara bulan Juni sampai Agustus dengan kondisi gelombang air laut yang besar.

"Banjir rob terjadi dari pukul 10.00 sampai 12.00 Wita," katanya. Pemukiman warga dikatakannya aman setelah adanya senderan pengaman pantai.

Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi Bali Aminudin Al Roniri melalui Koordinator Analisa dan Prakiraan Made Dwi Wiratmaja dikonfirmasi melalui ponselnya Senin (24/6) malam mengatakan hampir seluruh wilayah Bali saat ini sudah fase musim kemarau.

“Kita akan menuju puncak musim kemarau,” ujarnya.

Musim kemarau ini ditandai oleh angin timuran yang berhembus kencang. Dampaknya di perairan Selatan Bali menyebabkan gelombang tinggi.

“Sejak tiga hari belakangan ini sudah agak kencang. Bahkan Minggu (23/6) terpantau di wilayah Kota Negara angin mencapai 17 knot (sekitar 35 KM/Jam). Di wilayah pesisir bisa lebih kencang lagi,” imbuhnya.

Ia menyebut puncak musim kemarau ini diprakirakan akan terjadi pada Juli hingga Agustus, bahkan di beberapa daerah bisa September puncak musim kemaraunya. Tapi walaupun musim kemarau akan tetap ada hujan namun intensitasnya berkurang.

“Normalnya anginnya memang kencang karena angin Munson Australi sedang aktif dan akan semakin kencang sampai puncak musim kemarau,” jelasnya.

Namun ia menyatakan angin kecang tersebut tidak terjadi terus menerus selama musim kemarau, ada periodiknya. Sekali seminggu kencang lalu mereda lagi. Sepuluh harinya kencang lagi mereda lagi tiga sampai sepuluh hari.

Kondisi angin kencang ini menurutnya menyebabkan tinggi gelombang air laut meningkat. Bahkan tinggi gelombang air laut ini juga akan diperparah dengan terjadinya pasang air laut seperti saat bulan purnama. Kondisi yang disebutnya normal ini berdampak di wilayah permukiman warga pesisir.

“Saat purnama, air laut pasang ditambah angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi sehingga berdampak di wilayah pesisir seolah-olah air laut naik ke permukaan. Saat ini angin berhembus dari Timur ke Tenggara sehingga di wilayah Selatan yang kena dampak,” jelasnya.

Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi ini juga berdampak pada aktivitas nelayan mencari ikan. Sehingga pihaknya mengaku setiap hari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

“Dari dua hari terakhir kita sudah memberikan peringatan dini angin kencang dan gelombang tinggi lebih dari dua meter di Samudera Indonesia. Ini berbahaya bagi perahu-perahu nelayan kecil. Masyarakat khususnya di pesisir (nelayan) agar mempertimbangkan kondisi tersebut,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Klarifikasi Kasus Anak Kembar: Anak Tidak Diculik, Penyelidikan Perkara Dihentikan

balitribune.co.id | Denpasar - Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Paul Lionel La Fontaine dengan mantan istrinya, Adinda telah dihentikan oleh pihak kepolisian. Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SPPP) beromor: SPPP/106/XI/Res 1.24/2025/Samesknm 1 itu diterbitkan pada 17 November 2023, menyatakan bahwa penyelidikan dihentikan karena tidak ditemukan bukti adanya tindak pidana.

Baca Selengkapnya icon click

Logo Baru Honda Fans Bali, Padukan Spirit Jalak Bali dan Energi Modern Gen Z

balitribune.co.id | Denpasar – Honda Fans Bali, komunitas resmi pecinta sepeda motor Honda di bawah naungan Astra Motor Honda Bali, resmi meluncurkan identitas visual terbaru sebagai bagian dari penguatan arah strategis komunitas ke depan. Mengusung semangat “Terbang Tinggi, Melaju Bersama”, identitas ini merefleksikan komitmen Honda Fans Bali dalam menyatukan nilai budaya lokal dengan semangat modern generasi muda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.